wajib bagi anak berbakti kepada orangtua dengan berbagai cara

Orangtua telah memberikan banyak hal kepada kita sebagai
anak. Jasa-jasanya tak terhingga dan sulit rasanya dibalas dalam bentuk apapun.
Salah satu lagu memuatnya dalam kalimat, “tak terhingga sepanjang masa.”

Berdasarkan hal tersebut, menjadi wajib bagi kita sebagai
anak untuk berbakti kepadanya. Berbakti adalah berbuat bakti. Adapun bakti
adalah sikap tunduk dan hormat, dalam bentuk perbuatan yang menyatakan setia.

Dalam hal berbakti kepada orangtua, sesungguhnya bakti apapun
yang kita lakukan padanya, mungkin tak akan pernah sepadan dengan pemberiannya.
Namun, tak ada salahnya kita mencoba dan berusaha berbakti dengan melakukan
berbagai cara.

Lantas, bagaimana cara berbakti kepada orangtua? Berikut ulasannya.

Pertama, patuh
kepada perintahnya


Patuh kepada apa yang diminta orang tua adalah cara berbakti
kepada orangtua yang pertama. Meski, kepatuhan itu dalam hal-hal sederhana. Misalnya,
ketika disuruh beli telor atau cabe ke warung.

Akan tetapi, kepatuhan ini tentu bersyarat. Patuh kepada
orangtua diwajibkan selama perintahnya bukan perintah yang buruk atau seuatu
yang dilarang agama. Dalam hal ini, memang dibenarkan ada yang namanya
pengecualian.

Namun, sekalipun kita menganggap perintahnya salah, kita
tetap harus mengomunikasikan alasan kita menolaknya dengan cara baik. Tidak sembarangan.

Kedua,
mendengarkan nasihatnya


Umumnya orangtua, sering memberikan yang namanya nasihat. Masukan
dan berbagai arahan dalam bentuk nasihat yang diberikannya tentu umumnya
didasarkan pada motif yang baik.

Ketika orangtua memberi nasihat, itu artinya mereka perhatian
dan mencoba melihat kehidupan anda berdasarkan cara pandang mereka. Tentu saja
mereka merasa perlu memerhatikan anak-anaknya yang sudah mereka urus dan
besarkan.

Maka dari itu, ketika orangtua memberi nasihat, kita harus
mendengarkannya. Terlepas anda setuju atau tidak dengan nasihatnya, maksud
orangtua ketika memberi nasihat adalah maksud yang baik.
Tunjukan mimik dan gestur menyimak. Jangan seolah cuek dan
bersikap defensive. Hal itu sangat mungkin menyakiti mereka.

Bagaimana perasaan anda ketika anda mengekspresikan rasa
sayang lalu di cuekin? Senang?
Tentu tidak. Dan, nasihat orangtua itu sesungguhnya tanda
sayangnya. Jangan dianggap intervensi atau orang sok ikut campur.


Ketiga, meringangkan
pekerjaannya


Cara berbakti selanjutnya adalah dengan meringankan pekerjaannya.
Orangtua tentu memiliki banyak pekerjaan. Umumnya,
seorang ayah menghabiskan urusan keseharaiannya dengan bekerja mencari nafkah,
sementara seorang ibu mengurus urusan rumah tangga dirumah.

Ketika anda berada dirumah, alangkah baik jika anda membantu
ibu mencuci piring, mencuci baju, menyapu lantai, mengepel, atau membantunya
memasak.

Begitu juga jika anda menyaksikan ayah anda kesulitan dalam
urusannya mencari nafkah. Alangkah baik jika anda kemudian membantu urusan ayah
anda dengan membantu pekerjaannya atau mencari tambahan untuk keluarga.

Meringankan urusan orang lain, siapapun itu, sebenarnya hal
yang baik. Namun tentu, jika yang dimaksud adalah meringankan urusan orangtua,
maka lebih baik lagi.

Bukankah anda senang juga ketika orang lain membantu pekerjaan
dan memudahkan anda?


Keempat, berbagi
kebahagiaan dengan mereka


Anda juga bisa berbakti kepada orangtua dengan cara yang
sederhana ini. Yakni, berusaha menampakan sesuatu yang menyenangkan hati
mereka.

Mereka tentu senang jika anda banyak tersenyum kepada mereka,
menunjukan bahwa anda sedang bahagia, dan sebagainya.

Sebelum berbagi kebahagiaan dengan orang lain, sebisa mungkin
bagikan juga kebahagiaan itu kepada orangtua.

Dalam doa yang dipanjatkan orangtua, pastilah terselip harap
agar anak-anaknya hidupnya bahagian di dunia dan akhirat. Maka, ketika orangtua
melihat atau mendapati anaknya mendapat kebahagiaan dalam hidupnya, pasti
mereka akan senang bukan kepalang.

Jangan sampai, ketika anda bahagia tidak berbagi kepada
mereka, namun hanya datang kepada mereka ketika anda ada masalah saja. Tentu itu
tidak baik.

Kelima, berbicara
dengan santun dan tak menyakiti mereka


Konon, lidah itu lebih tajam dari pedang. Istilah itu menunjukan
bahwa lidah punya potensi untuk menyakiti manusia, dengan potensi yang lebih
menyakitkan ketimbang pedang.

 Maka, perhatikan juga
bagaimana cara bicara anda kepada orangtua. Terlebih lagi ibu anda, seorang
wanita yang umumnya lebih mudah rapuh dengan kata-kata.

Anda perlu menggunakan bahasa yang baik ketika berkomunikasi
dengan orangtua. Sekalipun, itu dalam kondisi anda sedang kesal atau hati tak
karuan. Jangan sampai kata-kata anda menyakiti hati mereka.

Ingatkah anda ketika bayi, bagaimana anda selalu menangis
ketika diminta untuk makan, namun orangtua anda yang mungkin kesal tetap sabar
menyuapi anda dan mengelapi area mulut anda yang belepotan dengan baju
lusuhnya?

Sesungguhnya tak layak bagi anda untuk menjadikan kekesalan sebagai
pembenaran untuk tak bersabar ketika berkomunikasi dengan orangtua.


Keenam,
senantiasa mendoakan kebaikan untuknya


Selain itu, bentuk bakti kepada orangtua adalah dengan
senantiasa mendoakan kebaikan untuknya. Baik ketik ia masih hidup, maupun
ketika sudah mati.

Doa adalah sesuatu yang sederhana untuk dilakukan namun kerap
diabaikan. Padahal, doa adalah bentuk ibadah dan banyak dampaknya bagi
kehidupan.

Anda mungkin tak tau, seberapa serius orangtua anda mendoakan
anda. Mereka tentunya selalu menyimpan harapan tentang berbagai kebaikan untuk
anda.

Maka sebagai anak, semestinya anda juga tak lelah dalam
mendoakan mereka.  Jangan bosan dan
teruslah anda lakukan.  Toh, sekali lagi,
berdoa adalah sesuatu yang sangat sederhana dan tak memakan waktu yang lama.

Belum lagi, ada sebuah hadits yang berkata bahwa pada
intinya, ketika kita mendoakan kebaikan kepada orang lain, maka malaikat hadir dan
mengaminkan agar kebaikan yang kita harapkan untuk orang lain juga dirasakan
oleh kita.

Bahkan, berdoa ini mestinya tetap anda lakukan meski mereka
sudah meninggal. Doa anak yang soleh adalah satu hal yang mungkin dapat
meringankan beban mereka di dunia setelah mati.


Ketujuh, memberi
mereka hadiah


Cara lain sebagai wujud bakti kita kepada orangtua bisa
dengan memberi mereka hadiah. Hadiah, adalah sesuatu yang diberikan tanpa
balasan jasa atau apapun.

Artinya, sesuatu yang diberikan sukarela dan cuma-cuma tanpa
syarat apapun. Bukan memberi sesuatu dengan syarat tertentu. Apalagi, syaratnya
memberatkan. Kalau itu namanya memberi pekerjaan.

Anda juga dapat memberikan orangtua anda berbagai hal yang ia
tak minta, dan anda memberinya tanpa mengharap sesuatu sebagai timbal balik.

Memberi hadiah akan menumbuhkan rasa cinta diantara orang
yang memberi dan orang yang diberi
. Akan ada tambahan kehangatan dari setiap
hadiah yang diberikan. Maka dari itu, sempatkanlah memberi hadiah kepada
orangtua. Tentu, sebisa yang anda lakukan.

Terkadang, orangtua sebenarnya tak memandang berapa nilai
hadiah yang diberikan. Apapun itu pemberian anak, mereka umumnya merasa senang
menerimanya.


Kedelapan,
mengurusnya ketika sudah tak berdaya


Ada masanya orangtua memasuki masa tua. Dimana ia telah
kehilangan daya untuk melakukan berbagai upaya. Mulai dari bekerja, mengurus
rumah tangga, dan sebagainya.

Pada titik ini, adalah tanggung jawab anak untuk menjamin
kehidupan orangtua.

Anak adalah satu-satunya harapan orangtua ketika mereka ada
dalam keadaan yang tak berdaya. Orangtua mungkin saja pada masa jayanya
memiliki anak buah, memiliki orang-orang loyal, dan sebagainya.

Namun, ketika mereka sudah renta dan tak berdaya, mungkin
yang akan loyal dan berbakti kepada mereka hanya tersisa anda sebagai anak-anaknya.

Untuk itu, jangan putuskan harapan orangtua. Uruslah mereka
ketika tak berdaya sebagaimana mereka mengurus anda ketika anda juga belum
berdaya.

Bukankah dulu ketika anda bayi anda juga makhluk tak berdaya?
Untuk melakukan apa apa mesti dibantu oleh orangtua?

Kesembilan,
mengurusi jenazahnya


Mengurus jenazah adalah hal terakhir yang mungkin bisa anda
lakukan ketika anda masih menemui jasadnya di bumi. Maka, usahakan dan pastikan
anda juga menjadi bagian dari orang yang mengurusi jenazahnya.

Setelah orangtua anda dikubur, tak akan ada lagi momen bagi
anda untuk berjumpa secara fisik dengannya.

Demikian 9 cara berbakti kepada orangtua. Tentu saja, masih
banyak hal lainnya yang bisa dilakukan. namun artikel ini hanya mencoba
mengulas garis besarnya saja.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like