Sesungguhnya dibalik diciptakannya langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berfikir. Begitu kurang lebih terjemahan dari sebuah ayat yang terdapat dalam al-Quranul-kariim.

Jika kita berfikir, maka kita akan temukan betapa segala hal yang diciptakan oleh Sang Maha Kuasa, pasti ada maksud dibelakangnya. Apa yang diciptakan, pasti tidak ada yang sia-sia.

Ini mengajarkan kita juga sebagai manusia, untuk memahami fungsi-fungsi dari apa yang sedang kita buat. Termasuk, apa yang sedang kita pelajari dan masukan ke kepala kita masing-masing.
Ada gak sih fungsinya? Ada gak sih manfaatnya? Mikir.

Nah, kali ini, kita akan coba memahami, bagaimana fungsi proposal kegiatan, terutama dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum bahas fungsinya, harus kalian sadari dulu, sesungguhnya proposal kegiatan hanya akan berguna ketika kalian gunakan. Masalahnya, tidak setiap hari dan tidak semua orang menggunakan proposal. Berbeda dengan sabun yang setiap orang pasti menggunakannya setiap hari. Proposal kegiatan tidaklah demikian.

Proposal kegiatan hanya akan berguna jika kalian hendak menyelenggarakan kegiatan-kegiatan tertentu yang sifatnya publik dan membutuhkan dana. Untuk itu, dapat dipastikan, jika kalian tidak bercita-cita bekerja sebagai orang yang kerjanya bikin kegiatan-kegiatan, ilmu proposal kegiatan ini tidaklah bermanfaat kecuali untuk bahan menjawab soal saja.

Beda halnya jika kalian ketika besar ingin bekerja sebagai event organizer, pekerja sosial, pegawai dengan jabatan tertentu di instansi-instansi swasta maupun pemerintahan, atau menjadi ketua karang taruna. Maka, skill membuat proposal akan sangat berguna untuk dimiliki. Sebelum melakukan acara-acara seperti seminar, penyuluhan, hingga tabligh akbar, kalian perlu menyusun proposalnya terlebih dahulu.

Meskipun demikian, tak ada salahnya juga sih kalian tetap mempelajari seputar proposal meski tak bercita-cita seperti yang disebutkan di atas. Toh, garis takdir tak ada yang tau. Siapa tau kelak kalian memiliki masa depan tak diduga-duga. Cita-cita jadi tukang cilok, eh malah jadinya jadi tukang siomay. Masa depan memang tak bisa diduga kan?

Oke, tanpa berlama-lama lagi, kita coba bahas fungsinya satu satu ya.

Pertama, sebagai pedoman kegiatan.


Jika kitab suci adalah pedoman hidup, maka proposal adalah pedoman kegiatan. Apa sih yang dimaksud dengan pedoman? Pedoman adalah petunjuk. Petunjuk akan membantu manusia ketika hendak menjalankan sesuatu. Termasuk, dalam melakukan sesuatu kegiatan. Untuk itu, dibuatlah proposal kegiatan.

Ada banyak hal yang perlu disusun dalam proposal kegiatan sebagai panduan dalam pelaksanaan kegiatan. .

Kedua, sebagai media untuk mencari sponsor


Proposal kegiatan juga berguna sebagai bahan dalam pencarian sponsor. Apa itu sponsor? Sponsor disini maksudnya adalah pihak yang memberikan dukungan terhadap kegiatan acara, baik dukungannya berupa materil, maupun non-materil. sponsor bisa datang dari berbagai kalangan, namun umumnya adalah perusahaan.

Perusahaan biasanya punya alokasi dana untuk biaya marketing atau bahkan biaya yang khusus untuk disumbangkan kepada masyarakat sekitar perusahaan itu beroperasi. Namun, dana itu tak sembarangan dibagi-bagi, seperti dibagi dengan cara di awur-awur dari helikopter misalnya. Itu langka terjadi.

Namun, biasanya diberikan dengan cara yang lebih bermartabat dan pilih-pilih. Salah satunya, kepada penyelenggara-penyelenggara kegiatan yang mengumpulkan banyak orang.

Ada kalanya perusahaan memang memberikan bantuan secara cuma-cuma tanpa meminta balas jasa dari penyelenggara kegiatan. Namun, adakalanya meminta balas jasa. Misalnya, dengan meminta penyelenggara memasang logo perusahaan tersebut di poster atau spanduk kegiatan. Tentu saja, bagi perusahaan itu sangatlah bermanfaat. Itu akan menambah citra positif perusahaan tersebut ditengah masyarakat.

Akan timbulkan kesan, “Wah, baik ya perusahaan itu.”


Nah, agar perusahaan tertarik memberikan bantuan materil atau non-materilnya, penyelenggara kegiatan perlu untuk menjelaskan secara rinci kegiatan yang akan diselenggarakan. Disinilah proposal menjadi sangat berguna. Ia akan menjadi media penjelas, yang me
mbuat penyelenggara kegiatan tak perlu panjang lebar ba..bi..bu.. menjelaskan kegiatannya.

Ketiga, menjadi dasar hukum saat terjadi perselisihan.



Penyelenggara kegiatan yang menyusun sebuah proposal, biasanya bukanlah monyet, bukan juga babi, dan tentu bukan tongeret. Penyelenggara kegiatan pastilah manusia. Nah, karena isi kepala manusia itu pasti memiliki sisi-sisi yang berbeda, maka sangat mungkin ada perselisihan diantara mereka. Termasuk, tatkala proses pelaksanaan kegiatan.

Ditengah jalan bisa saja ada diantara anggota yang berselisih tentang konsumsi yang mesti disiapkan. Ada yang inginnya nasi padang, ada yang inginnya soto bandung, ada yang inginnya seblak ceker, dan ada juga yang inginnya surabi oncom.

Nah, ketika proposal itu sudah dibuat, maka sesungguhnya sudah jelas siapa yang mesti memutuskan pilihan. Siapa ia? Tentu saja seksi konsumsi. Dia sudah sah dicatat sebagai ‘hakim’ atas urusan yang berhubungan dengan isi perut.

Bayangkan jika sebelumnya tak ditunjuk dan tak tertulis penanggung jawab yang menangani urusan konsumsi, perang besar mungkin saja terjadi. Seperti kita tau, betapa banyak gontok-gontokan terjadi karena memperebutkan isi perut.

Keempat, sumber rezeki bagi penadah kertas bekas.


Fungsi terakhir ini hanyalah fungsi tambahan. Kalian boleh anggap ini candaan, namun bagi mbah, ini serius.

Proposal yang dibuat secara tertulis biasanya hanya digunakan sekali pakai. Jarang ada yang mengawetkannya menggunakan garam lalu dipajang di lemari-lemari kaca berukuran besar dan dimuseumkan. Kalaupun dijadikan arsip, pada tahun tahun berikutnya akan dibuang juga.

Namun taukah kamu, didunia ini tak sedikit orang yang membutuhkan kertas bekas. Mereka biasanya mengolah ulang kertas bekas yang dianggap tak berguna menjadi sesuatu yang bernilai. Misalnya, mereka para pengusaha bungkus gorengan.
Satu ikat bungkus gorengan berisi 50 lembar, bisa dijual mulai dari harga empat ribu rupiah. Lumayan kan? Jadi, semakin sering kalian membuat proposal, maka itu boleh jadi ikut membantu berputarnya roda perekenomian pengusaha bungkus gorengan. Mulia sekali.
**

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like