5 Unsur Kebahasan Teks Laporan Hasil Observasi

Masing-masing teks yang dipelajari dalam Materi Bahasa Indonesia disetiap jenjangnya, memiliki karakteristik dan cirinya tersendiri. Ciri ini yang membedakan antara satu teks dengan yang lainnya. Nah, salah satu poin pembeda tersebut adalah unsur kebahasaan atau kaidah kebahasaan.

Perbedaan yang ada pada masing-masing teks, umumnya sangat kentara dan dapat dilihat dari unsur atau kaidah kebahasaannya. Yakni bagaimana teks tersebut dibangun dengan pola dan cara berbahasanya tersendiri.  

Termasuk, manakala kita hendak coba membedakan Teks Laporan Hasil Observasi dengan yang lainnya. Untuk itulah, artikel ini mencoba mengulasnya.

Unsur Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Ada beberapa ciri kebahasaan dalam teks ini. Berikut ulasannya.

1. Memuat Frasa (Kelompok Kata) Nomina dan Verba

Jika kita perhatikan, di dalam teks ini umumnya banyak mengandung dua jenis frasa. Yakni frasa yang bersifat nomina dan frasa yang bersifat verba.

Apa itu frasa? Secara teoritis, Frasa adalah kelompok kata yang memiliki karakter nonpredikatif. Artinya, dalam sebuah kalimat, frasa ini tidak menduduki posisi sebagai subjek atau predikat.

Frasa terdiri dari lebih satu kata. Bisa dua, bisa juga lebih.

Nah, frasa ini mungkin saja memiliki berbagai sifat. Namun, dalam teks laporan hasil observasi, yang lazim dan banyak muncul adalah yang frasa yang bersifat nomina dan verba.

Contoh frasa nomina:

  • Ruang Guru
  • Gedung pertemuan
  • Halaman rumah
  • Kado pernikahan
  • Meja makan
  • Rumah bersalin

Contoh frasa verba:

  • Sedang makan
  • Pergi ke pasar
  • Bekerja keras
  • Belum mandi
  • Sudah makan
  • Menetapkan harga

2. Memuat Kata Rujukan atau Kata Ganti

Kata rujukan atau sering disebut juga kata ganti, merupakan kata yang fungsi menggantikan atau memiliki keterkaitan dengan kata lain. Biasanya digunakan agar sebuah kata tak terlalu serinng muncul dan di ulang-ulang dalam sebuah tulisan

Kata ganti ini ada beberapa macam. Semuanya mungkin saja muncul dalam Teks Laporan Hasil Observasi. Bergantung dari topik teks yang diangkat. Jenis kata ganti ini antara lain:

Kata ganti tempat: di sana, di sini, dan di situ

  • Contoh penggunaan: Aku pernah pergi ke Belanda. Di sana, jalan-jalannya bersih dan tertata.
  • Penjelasan: Kata disana, itu berkaitan dan menggantikan kata Belanda.

Kata ganti benda atau hal: ini, itu, dan tersebut

  • Contoh penggunaan: Masalah perundungan kembali marak terjadi di sekolah. Masalah ini sangat berbahaya jika dibudayakan.
  • Penjelasan: Kata ini adalah pengganti dan berkaitan dengan kata perundungan pada kalimat sebelumnya.

Kata ganti personil atau orang: dia, ia mereka, beliau, dsbg.

  • Contoh penggunaan: Nabi Muhammad Saw adalah penutup para nabi. Beliau memiliki banyak mukjizat yang dikaruniai oleh Allah Swt.
  • Penjelasan: Kata beliau adalah kata pengganti bagi Nabi Muhammad Saw.

3. Memuat Kalimat Definisi

Kalimat definisi merupakan kalimat yang di dalamnya ada kata verba yang bersifat definitif. Dengan kata lain, berfungsi untuk mendefinisikan sesuatu. Contoh kata definitif yang dimaksud seperti kata merupakan, adalah.

Contoh kalimat definisi:

  • Rumah adalah bangunan yang menjadi tempat tinggal dan berlindung dari berbagai gangguan.
  • Kursi merupakan benda yang umumnya dipakai untuk duduk. 

4. Memuat kalimat deskripsi

Kalimat deskripsi adalah kalimat yang menggunakan kata verba untuk kepentingan mendeskripsikan suatu objek.

Contoh kalimat deskripsi:

  • Masjid Al Ikhlas memiliki 10 pilar yang menyangga bagunannya, dengan cat kuning keemasan yang membuatnya nampak megah.
  • Sekolahku mempunyai luas lebih dari 10 hektar, dipenuhi banyak pohon berwarna hijau yang segar dipandang mata. 

5. Memuat kata-kata Istilah

Dalam teks LHO umumnya terdapat juga kata-kata istilah. Yakni, kata-kata tertentu yang secara cermat memiliki konsep makna dalam bidang tertentu. Biasanya, tak semua manusia mengerti dengan kata istilah ini karena penggunannya tidak luas sebagaimana kata-kata pada umumnya.

Kata istilah ini terbagi menjadi dua. 

  • Pertama, ada kata istilah khusus. 
  • Kedua, ada kata istilah umum.

Kata istilah khusus adalah kata-kata yang hanya dipakai secara spesifik dalam satu bidang tertentu saja. Misalnya:

  • Kata: Diagram
  • Kalimat: Diagram menunjukan dari waktu ke waktu, semakin banyak gerakan artis hijrah.
  • Penjelasan: Kata diagram adalah istilah khusus dalam bidang statistika/matematika, yang maknanya merupakan informasi data yang disajikan alam bentuk dua dimensi (visual)

Sedangkan istilah umum adalah kata yang sudah biasa menjadi unsur yang digunakan dalam bahasa sehari-hari masyarakat yang umum. Misalnya:

  • Kata:Generasi
  • Kalimat: Sekolah menjadi tempat untuk mencetak generasi penerus yang memajukan negeri.
  • Penjelasan: Kata generasi memiliki makna istilah sekumpulan orang yang lahir dan besar dalam sebuah rentang masa tertentu.

Nah demikianlah sedikit pembahasan mengenai Unsur Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi. Semoga bermanfaat!

Comments

  1. Wah dengan adanya pembahasan ini saya menjadi lebih tau cara menggunakan bahasa yang benar saat membuat teks hasil observasi

  2. penjelasan nya bagus,tapi mungkin agak diperpendek atau menjelaskann intinya saja,agar lebih mudah dimengerti,trimakasih

  3. Dengan adanya pembahasan ini saya jadi lebih paham mengenai teks LHO, Terimakasih ya, ini sangat berguna bagi saya

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like