Salah satu hal yang paling dibutuhkan di era Revolusi
Industri 4.0 adalah kemampuan Literasi. Generasi muda sebagai penerus mesti
disiapkan memiliki kemampuan dalam mengelola informasi yang ada di tengah
pesatnya perkembangan teknologi. Pada titik ini, peran satuan pendidikan dalam
pelaksanaan literasi di sekolah adalah sesuatu yang tak terelakan.
Sekolah, sebagai salah satu bentuk satuan pendidikan,
memiliki beberapa peran dalam mewujudkan tujuannya. Diantaranya.

1. Fasilitator

Dalam hal ini, berusaha untuk menyediakan berbagai sarana
dan prasarana yang mendukung pada peningkatan kualitas literasi pra pelajarnya.
Baik itu yang berupa fisik; seperti buku-buku, perpustakaan,hingga
administrasi pendataannya. Maupun yang bersifat digital. Baik itu perpus
digital, akun sosial media sekolah, dan sebagainya.
Bukan hanya itu, termasuk peran yang krusial juga
menghidupkan program ini dengan menunjuk pembinanya dan memberinya ruang untuk
berkreasi.

2. Motivator

Peran lain yang tak dapat dilupakan adalah menjadi wadah
yang mampu memotivasi siswa untuk terus meningkatkan literasinya. Salah satunya
dengan senantiasa mengarahkan dan mengingatkan para siswa untuk menjadikan
literasi sebagai sesuatu yang penting bagi mereka.
Ingatkan dan berikan alasan kuat yang menjadi dasar
pentingnya para siswa memiliki kemampuan tersebut. Upaya ini tentu dilakukan
dengan membangkitkan kesadaran dari dalam, bukan semata pemaksaan. Beberapa
langkahnya dapat mengaitkan literasi dengan keyakinan agama siswa hingga dengan
masa depannya.

3. Legislator

Sekolah juga dapat menjadi pihak yang menyiapkan seperangkat
aturan tertulis dan berdasarkan kesepakatan. Dimana dalam pengaturannya,
didesain sedemikian rupa agar tujuan meningkatnya kemampuan literasi dapat
tercapai dengan maksimal.
Misalnya, dengan membuat program lomba membaca, membuat
laporan buku, hingga mewajibkan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Kreativitas
dan inovasi dapat dilakukan tentunya sesuai dengan kondisi di setiap satuan
yang mungkin berbeda-beda.

4. Akselerator

Ketika faslitas, motivasi, dan kebijakan sudah dibuat, maka
peran selanjutnya adalah menjadi akselerator yang terus menerus berpikir untuk
menambah dan mempercepat apa yang sudah dibangun.
Dalam konteks ini, tentu saja mestinya sekolah tidak cepat
puas dengan apa yang diraih. Senantisa melaksanakan evaluasi dari waktu ke
waktu untuk menambal apa yang perlu diperbaiki, yang perlu dipertahankan, dan
yang perlu ditingkatkan. Mengingat zaman terus berkembang. Begitu juga bahan
dan sumber literasi yang dapat diakses oleh para pelajar sebagai subjek dari
kegiatan ini.
Tentu saja, dalam mengaplikasikannya, dibutuhkan peran dari
berbagai pihak yang ada di dalam satuan pendidikan. Baik itu kepala sekolah,
wakil kepala di berbagai bidang, para guru, hingga staff-staff lain.

Baca juga: Materi Pentingnya Literasi Digital

Demikianlah peran
satuan pendidikan dalam pelaksanaan literasi di sekolah.  
Semuanya mesti kompak agar apa yang
direncanakan dan diusahakan dapat berjalan dengan lancar. Jika tidak demikian,
maka tentu saja itu menimbulkan hambatan dan gangguan.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like