Proposal. Apa itu proposal? Pertanyaan tentang ‘apa’ mengenai suatu hal yang hendak dibahas adalah penting untuk diuraikan. Betapa garingnya kalian mendengar orang lain membicarakan sesuatu yang tak kalian ketahui apa artinya.

Mbah yakin, tidak semua dari kalian tau apa itu proposal. Mungkin karena kebanyakan nonton iklan di youtube tanpa memencet tombol lewati iklan, waktu kalian jadi habis. Tragisnya, pada akhirnya kalian melupakan pertanyaan ‘apa itu proposal’?

Duhai, betapa malang nasibnya. Andai proposal itu manusia, mungkin ia akan menuntut kalian di akhirat sana.

Untung saja ia bukan manusia. Namun ia adalah ‘RENCANA KEGIATAN YANG DITULISKAN DALAM BENTUK RANCANGAN KERJA YANG AKAN DILAKSANAKAN’. Begitu menurut berbagai sumber literatur yang berseliweran.

****

Oke, pasti kalian belum sepenuhnya paham kan? 


Maka sekarang, kita langsung bedah satu persatu saja poin penting yang terdapat dalam definisi tersebut, supaya kalian tambah paham. Tentu saja, membedahnya tak perlu memakai masker bedah N-95. Selain sulit didapat, satu biji masker itu harganya juga lagi mahal. Setara dengan harga cilok dua plastik penuh, yang kandungan proteinnya bagus kalau pakai tepung segitiga baru.


POIN PERTAMA, PROPOSAL ADALAH RENCANA KEGIATAN.


Pernahkah kalian merencanakan sesuatu? Konon katanya, merencanakan adalah separuh ikhtiar dari kesuksesan dalam melakukan suatu kegiatan. Gagal merencanakan, berarti merencanakan kegagalan. noted.

Untuk itu, ketika kalian hendak melakukan kegiatan, maka kalian perlu melakukan sebuah perencanaan. Kegiatan yang direncanakan dengan kegiatan yang tidak direncanakan akan beda hasilnya.

Contohnya, ketika kalian hendak minum kopi. Kalian bisa saja bertindak seporadis tanpa memikirkan step by step dalam meminumnya. Kalian asal saja mengambil kopi yang ada di dapur. Lalu saat kemasannya hendak dibuka, kalian temukan sangat sulit membukanya. Karena gak mau lama, lantas kalian gigit kemasannya hingga ujung bungkus kopi jadi basah. Pada akhirnya, bau jigong kalian yang belum di susut itu bersenyawa dengan serbuk kopi. Membawa aroma yang membangkitkan kerinduan pada derita. Naon sih.

Beda halnya jika kalian merencanakannya, minimal dalam pikiran. Sebelum ke dapur, kalian susun step by step-nya. Pertama, siapkan gunting. Kalian cari dulu gunting. Mungkin ia ada di kamar mandi, tertinggal saat kalian mencukur bulu hidung. Kedua, siapkan penggaris. Untuk apa? Nanti kita lihat jawabannya.

Ketiga, pergi ke dapur, ambil kopinya dan shake-shake  dulu supaya tidak ada bubuk kopi yang menggumpal di ujung atas kemasan. Ketiga, ukur dulu. Berapa centimeter dari keseluruhan kemasan yang akan kalian gunting. Kalau tidak diukur dan asal menggunting, nanti bisa tumpah berceceran kopinya tuh. Sayang. Keempat, baru gunting deh. Selanjutnya, silakan buat perencanaan sendiri. Dijamin, setidaknya sampai tahap empat kalian merencanakannya, kopi kalian akan bebas jigong. Dapur juga tetap bersih tentunya.

Begitulah gambaran sederhana. Betapa pentingnya sebuah perencanaan. Maka akan sangat penting juga peran proposal ketika kalian hendak menyukseskan suatu kegiatan tertentu.

POIN KEDUA, PROPOSAL DITUANGKAN DALAM RANCANGAN KERJA


Ibarat sebuah rumah, ketika hendak kita membangunnya, maka tak cukup dengan bilang, ‘saya berencana mau bangun rumah’. Apalagi, bikin rumah itu mahal. Kalaupun kalian sudah punya uangnya, lantas selanjutnya bagaimana? Tentu tidak bisa langsung kalian bangun rumah itu. Perlu semacam rancangan kerja.

Kalian perlu mendata apa yang dibutuhkan, agar uang yang dimiliki tak habis secara sia-sia. Kalian perlu merancang rumah kalian bentuknya akan seperti apa, bagaimana denahnya, bagaimana kebutuhan bahan bakunya, bagaimana tahap-tahap dalam pembangunannya. Dari awal sampai akhir harus jelas.

Agar hal yang disasar itu bisa tercapai seefektif dan seefisien mungkin, maka kalian perlu kerangka, perlu susunan perjalanannya secara rinci, hingga hal-hal yang sangat detail. Sedetail mungkin. Ini agar dalam prosesnya berjalan lancar.

Membuat rancangan ini tentu tak cukup dengan membayangkannya dialam pikiran. Perlu dituangkan dalam suatu bentuk. Bisa itu berupa tulisan, bisa juga sebuah video. Hal ini penting, karena yang pertama, manusia itu pelupa. Kedua, agar menjadi semacam komitmen yang dipegang dalam proses melakukan suatu kegiatan.

Untuk perencanaan kegiatan semacam minum kopi mungkin masih ditolerir tidak diperlukan rancangan kerja. Tapi, untuk melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, membutuhkan dana yang tak sedikit, dan mempunyai pengaruh dalam skala tertentu, maka membuat rancangan kerja hukumnya ‘wajib’. Kecuali jika kalian senang gagal, senang dimarahin, dan senang di go-block go-block-in orang.

Jika kalian diberi tugas untuk melakukan kegiatan perpisahan sekolah misalnya, kalian perlu menuangkan latar belakang, masalah dan tujuan, ruang lingkup kegiatan, proses pelaksanaan kegiatan, pelaksana kegiatannya, anggaran yang dibutuhkan, dan sebagainya.


POIN KETIGA, PROPOSAL JUGA DIBUAT UNTUK DILAKSANAKAN


Apa yang dibuat dalam proposal,yang sudah dirancang, sudah juga diputuskan, itu mestinya mengikat. Jadi petunjuk yang dipegang dalam proses perjalanan suatu kegiatan. Proposal dibuat bukan untuk kepenting formalitas. Yang penting jadi, yang penting ada. No no no.

Proposal sejatinya melekat pada siapa saja pelaksana yang terlibat didalamnya. Setiap orang bekerja sesuatu tupoksinya, setiap sen anggaran keluar sesuai jumlah yang dianggarkan, dan sebagainya.

Kecuali, jika dalam perjalanan ada hal-hal yang timbul diluar rencana, bisa saja ada keputusan dadakan. misalnya ada pelaksana kegiatan yang pingsan, kalian bisa menggunakan sebagian dana untuk beli tahu bulat goreng dadakan.

**

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like