Matapendidikan.com.-
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sudah memastikan bahwa diwilayah
pemerintahannya, sekolah adalah tempat yang paling akhir akan dibuka untuk
umum. Bahkan, lebih tegasnya, ia memastikan pembukaan sekolah tidak akan
dilakukan dalam waktu dekat.
“Wacana yang mengemuka nanti Januari(2021) itu yang bisa
diperhitungkan,” ujarnya saat konfrensi pers, sebagaimana dilansir Jawapos.com pada (2/6)
Pemerintah provinsi Jawa Barat tidak mau mengambil resiko
dengan membuka sekolah secara terburu-buru. Meski di saat yang sama, Gugus
Tugas Percepatan Penangulangan Covid-19 di Jawa Barat telah memberi izin bagi
15 daerag dengan status zona biru untuk menerapkan new normal atau sering disebut adaptasi kebiasaan baru.
Akan tetapi, meski pembukaan sekolah Januari 2021, Aktivitas
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terus berjalan. Begitu juga dengan
pembelajaran. Aktivitas belajar-mengajar akan dilaksanakan seperti biasa dengan
metode jarak jauh sebagaimana yang beberapa bulan sebelumnya sudah dijalankan.
Keputusan ini selaras dengan anjuran yang diberikan oleh
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Dalam rilisnya, organisasi yang dipimpin
oleh Aman B. Pulungan ini memberikan lima anjuran bagi pemerintah.
“Dengan mempertimbangkan antisipasi lonjakan kasus kedua,
sebaiknya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai dengan Desember 2019,”demikian
salah satu kpoin dalam press release yang
dikeluarkan IDAI pada (30/5) lalu.
IDAI bahkan menghimbau agar sebelum sekolah pada akhirnya
dibuka, berbagai pihak sebaiknya bekerjasama dengan cabang-cabang IDAI untuk memastikan
bahwa sekolah sudah siap dengan pembukaan tersebut. **

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like