Apakah anda orangtua yang sudah memiliki anak?
Jika, iya, bagaimana sikap anda ketika dihadapkan pada anak yang ingin memiliki
gadget sendiri?
Sebelum menjawabnya, kita pahami
dulu, apa yang dimaksud dengan gadget?

Gadget sebenarnya bukanlah istilah bahasa Indonesia, melainkan
bahasa Inggris. Bahasa Indonesia sendiri sebenarnya sudah memiliki istilah
serapannya. Padanan dari kata gadget adalah
gawai. Namun, masyarakat sudah terlanjur
nyaman dengan istilah gadget. Istilah
gadget akhirnya lebih familiar di
telinga ketimbang gawai.
Gadget sendiri adalah sebuah perangkat yang memiliki fungsi praktis
yang secara spesifik dibuat lebih canggih dengan berbagai perangkat yang
diciptakan sebelumnya. Perbedaan mendasar yang membedakan gadget dengan perangkat produk teknologi pada umumnya adalah
bentuknya yang lebih kecil.
Salah satu bentuk gadget yang paling mutakhir adalah smartphone. Perangkat berukuran
segenggaman tangan ini tak diragukan kecanggihannya. Saking canggihnya, muncul
istilah bahwa perangkat seperti smartphone
telah menjadikan dunia bisa ada didalam genggaman.
Pernyataan tersebut jelas
pernyataan yang sangat berdasar. Anda yang saat ini memiliki gadget bisa merasakan sendiri bagaimana
kecanggihannya. Bermodalkan benda kecil itu, anda bisa tau apa yang ada
dipelosok dunia, anda bisa tau informasi yang tak pernah disampaikan guru anda
sebelumnya, anda bisa berhubungan lewat video, mengirim pesan pendek, dan
banyak lainnya.
Saya pikir, semua sepakat bahwa gadget telah memberi kemudahan bagi
seluruh umat manusia di muka bumi. Saya, anda, dan juga mereka yang tak membaca
artikel ini.

Lantas, Apakah Anak Perlu Memili Gadget?


Sebelum menjawabnya, harus
dipahami dulu bahwa seluruh bentuk gadget
termasuk smartphone dibuat dengan fungsi memudahkan kehidupan
manusia. Para pencipta alat-alat canggih, selain memiliki motif bisnis, mereka
juga menelurkan beragam teknologi agar bisa digunakan oleh manusia seefektif
mungkin.
Sehingga penting untuk
disepakati, bahwa produk-produk teknologi semacam itu tidak hadir dalam rangka
merusak kehidupan manusia. Sebagai sebuah benda, gadget adalah benda yang netral-netral saja. Sama seperti pisau,
karpet, sepatu, sandal, dan benda-benda yang memudahkan kehidupan anda di
rumah.
Benda-benda sebagaimana yang
dicontohkan diatas tentu saja baik buruknya tergantung penggunanya. Pisau bisa
menjadi sesuatu yang baik apabila digunakan untuk memotong bahan masakan. Sebaliknya,
berpotensi menjadi sesuatu yang buruk manakala digunakan untuk melukai orang
yang sedang beribadah.
Sama halnya dengan gadget. Gadget juga akan menjadi baik
jika digunakan untuk menambah wawasan, menambah pengetahuan, berbagi kebaikan,
dan sebagainya. Sebaliknya, dapat menjadi sesuatu yang buruk manakala digunakan
untuk menonton film porno, menipu orang, atau menyebarkan kabar-kabar bohong.
Maka untuk menjawab apakah anak
layak memiliki gadget sangat
bergantung pada kondisi anak anda. Apakah anak anda sudah cukup mandiri untuk
bijak dalam menggunakan gadget? Apakah
ketika anak anda memiliki gadget, anak
anda dapat diperkirakan atau bahkan dipastikan akan menggunakannya untuk
hal-hal yang baik?
Tentu saja kondisi masing-masing
anak berbeda-beda. Untuk membangun kemandirian dalam penggunaan gadget tersebut, anda tentunya harus
melakukan persiapan. Memberikan pemahaman dan melakukan pengawasan ketika pada
akhirnya anda harus memberikan gadget pribadi
pada anak anda.
Dalam rangka pengawasan, teknologi
yang berkembang sebetulnya bisa juga anda manfaatkan. Ada berbagai aplikasi parental control yang dapat anda
manfaatkan untuk mengawasi prilaku anak ketika menggunakan gadget seperti smartphone. 

Baca juga: Aplikasi Pengontrol Kegiatan Gadget Anak Gratis

Pada umumnya, anak yang belum
menyetuh usia dewasa (dalam agama istilahnya baligh) kemampuan akalnya belum sempurna. Daya pikirnya yang masih
terbatas membuatnya sulit untuk dikatakan memiliki derajat mandiri.
Maka sebaiknya, jika anak anda
masih belum baligh, anda tak perlu
memberikannya gadget. Kalaupun anak
anda ingin bermain gadget, maka bisa
anda pinjamkan gadget anda sehingga
anda bisa lebih mengontrol dan mengawasi anak secara langsung.
Walaupun sebetulnya, anak yang
sudah baligh juga belum tentu
memiliki kemandirian dan bijak dan menggunakan gadget.  Tapi, anak yang
sudah baligh, jelas sudah lebih mudah
untuk diberikan pemahaman dan arahan.
Maka, untuk menjawab apakah
penting anak memiliki gadget? Semuanya
berpulang kepada kondisi anak anda. Tentu saja, sebagai orangtua, anda mestinya
mampu memahami kondisinya.**

Silahkan share artikel ini jika bermanfaat dengan cara memilih tombol media sosial di bawah ini
↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like