Matapendidikan.com.-Pondok
pesantren menjadi salah satu yang terdampak pandemi covid-19 yang melanda
Indonesia. Para santri di berbagai pondok pesantren telah dipulangkan ke rumah
masing-masing sejak covid-19 mewabah.

Namun,
bersamaan dengan berhembusnya wacana new
normal
atau Adaptasi Kebiasan Baru (AKB), 
Kemenag sebagai lembaga yang menaungi pondok pesantren secara formal
mengeluarkan protokol yang disiapkan untuk menghadapi scenario new normal jika benar-benar terjadi.

Dalam
edaran yang dikeluarkan pada (27/05), setidaknya ada 10 protokol santri yang
harus diperhatikan jika mau kembali ke pondok pesantren.

Pertama,
Santri memastikan diri negatif covid-19 dengan menjalani tes PCR/atau rapid test. Jika belum ada kepastian negatif,
maka santri menjalani isolasi di tempat yang sudah disediakan.

Kedua,
Santri tidak diperkanankan terlebih dahulu untuk bersalaman dengan pengasuh,
guru, dan teman selama pandemi belum dinyatakan berakhir.

Ketiga,
Santri melaksanakan upaya jaga jarak dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di
pesantren, seperti saat berinteraksi, salat /beribadah, belajar, dan juga
tidur.

Keempat,
Santri memperhatikan protokol kesahatan pada umumnya dengan senantiasa
menggunakan masker, membiasakan cuci tangan dengan menggunakan sabun, dan juga
selalu menyiapkan hand sanitizer.

Kelima,
Santri mengonsumsi asupan yang menguatkan daya imun yakni dengan banyak
mengonsumsi vitamin C, E, madu, dan makanan/minuman bergizi setiap hari.

Keenam,
Santri dalam menjalankan kegiatan makan dan minumnya, tidak boleh menggunakan
satu wadah secara bersama-sama. Akan tetapi,harus tetap mengikuti protokol
kesehatan.

Ketujuh,
Santri memastikan bahwa perlengkapan yang digunakan di pesantren seperti
pakaian, peralatan mandi, handuk, juga kasur adalah miliki atau untuk
perunutukan sendiri. Bukan digunakan bersama-sama.

Kedelapan,
Santri tidak diperkenankan keluar dari lingkungan pondok secara bebas. Namun,
santri harus mendapat persetejuan dulu dari pengasuh dengan mengikuti berbagai
pertimbangan.

Kesembilan,
Wali santri/keluarga tidak diperkenankan untuk menjenguk ke pondok pesantren
selama pandemi belum resmi dinyatakan berakhir. Jika seandainya terpaksa harus
menjenguk, maka mesti menerapkan protokol covid-19 secara benar.

Kesepuluh,
Jika santri sakit, maka santri tersebut harus menjalankan isolasi sebagai
bentuk kewaspadaan di kamar khusus/poskestren/klinik pesantren. Namun jika
kemudian dibutuhkan bantuan dokter, maka dikonsultasikan dengan wali santri
yang bersangkutan.

Protokol yang
dipersiapkan kemenang ini adalah bentuk persiapan bagi scenario new normal. Protokol ini diberlakukan
jika pondok pesantren nantinya membuka layanan santri mondok.

Namun dilapangan, tentu
tidak semua pondok memutuskan membuka layanan, masing-masing pondok memiliki
pertimbangan yang mungkin berbeda ketika seandainya new normal benar diberlakukan oleh pemerintah.



Silahkan share artikel ini jika bermanfaat dengan cara memilih tombol media sosial di bawah ini

↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like