Kreatif adalah memiliki daya cipta atau memiliki kemampuan
untuk menciptakan. Itu adalah definisi yang diberikan oleh Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Dengan kata lain, ia merujuk pada sebuah keterampilan yang dimiliki
manusia dalam tataran praktis untuk menunjang kehidupannya.
Kemampuan untuk menjadi orang kreatif sangat diperlukan
dalam kehidupan. Apalagi, di tengah zaman yang kian modern dan kompetitif. Anda
yang ingin bertahan dalam berbagai bidang pekerjaan atau keahlian anda, perlu
untuk memikirkan berbagai diferensiasi untuk bertahan dalam hidup.
Apakah anda termasuk orang yang kreatif? Untuk menjawab hal
ini jelas tak bisa berdasarkan klaim semata. Bisa saja anda mengaku-ngaku
sebagai orang yang kreatif. Namun itu tak cukup etis dan tak berguna. Apalah arti
sebuah klaim bila tak terbukti.
Itu hanya akan menunjukan anda sebagai sosok yang suka
gembar-gembor dan sombong. Ketimbang mengklaim, lebih baik anda identifikasi
diri berdasarkan standar-standar yang sudah digariskan oleh para ahli. Jika setelah
identifikasi jawabannya iya, selamat. Jika ternyata tidak, tak mengapa. Itu bisa
menjadi bahan bagi anda untuk layak terkategori manusia kreatif.
Roger Von Oech, dalam bukunya A Whack Son Side Of The Head: How Can Be More Creative memberikan
setidaknya 10 standar yang menjadi ciri untuk menunjukan kelayakan anda disebut
kreatif ataukah tidak? Berikut ulasannya.

1. Orang kreatif senang
mencari jawaban kedua

Jika anda terkategori kreatif, anda pasti tak puas dengan
hanya menemukan satu solusi ketika menjumpai permasalahan. Akan tetapi, anda
umumnya senang mencari jawaban lain yang lebih baik. Dengan kata lain, ada
jawaban kedua yang anda temukan.
Ada ketidakpuasan dalam hati anda jika hanya memiliki satu
solusi untuk satu masalah. Akal anda senang bekerja untuk memperkaya solusi
atas sebuah persoalan yang anda jumpai dalam lika-liku kehidupan yang dijalani.


2. Orang kreatif senang
berpikir lunak

Kreatifitas adalah pengembangan hasil dari otak kiri dan
pada saat yang sama bersikap keras terhadap ide otak kanan yang mengabaikan
batasan dan lunak terhadap berbagai ide.
Sehingga, ada kecendrungan dalam diri mereka yang kreatif
bersikap lunak terhadap berbagai ide yang ia jumpai dalam kehidupan. Tidak kaku
dan memberi ruang untuk berbagai ide baru tersebut untuk dipikirkan dan
ditimbang.

3. Orang kreatif suka
menggugat aturan

Hal ini bisa bermakna baik dan bisa juga bermakna buruk. Namun,
begitulah karakter pemilik kreatifitas.
Jika anda kreatif, anda akan cenderung menggali alasan
dibalik ditetapkannya suatu aturan. Hakikat dan berbagai hal yang ada
dibaliknya anda cari. Hingga ketika anda berpikir aturan itu tidak lagi baik
untuk diterapkan, anda akan memikirkan pemecahan baru yang dipikir lebih baik
dan efektif.


4. Orang kreatif suka
mencoba kemustahilan

Mustahil adalah sesuatu yang dianggap tidak mungkin untuk
dilakukan dan ditembus. Sehingga, banyak orang berpikir untuk mengabaikan dan
melewatkannya.
Hanya saja, orang yang kreatif tidak akan merasa terbatasi
dengan anggapan-anggapan kemustahilan tersebut. Ia akan merenungkan dan memikirkan
hal-ha yang baru untuk memicu munculnya berbagai kemungkinan baru untuk melawan
kemustahilan tersebut.


5. Orang kreatif toleran
terhadap hal yang dilematis

Situasi dilematis, atau situasi kepepet, adalah sesuatu yang
ditoleransi oleh orang kreatif. Jika anda benar memiliki kreatifitas yang baik,
pasti anda menganggap situasi semacam ini biasa-biasa saja atau bahkan
kesenangan tersendiri. Soalnya, kondisi ini akan membuat kreatifitas dan
pemikiran-pemikiran cemerlang anda muncul. 

Sebaliknya, ketika kondisinya datar-datar saja, linear, dan
tunggal, justru jarang-jarang anda menemukan inspirasi.

6. Orang kreatif melihat
kesalahan atau kegagalan sebagai peluang

Sebagian orang seringkali berpikir mencari aman dan
menghindari berbagai kemungkinan salah dan gagal. Cenderung menjauhi resiko
atau hal-hal yang mungkin berdampak buruk baginya dalam jangka dekat.
Hal ini tidak berlaku bagi orang kreatif. Mereka juga
berpikir sebaliknya. Hal semacam itu adalah peluang. Baginya, kegagalan dan
kesalahan yang didapat justru sesuatu yang baik yang bisa jadi tidak didapatkan
jika keadaannya lurus-lurus atau datar-datar saja.

7. Orang kreatif senang
humor dan santai

Kondisi santai dan gembira, konon membuat pertahanan mental
menjadi longgar. Sehingga manusia cenderung tidak dipusingkan dengan aturan,
hal mustahil, dan berbagai hal keliru.
Maka umumnya orang kreatif itu senang dengan humor-humor dan
sikap santai. Tidak merasa terbebani dan terkangkangi oleh banyak hal.

8. Orang kreatif senang
meninjau dunia luar

Orang yang sibuk melihat dunia dalamnya sendiri akan
kehilangan banyak ide. Sebaliknya, meninjau dunia luar adalah sarana untuk
mendapatkan berbagai ide baru untuk kehidupan dalam dunia internal kita.
Dengan meninjau dunia luar, anda akan memiliki banyak
referensi baru dan segar untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi. Tidak terkungkung
dan beku dalam dunia sendiri.

9. Orang kreatif berani
berpikir beda

Dalam suatu lingkungan atau komunitas, umumnya ada aturan. Baik
yang bersifat tertulis maupun tidak tertulis. Ada budaya organisasi yang
diterapkan di tengah masyarakat.
Umumnya, banyak orang menyesuaikan diri agar sama dengan
lingkungannnya. Namun, berbeda dengan pemilik kreatifitas. Mereka justru
cenderung berpikir beda meski harus berlawanan dengan mayoritas. Berani dengan
prinsip dan apa yang dianggapnya sebagai kebenaran.

10. Orang kreatif terbuka
dengan gagasan baru

Sikap terbuka terhadap ruang-ruang hal yang baru akan
membuat manusia memiliki variasi gagasan yang dapat diolah. Untuk itu,
keterbukaan terhadap gagasan baru  adalah
ciri yang melekat dan tidak bisa dipisahkan dari sosoknya.
Apakah anda termasuk seperti ini? Atau justru sebaliknya? Sebelum
gagasan dijelaskan anda malah gemar menyanggah pembicaraan dan menutup
kesempatan bicara orang lain. Mudah-mudahan tidak ya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like