Apakah gaji anda sudah cukup
sebagai seorang guru? Gaji guru jika dibandingkan pekerjaan-pekerjaan lain
memang tak seberapa.  Tapi sering yang
terasa, menjadi guru adalah panggilan jiwa. Maka sekalipun gaji anda relatif
kecil, anda tetap bertahan di pekerjaan anda sebagai guru. Benar begitu?
Namun, sebagai manusia, adalah
normal jika anda berharap bisa dititipi banyak harta. Memilki harta yang
melimpah adalah hal yang lumrah saja. Toh, dengan kepemilikan harta, anda bisa
melakukan berbagai macam kebaikan. Anda bisa bersedekah, menolong orang,
memberi uang mertua, hingga memberangkatkan orangtua pergi ke tanah suci.
Sayangnya, jika berfikir dalam
kerangka logis dan matematis, mengandalkan penghasilan sebagai anda sebagai
guru saja rasa-rasanya akan membutuhkan waktu yang panjang untuk meraihnya. Kecuali
jika anda adalah guru PNS yang tinggal di daerah seperti Jakarta yang konon
tunjangannya guede.

Baca juga: Guru Honorer Sebaiknya Kuliah Lagi Di Jurusan Ini

Maka dari itu, tidak salah jika
anda berfikir untuk mencari pekerjaan sampingan yang dapat menjadi sumber
penghasilan tambahan. Hanya saja, yang harus diingat, jangan sampai pekerjaan
sampingan anda mengganggu pekerjaan utama sebagai guru. Untuk itu, memperhatikan
beberapa hal berikut ini.

Pertama, memahami apa yang dimaksud pekerjaan sampingan


Apa itu pekerjaan sampingan? Secara
sederhana, pekerjaan sampingan adalah pekerjaan yang tidak berat untuk
dikesampingkan. Artinya, pekerjaan sampingan itu adalah pekerjaan alternatif
yang sudah pasti dinomor duakan ketika berbenturan dengan pekerjaan utama.
Dengan memahami hal ini, anda
tetap akan memprioritaskan pekerjaan utama anda sebagai guru. Bagaimanapun,
pekerjaan utama anda sebagai guru menuntut perhatian yang cukup besar.
Jangan sampai pekerjaan sampingan
anda malah anda posisikan sebagai pekerjaan utama. Dimana karenanya, anda
akhirnya menelantarkan pekerjaan anda sebagai guru. Sering absen, tidak peduli
siswa, dan malas menambah wawasan.

Kedua, memastikan bahwa pekerjaan sampingan tidak berpotensi berkonflik
dengan pekerjaan utama


Hal yang juga harus diperhatikan,
jangan sampai pekerjaan sampingan anda memicu konflik dengan pekerjaan utama. Misalnya,
menimbulkan potensi benturan waktu, sehingga menuntut ada menumpuk dua
pekerjaan dengan deadline yang sama,
dalam satu waktu.
Jika ini terjadi, jelas anda akan
menemui kebingungan-kebingungan ditengah perjalanan anda. Hingga muncul dilema untuk
memutuskan melanjutkan pekerjaan yang mana. Bahkan bukan tak mungkin, pekerjaan
anda sebagai guru yang pada mulanya adalah pekerjaan utama, justru malah sering
terabaikan.
Prilaku semacam ini
mengategorikan anda sebagai seorang yang tidak amanah dan professional. Padahal,
siapa saja yang ingin sukses dalam dunia kerja dan usaha, umumnya harus menjaga
profesionalisme kerja.

Ketiga, pilihlah pekerjaan sampingan yang anda nikmati


Salah satu faktor penting
suksesnya anda dalam sebuah pekerjaan, adalah rasa suka anda terhadap pekerjaan
tersebut. Tanpa ada rasa suka, anda akan mudah tertekan dan bahkan depresi.
Maka dari itu, ketika anda ingin
mencari pekerjaan sampingan, pastikan anda menikmati pekerjaan itu. Jika tak
dinikmati, itu akan menggagu pikiran anda. Otomatis, kinerja anda di pekerjaan
utama  sebagai guru berpotensi terganggu.
Alangkah berbahayanya jika anda
akhirnya harus membawa masalah anda di pekerjaan ke dalam kelas. Hal ini jelas
merusak profesionalisme anda sebagai guru. Tak selayaknya demikian.
Nah, untuk menghindari hal
tersebut, penting anda memilih pekerjaan sampingan yang anda nikmati ketik
melakoninya.

Keempat, jika memungkinkan, carilah pekerjaan sampingan yang ada
hubungannya dengan pekerjaan utama anda sebagai guru


Poin empat ini sebenarnya
opsional saja. Hanya saja, akan lebih baik jika begitu.
Mengapa demikian? Karena jika
pekerjaan sampingan anda berhubungan dengan pekerjaan sebagai guru, itu akan
mengurangi beban kerja anda. Jika pekerjaan sampingan anda adalah sesuatu yang
berhubungan dengan disiplin ilmu yang anda sudah kuasai, tentu anda tak perlu
berjibaku dengan pembelajaran yang keras lagi.
Hal ini jelas menghemat tenaga
anda dalam bekerja. Otomatis, pekerjaan utama anda sebagai guru juga akhirnya
tak jadi korban.

Silahkan share artikel ini jika bermanfaat dengan cara memilih tombol media sosial di bawah ini
↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like