Contoh Kontrak Belajar

Kegiatan
belajar mengajar, melibatkan dua pihak utama. Yakni pendidik dan yang dididik.
Agardalam prosesnya berjalan dengan lancar, salah satu yang
dibutuhkan adalah pembuatan kontrak
belajar
diantara keduanya.

Kontrak belajar
adalah
kesepakatan-kesepakatan yang dibuat antara guru dan murid dengan
didasarkan kesadaran dan kesepahaman kedua belah pihak untuk mnciptakan kondisi
belajar yang lebih efektif.

Proses penyusunannya umumnya di awal Tahun Pelajaran.
Sehingga isi yang tertuang di dalamnya dapat menjadi pijakan serta landasan
dalam kegiatan belajar selama ada aktivitas pembelajaran yang melibatkan
keduanya.

Bentuk Kontrak
Belajar

Dalam penyusunan dan pembuatannya, bentuknya bisa dalam dua
macam.

Pertama, bentuk lisan
atau verbal

Artinya, guru cukup menyampaikan apa saja yang perlu
disepakati di kelasnya ketika awal pembelajaran. Kemudian, guru memastikan
setiap individu yang diajar di kelasnya memahami dan turut menyepakatinya.

Bentuk semacam ini mudah. Namun, berisiko dilupakan. Apalagi
jika sang pengajarnya termasuk orang yang mudah lupa dan kurang konsisten
antara ucapan dengan perbuatannya.


Kedua, bentuk
tertulis

Maksudnya, kesepakatan-kesepakatan yang dibuat dituliskan
dalam selembar kertas atau diketik untuk disepakati kedua pihak. Tulisan ini
nantinya bisa di tempel di kelas atau bisa juga dipegang oleh anda selaku
pemimpin di kelas.

Didalamnya, mesti termuat pernyataan yang menunjukan bahwa
setiap murid siap termasuk anda juga siap untuk konsekuen dengan segala poin yang
disepakati.

Contoh Kontrak
Belajar

Contoh kontrak belajar


KONTRAK BELAJAR GURU DAN SISWA


Dengan disaksikan Allah Swt yang Maha Kuasa, dengan ini, Kami,
guru dan siswa yang ada di Kelas 10 SMA Negeri Barakuda menyepakati beberapa
poin berikut ini:

1. Kami siap untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar
dengan maksimal sesuai dengan kemampuan.

2. Kami siap untuk berusaha untuk tidak terlambat datang ke
kelas. Jika kami terlambat datang lebih dari 15 menit, kami siap mendapatkan
konsekuensinya: yakni menulis satu halaman dari al-Quran.

3. Kami siap hadir minimal 75% selama satu Tahun Pelajaran.
Jika siswa absen dibawah itu, maka harus siap untuk mendapat nilai di bawah
KKM. Jika guru absen dibawah itu, maka guru juga siap mendapat konsekuensinya
dari kepala sekolah.

4. Kami siap untuk tidak makan dan minum selama pembelajaran
berlangsung. Jika kami ketahuan melanggarnya, kami siap dihukum membersihkan
halaman kelas.

5. Kami tidak akan menggunakan alat komunikasi baik itu handphone, smartphone, maupun iphone kecuali untuk kepentingan
pembelajaran dengan seizin guru. Jika kami ketauan melanggar, kami siap alat
komunikasi tersebut disita selama satu hari.

6. Kami siap untuk mengerjakan setiap tugas yang diberikan.
Jika tidak mengerjakan, kami siap diberikan tugas tambahan.

7. Penilaian yang diberikan oleh guru kepada siswa harus
berpatok pada komposisi: kehadiran 20%, pengerjaan tugas dan keaktifan 30%,
penilaian tengah semester 25%, dan penilaian akhir semester 25%.

8. Kami siap untuk melaksanakan seluruh kesepakatan ini sebaik
mungkin dan menjalankan berbagai konsekuensinya jika terjadi pelanggaran.

Yang membuat pernyataan,
Bagus Hebatsekali (Siswa Kelas X5)
Contoh di atas adalah jika pembelajaran dilakukan normal
dengan tatap muka. Namun, sebenarnya tak jauh berbeda jika ingin diterapkan
juga dalam mode jarak jauh atau daring. Hanya perlu beberapa modifikasi pada
beberapa poin saja.

Patut diperhatikan, dalam pembuatannya jangan sampai semua
beban diberikan kepada anak didik anda. Dalam artian, yang berkewajiban
melaksanakan seluruh poin tersebut bukan adalah seluruh pihak termasuk anda
selaku guru.

Mengapa demikian? Hal ini agar anak didik anda mampu melihat
bahwa gurunya adalah sosok yang sportif, adil, dan memberikan contoh. Sehingga
terhindar dari kemungkinan ada siswa yang membicarakan buruk gurunya diluar
kelas.

Manfaat Kontrak
Belajar

1. Melatih sikap komitmen antara ucapan dan perbuatan.

2. Melatih kedisiplinan yang akan bermanfaat untuk masa depan

3. Membangun budaya adil dan transparan di sekolah

4. Membangun mental konsekuen terhadap aturan

5. Menciptakan sikap saling percaya antara guru dan murid

Meskipun ada banyak manfaatnya, namun tentu saja hal itu akan berlaku manakala kontrak belajar dilaksanakan dengan baik. Sebaliknya, jika hanya sekedar ditulis atau disampaikan namun tiada komitmen dan sikap konsekuen, yang terjadi bisa sebaliknya, bahkan buruk.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like