Matapendidikan.com,- Sekolah dibuka tahun 2021 bukan lagi sekedar wacana.
Perpanjangan pembukaan sekolah ini diputuskan berdasarkan berbagai kajian dan
saran dari berbagai elemen masyarakat. Termasuk, kalangan pakar semisal Ikatan
Dokter Anak Indonesia dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Bagi anda yang kini menjadi orangtua, sebagian besar bisa jadi
ini merupakan kabar baik. Kecemasan anda jika harus merelakan anak anda pergi
ke sekolah karena khawatir terjangkit pandemi tak perlu anda. Anda tetap bisa
memantau secara penuh kesehatan anak anda selama masa pandemi masih
berlangsung.

Namun, disisi lain, penting juga disadari. Ternyata, ada pihak
lain yang mungkin terdampak akibat kebijakan ini. Salah satunya, sekolah
swasta.

Sejak pandemi berlangsung, sekolah-sekolah swasta mengaku
kesulitan secara finansial. Keberadaan sekolah swasta yang dalam operasionalnya
menggunakan penyerapan dana dari SPP siswa, harus macet dan berkurang daya
serapnya. Apalagi, sekolah-sekolah yang menarik SPP dengan biaya yang relatif tinggi.


Hal ini misalnya di akui oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu
(JSIT) Indonesia yang menaungi sekitar 2.313 sekolah swasta di Indonesia. Berdasarkan
survey yang dilakukan organisasi ini, lebih dari 50% anggota yang tergabung
mangaku kesulitan finansial.

Rata-rata kesulitan finansial terjadi sebagai imbas dari dua persoalan.
Pertama, kesulitan ekonomi orangtua yang terdampak pandemi. Kedua, keengganan
orangtua membayar SPP secara utuh karena menganggap tidak menggunakan haknya
secara penuh sebagaimana ketika sekolah berjalan dalam kondisi normal.

Dampak dari hal ini, guru-guru beserta staff sekolah disebagian
sekolah swasta mengalami pemotongan gaji dan bahkan penundaan gaji. Efek domino
ini yang dituntut untuk diperhatikan pemerintah.

Lantas, bagaimana nasib sekolah swasta jika sekolah dibuka pada
Januari 2021. Dikaitkan dengan sebab permasalahannya, mungkin dari sisi
kemampuan finansial orangtua siswa paska diberlakukannya new normal disebagian daerah akan berangsur pulih. Meski tentu, ini
butuh waktu dan masih bergantung pada situasi kesehatan nasional. Mengingat potensi
gelombang kedua lonjakan covid masih membayang.

Namun persepsi orangtua yang menganggap tak perlu membayar utuh
SPP atau bahkan tak perlu membayar meski sepeser pasti tetap ada selama anak
masih melaksanakan kegiatan belajar dari rumah. Bagaimana dengan anda yang
menjadi orangtua, apakah anda rela membayar SPP selama anak belajar dari
rumah?**

Silahkan share artikel ini jika bermanfaat dengan cara memilih tombol media sosial di bawah ini
↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓↓

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like