Seiring
usianya bertambah, anak semakin banyak kebutuhan dan keinginannya. Waktu masih
kecil, ia mungkin cukup diberi permen seribu atau dua ribuan. Tapi beranjak
dewasa, yang diinginkannya lain lagi. Mulai dari mainan, gadget, bahkan
kendaraan bermotor.

Jika
dulu jajannya cukup mengorek tak kurang dari lima ribu sehari, maka semakin
beranjak dewasa permintannyapun bertambah.

Sebagai
orangtua yang juga manusia, tentu saja anda punya hati. Rasa tak tega mungkin
kerap kali mendorong anda untuk memberikan apa yang anda bisa. Sebisa mungkin
kebutuhan dan keinginannya anda penuhi semuanya.

Begitupula
dalam memberikan uang saku. Meski kerapkali harus mengorbankan banyak hal,
sebagian dari anda mungkin tetap berusaha memberikan uang saku sesuai dengan
yang diharapkan anak.

Memberikan
uang saku mungkin saja dapat menjadi salah satu jalan untuk membiasakan anak
memiliki kemandirian mengelola uang sejak dini. Meski untuk hal ini, pemberian
uang saku tak bisa dilakukan sembarangan.

Ada
trik yang penting diperhatikan orang tua agar tujuan melatih kemandirian itu
tercapai. Apa saja triknya?

Pertama,
pola pemberian terencana


Dalam
memberikan uang saku, sebaiknya tidak dilakukan setiap hari. Dengan memberikan
uang saku secara harian, anak hanya akan berfikir mengelola uang pada hari itu
saja.

Bandingkan
jika pemberian uang saku dilakukan tiap tiga hari sekali atau bahkan satu
minggu sekali. Dengan pola semacam ini, anak punya peluang untuk terlatih dalam
mengelola uang dalam jangka waktu satu minggu.

Tentu
saja ini akan sangat berharga kelak jika anak dewasa, ia akan terbiasa dengan
penghasilannya yang bulanan, atau bahkan tahunan. Ia akan terbiasa bijak karena
sudah dibiasakan sejak kecil.

Dengan
pola pemberian semacam ini, secara tidak langsung anak tidak hanya mengenal
uang, namun juga belajar membelanjakan uang dengan bijak.

Kedua,
konsisten


Sebagai
orangtua, penting bagi anda untuk konsisten dalam memberikan uang saku.
Maksudnya, jika anda misalnya sudah memberi uang seratus ribu untuk satu pecan
pada anak, maka sebelum habis satu pekan, sebaiknya anak tak diberi uang
tambahan lagi.

Biarkan
anak terbiasa berfikir dan disiplin dalam membelanjakan uang. Memberikan uang
saku dengan cara seperti ini akan menahan anak-anak untuk bersikap konsumtif.

Ditengah
arus tawaran iklan-iklan yang mahal lagi menggiurkan, ia akan terlatih untuk
menempatkan skala prioritas. Mana yang sebaiknya dibelanjakan dan mana yang
tidak. Mana yang disegerakan dan mana yang ditunda.

Ketiga,
rajin ikhtiar dan berdoa


Ini
sih tak kalah penting. Bahkan yang paling penting. Bagaimana mungkin anda
memberikan uang saku pada ana jika uangnya gak ada? Maka menjadi penting bagi
anda untuk berikhtiar dan berdoa agar dapat menjadi perantara rezeki anak anda
dari sang maha kuasa. hehe..

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like