11+ Contoh Teks Editorial Terbaru 2020 (Ragam Topik)

Salah satu materi dalam kelas 12 bahasa Indonesia adalah tentang Teks Editorial. Materi ini dibahas di semester satu setelah pembahasan teks cerita sejarah. Kami akan membagikan beberapa contoh tentang contoh teks editorial terbaru 2020 untuk Kalian semua.

Contoh Teks Editorial Terbaru 2020

contoh teks editorial
Sebelum membahas secara lebih mendalam tentang contoh teks editorial, ada baiknya Kamu menajamkan pemahaman terlebih dahulu tentang pengertian dan struktur teks editorial.

Pengertian

Teks editorial adalah sebuah teks yang menjadi salah satu rubrik di media massa cetak semacam koran, majalah, ataupun buletin. Isinya biasanya membahas suatu itu atau masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan memberi sudut pandang terhadap masalah tersebut.

Struktur Teks Editorial

Sruktur teks editorial secara umum mirip dengan teks eksposisi, antara lain:
  1. Pernyataan umum atau tesis
  2. Argumentasi
  3. Penegasan atau penegasan ulang
Atau bisa juga kalian menyimak materi di Youtube ini:

Contoh Teks Editorial Terbaru 2020 Berbagai Tema atau Topik

Nah, dalam tulisan ini Kami akan menyajikan berbagai contoh teks editorial. Mulai dari teks editorial yang singkat maupun panjang, dari yang 3 paragraf, 4 paragraf, 5 paragraf, hingga 6 paragraf. Berbagai topik yang banyak bisa Kamu pilih untuk dijadikan sarana yang membuatmu semakin paham.

Contoh Teks Editorial
Belajar Daring (Pembelajaran Jarak Jauh)

Salah satu yang bisa jadi topik editorial adalah belajar
jarak jauh. Berikut ini contoh teks editorial belajar daring atau pembelajaran
jarak jauh online.

Belajar Daring,
Efektifkah?

Tesis

Belajar daring menjadi sesuatu yang baru dilakukan oleh guru
dan murid semenjak pandemi covid-19 melanda Indonesia. Tepatnya sekitar bulan
Maret 2020. Karena ini baru, tentu saja penerapannya tidak langsung berhasil.
Banyak yang menjumpai masalah, baik itu guru maupun siswa.

Argumentasi

Banyaknya masalah tersebut antara lain masalah infrastruktur
dan perangkat. Banyak daerah yang belum siap online karena sinyalnya di
daerahnya kurang memadai. Bahkan, banyak juga siswa yang tak memiliki HP. Sehingga,
pembelajaran online yang mereka lakukan menjadi tidak maksimal.

Ini menjadi sinyal juga kepada pemerintah bahwa sinyal untuk
komunikasi internet belum maksimal dan merata di seluruh Indonesia. Sekaligus,
fakta juga bahwa rakyat miskin yang belum bisa beli HP itu masih banyak.

Selain itu, jarak siswa dan guru yang jauh membuat siswa
menjadi lebih leluasa dan kendor kedisiplinannya. Sehingga keterlibatannya juga
akhirnya minim. Apalagi jika orangtuanya sibuk dan tidak bisa memantau secara langsung
kegiatan belajarnya.

Belum lagi rasa bosan yang melanda sebagian siswa. Jika saat
sekolah biasa mereka bisa menyelingi berlajar dengan bermain bersama teman di
sekolah, belajar dari rumah jelas berbeda. Mereka ditunut menjaga kesehatan
dengan mengikuti protokol.

Penegasan

Sekian masalah yang bertumpuk itu tentu saja membuat Kita
makin berharap, bahwa pandemi ini segera berakhir. Sehingga pembelajaran bisa
dilakukan lagi di sekolah dan hambatan-hambatan pembelajaran bisa dengan mudah
teratasi. Tentu dibutuhkan keseriusan semua pihak untuk mencapai itu.

Contoh Teks Editorial
di Koran

Berikut ini salah satu contoh teke editorial yang ada di
koran Tempo tentang pembangunan sirkuit moto GP di Indonesia.

Balap Proyek di Lahan
Sengketa

Tesis

IBARAT balapan, masyarakat Mandalika tercecer di urutan
belakang pembangunan sirkuit di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Mereka
adalah prioritas terendah dalam proyek mercusuar pemerintah Presiden Joko
Widodo itu.

Argumentasi

Arena balapan di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika mulai
dibangun pada Oktober tahun lalu. Proyek ini ditargetkan rampung pada Juni
2021, empat bulan sebelum digelar adu balap sepeda motor MotoGP 2021. Pengelola
sirkuit menyatakan telah mengantongi kontrak menjadi tuan rumah MotoGP dan
World Superbike selama tiga musim.

Perusahaan konstruksi asal Prancis mengerjakan lintasan
balap sepanjang 4,32 kilometer dengan 18 tikungan. Sebagian lahan yang
digunakan merupakan enclave, yang dihuni 151 keluarga. Pembuatan fasilitas
balapan berada di atas lahan yang sebagian besar masih merupakan obyek sengketa
kepemilikan. Sudah bisa diduga, proyek memantik konflik dengan masyarakat
sekitar.

Masyarakat di kawasan Mandalika, yang diklaim bakal
menikmati manfaat ekonomi kelak setelah balapan digelar, tak pernah diajak
bicara. Perusahaan negara pengelola kawasan ekonomi khusus, PT Indonesia
Tourism Development Corporation, bahkan segera menggusur mereka dengan bantuan
aparat keamanan. Sejumlah penduduk, kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia,
melaporkan intimidasi dalam proses pembebasan lahan. Mereka menyatakan terus
didatangi tentara dan polisi agar segera meninggalkan lahan bakal area balapan.

Pelibatan tentara dan polisi untuk menggusur masyarakat itu
tidak patut. Apalagi pengembang juga melaporkan secara pidana penduduk yang
memilih bertahan dengan tuduhan menggunakan tanah tanpa izin. Majelis hakim
Pengadilan Negeri Praya menghukum terdakwa dua bulan penjara dengan masa percobaan
enam bulan. Beruntung, Pengadilan Tinggi Mataram membatalkan putusan itu.

Proyek-proyek infrastruktur era Jokowi sering kali memantik
konflik lahan seperti itu. Konsorsium Pembaharuan Agraria mencatat 83 proyek
infrastruktur yang memicu konflik agraria sepanjang tahun lalu. Menurut lembaga
nirlaba itu, sengketa dipicu kebijakan agraria yang masih didominasi kerangka
berpikir developmentalistik, memandang sumber agraria dan alam sebagai aset
pembangunan. Pembangunan proyek infrastruktur digeber demi keuntungan pebisnis
walau harus menggusur penduduk dan merusak alam.

Pada umumnya, demi mengejar target waktu proyek, pengembang
menitipkan uang konsinyasi ke pengadilan. Masyarakat yang berkeberatan,
termasuk pada nilai ganti rugi, lalu dipaksa pergi. Hal itu pula yang terjadi
di Mandalika. Pendekatan semacam ini memang cepat “menyelesaikan persoalan”,
tapi menjauhkan esensi pembangunan, yaitu demi meningkatkan harkat dan martabat
manusia.

Pemerintah semestinya segera membenahi tata kelola
pembangunan infrastruktur itu. Tanpa perbaikan, berbagai proyek yang menjadi
andalan pemerintah Jokowi akan selalu meletupkan konflik agraria. Proyek
infrastruktur, menurut Konsorsium Pembaharuan Agraria, berada di posisi kedua
penyumbang terbesar konflik pertanahan. Masyarakat perlu dilibatkan sejak awal
agar mereka bisa memperoleh manfaat terbesar dari proyek yang sedang
dikerjakan.

Penegasan

Pemahaman bahwa konflik semata akibat kekurangan pemenuhan
ganti rugi juga perlu diubah. Banyak masyarakat berkeberatan tercerabut dari
akarnya, tempat tinggal yang mereka diami sejak lahir. Dialog secara manusiawi
adalah cara terbaik meski, mungkin, memakan waktu lebih panjang. Masyarakat di
sekitar Mandalika tidak semestinya tercecer dalam pertunjukan simbol kemajuan
Indonesia: balapan sepeda motor yang digelar setahun sekali.

Contoh Teks Editorial
Tentang Kesehatan

Ini adalah teks editorial kesehatan tentang Covid-19 yang
sifatnya kritikan beserta strukturnya yang singkat.

Kesehatan atau
Ekonomi, Mana yang Didahulukan?

Tesis

Angka pengidap Covid 19 dari hari ke hari terus bertambah.
Hingga awal Oktober 2020, jumlahnya sudah mencapai angka lebih dari 300 ribu
jiwa. Setiap harinya, pertambahannya lebih dari 4000 jiwa. Namun, meskipun
angkanya sudah sedemikian tinggi, baik pemerintah maupun masyarakat nampaknya
masih perlu lebih peduli lagi terhadap virus yang satu ini.

Argumen

Sebagian pihak memandang, bahwa masih tingginya angka
pengidap Covid-19 atau Corona ini disebabkan salahnya langkah pemerintah pada
fase-fase awal ketika ia baru masuk. Bukannya melakukan Lockdown, justru dengan
pertimbangan ekonomi pemerintah malah memilih kebijakan yang relatif
melonggarkan.

Dengan lockdown, di awal mungkin masalah ekonomi akan besar,
tapi ia hanya muncul sebentar saja. Persis apa yang dilakukan oleh Vietnam atau
China yang memaksakan diri memilih lockdown. Meski mungkin babak belur diawal
karena menanggung ekonomi rakyatnya, namun hari ini mereka sudah mulai
berangsur pulih.

Berbeda dengan kebijakan disini yang nampak tidak jelas dan
tegas. Walhasil, sampai sekarang, bukan hanya angka covid 19 yang tinggi,
nyatanya ekonomi juga bermasalah dan dipastikan mengalami resesi. Belum lagi
nakes yang banyak bertumbangan karena lelahnya mereka dengan angka Covid-19
yang tak kunjung berhenti.

Penegasan

Padahal, jika diukur dalam skala prioritas, yang namanya
kesehatan sejatinya mesti didahulukan ketimbang ekonomi. Jika sejak awal
mengutamakan kesehatan mungkin lain jadinya. Namun, apalah daya, yang terjadi
sudahlah terjadi. Kita sebagai rakyat biasa hanya bisa berikhtiar dan berdoa
dengan apa yang Kita bisa.

Contoh Teks Editorial
Tentang Lingkungan

Berikut ini contoh teks editorial singkat yang membahas tentang
lingkungan, tepatnya pembalakan hutan yang membuat hutan Indonesia habis dan
semakin kering dari waktu ke waktu

Penjarahan Hutan
Indonesia, Kapan Berakhir?

Tesis

Indonesia yang memiliki letak geografis strategis dan
dilintasi zamrud khatulistiwa, dulu dikenal juga sebagai paru-paru unia.
Bagaimana tidak? Hutan di Indonesia, terutama di Kalimantan, wilayahnya
sangatlah luas. Namun sayangnya, seiring waktu, predikat Indonesia sebagai
paru-paru dunia mungkin akan berakhir.

Argumentasi

Hal itu bukan tanpa alasan dan data, namun bisa dilihat dari
keserakahan sebagian orang yang terus menerus menjarah hutan tanpa upaya
penanaman kembali yang intensif.

Bayangkan, menurut Mongabay, hutan Kalimantan yang dulu
mulanya memiliki luas 74 juta hektar, hanya tersisa 71 persen saja, atau
sekitar 50 juta hektar pada tahun 2005.

Memasuki tahun 2015, semakin menyusut menjadi 55%, yang
berarti angkanya hanya sekitar 39 juta hektar. Bisa diprediksi, jika laju
penebangan tidak berhenti, maka pada tahun 2020 ini, hutan bisa-bisa tinggal
tersisa satu pertiganya saja.

Sejatinya, memanfaatkan hutan boleh-boleh saja, namun mesti
menggunakan konsep pembangunan berkelanjutan. Namun nampaknya, hal ini banyak
diabaikan. Wajar jika Kita semua khawatir,

Tentu saja, yang punya kewenangan paling besar atas masalah
ini adalah mereka yang berwenang dengan aturan dan memiliki kemampuan memberikan
pengaturan tegas bagi para pelanggar. Mereka harus adil dan tak pandang bulu.

Penegasan

Jika tidak ada ketegasan dan ini semua terus berlanjut dari
waktu ke waktu, julukan paru-paru dunia tentu saja menjadi hal yang omong
kosong saja di Indonesia. Kita sebagai rakyat hanya bisa mendorong aja dan
berharap ketegasan itu diwujudkan adanya tanpa basa-basi.

Contoh Teks Editorial
Tentang Pendidikan

Teks dibawah ini merupakan contoh teks editorial tentang
pendidikan yang membahas persoalan teknologi dalam pembelajaran.

Teknologi Bukan
Segalanya

Tesis

Belakangan ini, kemajuan teknologi memberikan pengaruh
terhadap dunia pendidikan. Jika dulu proses pembelajaran hanya mengandalkan
tatap muka, kini pemerintah mendorong para guru untuk bergerak dan mengubah proses
pembelajarannya dengan bantuan perangkat teknologi yang mutakhir. Apalagi
ketika pandemi dimana pembelajaran harus dilakukan secara jarak jauh karena
pandemi Covid 19.

Disatu sisi, ini hal yang bagus. Namun disisi lain, Kita
harus sadari, bahwa bergantung kepada teknologi semata bukanlah yang cukup baik
untuk mendongkrak kemajuan pendidikan.

Argumentasi

Sesungguhnya, ada banyak hal di dunia ini yang tak bisa
digantikan dengan teknologi. Secanggih apapun teknologi di gunakan, jika
hal-hal tersebut tidak dibarengi hal berikut, maka tak akan menghasilkan apapun
kecuali hanya kesia-siaan.

Hal yang dimaksud diantaranya adalah keteladanan. Seluruh
siswa, hampir dipastikan tidak akan respek jika guru tidak menampilakn
keteladanan. Meskipun belajar dilakukan secara jarak jauh dengan teknologi yang
canggih, namun itu semua harus  dibarengi
keteladanan guru pada siswanya.

Misalnya, dengan cara mengirimkan tugas secara disiplin,
memberikan materi dengan jelas, menepati janji, dan sebagainya. Bagaimanpun
siswa ada pada usia pencarian jati diri. Membutuhkan teladan dan idola yang
bisa menuntunnya ke jalan yang benar.

Selain keteladanan, siswa juga tak bisa hanya diberi materi
dengan bantuan teknologi yang canggih saja. Namun, perlu juga untuk tetap
diberi yang namanya perhatian. Perhatian ini bisa dalam bentuk penanyaan
terhadap keadaannya, terhadap kendalanya saat mengerjakan tugas, dan lain
sebagainya.

Tentu selain keduanya masih banyak lagi. Namun dua hal itu
yang setidaknya jangan diabaikan oleh para guru meskipun sudah menggunakan
teknologi yang canggih.

Penegasan

Tentu saja, menjalankan kedua hal ini bukan hal yang mudah.
Diperlukan upaya untuk belajar dan terus menambah kemampuan sehingga bisa
berada pada level tersebut. Mudah-mudahan saja para guru dimampukan.

Contoh Teks Editorial
Tentang Bencana Alam

Teks editorial dibawah ini topiknya tentang bencana alam,
tepatnya menghadapi musim hujan yang berpotensi mengakibatkan datangnya
bencana.

Mengantisipasi
Datangnya Musim Hujan

Tesis

Musim hujan akan segera tiba. Sejak September, beberapa
daerah sudah mulai penghujan. Bagi sebagian orang, musim hujan bisa dikatakan
berkah yang ditunggu-tunggu. Namun, tak sedikit juga yang was-was karena musim
hujan justru berpotensi menimbulkan bencana. Oleh karena itu, harus ada sikap
waspada.

 Argumen

Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Mengingat faktanya
memang banyak terjadi saat musim hujan ini berlangsung. Seperti banjir dan
longsor. Untuk mengantisipasinya, semua elemen negeri harus bergerak. Baik itu
masyarakat maupun pemerintah sebagai pengelola kebijakan.

Sebagai rakyat, Kita bisa mulai membersihkan sampah
disekitar lingkungan, terutama yang ada disaluran air. Bisa dilakukan dengan
cara bergotong royong antar warga. Sebaiknya ini dilakukan sejak dini ketika
musim penghujan belum sampai puncaknya. Tentu disaat yang sama, sambil menjaga
diri untuk tidak buang sampah sembarang.

Namun, yang mestinya lebih banyak bekerja adalah negara.
Negara bisa mengerahkan berbagai organ untuk mencegah terjadinya banjir.
Misalnya dengan membangun daerah-daerah resapan, memperlancar titik-titik
saluran air yang besar, tegas terhadap proyek-proyek yang membangun  infrastruktur namun tidak memperhatikan
dampak lingkungan, dan sebagainya.

Penegasan

Pada intinya, yang bergerak adalah semua lini. Tidak ada
yang tidak berkontribusi. Lakukan yang terbaik untuk mencegah kemungkinan
terburuk.

Contoh Teks Editorial Tentang Kebakaran Hutan

Dibawah ini disajikan teks editorial yang membahas tentang
kebakaran hutan. Berikut contohnya.

Kebakaran Hutan Harus
Diperhatikan

Tesis

Karhutla, atau kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di
Indonesia nampaknya sulit dihentikan. Dai waktu ke waktu, selalu saja ada di
berbagai daerah. Terutama di daerah Kalimantan dan Sumatera. Tahun 2020 baru
setengah tahun berjalan, dikabarkan sudah ada 64.000 hektar lahan yang terbakar.
Ini tentu harus diperhatikan dengan serius.

Argumentasi

Fakta mengenai luas hutan dan lahan yang terbakar tersebut
disampaikan langsung oleh lembaga yang bekerja meantau lingkungan, yakni Green Peace. Meski menurutnya, angka itu
lebih kecil dibanding angka pada tahun 2020.

Saking gawatnya kebakaran hutan yang telah berlangsung, 6
pemerintah provinsi sudah mengeluarkan status siaga. Diantaranya adalah
Kalimantan Tengah, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, serta
Kalimantan Selatan.

Jika dibiarkan kebakaran ini terus terjadi, bukan tak
mungkin dampak yang dirasakan juga semakin banyak. Diantaranya mengakibatkan
cuaca menjadi sangat panas dan kabut asap yang tentu saja bisa merusak sistem
pernafasan manusia. Betapa menderitanya rakyat yang tinggal di daerah siaga
kebakaran hutan.

Penegasan

Oleh karena itu, sudah selayaknya berbagai pihak, terutama
pemerintah, memberikan perhatian yang lebih lagi kepada persoalan ini. Agar
problem tak semakin panjang dan dapat diselesaikan.

Contoh Teks Editorial
Tentang Sampah

Berikut ini Kami sajikan contoh editorial tentang masalah
sampah yang tidak ada habisnya.

Sampah, Masalah yang
Tak Kunjung Usai

Tesis

Sampah merupakan benda yang dianggap sudah tidak berharga
dan menumpuk disekitar Kita. Kita bisa menjumpainya dimana-mana. Baik itu di
sekitar rumah, jalanan, lapangan, gorong-gorong, langit, sungai, bahkan di
tepian pantai. Namun sayang, karena tidak dikelola, keberadaan sampah banyak
menimbulkan masalah.

Argumen

Masalah yang ditimbulkan oleh sampah yang bertumpuk dan
bercecer tak karuan sangatlah banyak. Bermacam-macam. Mulai dari dampak
kesehatan seperti menyebabkan diare, disentri, kudisan, hingga jamur.

Belum lagi dampak udaranya, seperti yang dihasilkan oleh
sampah limbah pabrik yang dibuang ke langit. Itu juga mencermari lingkungan
udara yang apabila dihirup akan berbahaya bukan hanya bagi manusia, namun juga
makhluk lainnya.

Apalagi di darat. Sampah yang bertumpuk di darat dan
disekitar pemukiman bisa membuat kehidupan manusia terganggu karena udaranya
menjadi bau. Aktivitas sosial masyarakat menjadi tak nyaman bahkan terhambat.

Penegasan

Dengan berbagai bahaya yang ada, semestinya manusia
menyadari bahwa sampah tidak boleh dibiarkan bercecer dan dibuang kemana saja.
Mesti dikelola dengan baik agar dampak buruknya bisa diminimalisir.

Contoh Teks Editorial
Tentang Sosial

Contoh teks editorial tentang sosial ini mengangkat topik
yang berhubungan dengan dunia remaja, yakni pergaulan bebas.

Cinta Kok Bisa
Bunuh-Bunuhan?

Tesis

Miris sekali mendengar kisah yang terjadi di Way Kanan,
Lampung ini. Ketika seorang pemuda berusia 18 tahun dengan inisial WAH tega
membunuh pacarnya sendiri yang bernama DA dan baru berusia 16 tahun. WA
membunuh kekasihnya dengan menenggelamkannya hidup-hidup di sebuah kanal yang
ada di Desa Rejo Agung. Mengapa tega? Selidik punya selidik, penyebabnya karena
WA sedang hamil 6 bulan hasil hubungan haram dan DA tak mau tanggungjawab.

Argumentasi

Mekipun ini kisah yang miris, namun nyatanya ini bukan satu
dua kali terjadi. Sebelumnya, kejadian semacam ini sudah berulangkali ada, dan
dilakukan oleh anak-anak muda yang usianya masih belasan tahun. Tepatnya, masih
sekolah.

Hal ini sebenarnya mencerminkan potret, bahwa ada masalah
sosial yang besar di tengah-tengah generasi muda Kita. Salah satunya adalah
masalah pergaulan bebas yang semakin marak dan lazim dilakukan di tengah-tengah
mereka.

Bagaimanapun, apabila Kita runut masalah pembunuhan diatas,
semuanya bermula dari aktivitas hubungan badan yang dilakukan bukan dalam
koridor yang sah dalam pernikahan. Melainkan saat masih pacaran yang tentu saja
bukan ikatan yang menunjukan komitmen dan tanggung jawab. Wajar bila saat hamil
sang lelaki tak mau tanggung jawab, karena ikatan pacaran bukan ikatan yang
mengikat.

Oleh karena itu, generasi muda alangkah lebih baik
mengarahkan fokusnya kepada kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat ketimbang
berpacaran. Banyak hal produktif yang bisa dilakukan dan menunjukan karakter
generasi yang prestatif dan layak diharapkan di masa depan.

Penegasan

Tentu saja selain dimulai dari para remaja sendiri, gerakan
ini juga mesti disokong orangtua dengan memberi perhatian lebih kepada
anak-anaknya. Begitu juga dengan negara yang dengan kewenangannya bisa
melakukan banyak hal untuk menyiapkan generasi muda yang lebih baik dan menekan
kasus serupa di atas.

Contoh Teks Editorial
Tentang Korupsi

Berikut ini contoh teks editorial tentang korupsi yang masih
melanda negeri tercinta ini.

Lingkaran Korupsi,
Kapan Berhenti?

Tesis

Membicarakan korupsi seolah tidak ada habisnya. Dari dulu
hingga sekarang, koruptor terus saja berkeliaran merugikan uang negara.
Seringkali bahkan pelakunya bukan orang sembarangan. Seperti menteri, ketua
DPR, anggota DPR, hingga para kepala daerah yang mestinya mengelola masyarakat.
KPK bahkan mencatat, sudah ada 300 kasus korupsi dilakukan kepala daerah dari
tahun 2005 hingga 2020. Jika para pejabatnya korupsi dan tidak amanah, lalu
kepada siapa rakyat harus berharap? Padahal, ini harus segera diperbaiki.

Argumentasi

Menurut Dedi Kurnia Syah, peneliti komunikasi politik
Universitas Telkom, korupsi terjadi karena beberapa faktor. Mulai dari
integritas personal yag buruk, kaderisasi parta politik yang gagal mencetak
politisi atau pejabat yang baik, serta sistem yang juga buruk.

Hal yang menarik digaris bawahi dari Dedi adalah faktor
hubungan balas budi atau hutang jasa antara para politisi atau pejabat kepada
pihak lain. Dimana para politisi atau pejabat ini ketika sebelum menjabat
disokong oleh pihak-pihak tertentu yang membantunya untuk berkuasa. Sehingga
ketika berkuasa, mereka menjadi lebih rentan memanipulasi kekuasaan untuk
kepentingan tertentu.

Bukan hanya itu tentunya, yang perlu ditingkatkan juga
adalah ketegasan dalam hukuman berikut pelaksanaannya dilapangan. Kita tentu
sangat miris dengan begitu mudahnya sebagian hakim dan jaksa mudah disuap oleh
para koruptor. Sehingga hukumannya nampak tidak masuk akal atau bahkan kasusnya
mandek diselesaikan.

Penegasan

Sungguh, jika ini dibiarkan terus menerus dan tak diputus
mata rantainya, yang terjadi pastilah negeri ini akan semakin buruk nasibnya.
Walhasil, rakyat yang menanggung akibatnya. Pertanyaannya, sampai kapan ini
akan dibiarkan terjadi?

Contoh Teks Editorial
Tentang Media Sosial

Berikut ini contoh teks editorial singkat tentang media
sosial yang hanya tiga paragraf saja.

Bijak Bermedia Sosial

Tesis

Media sosial memang disatu sisi memudahkan. Namun disisi
lain, ada banyak hal yang memicu masalah dari teknologi media komunikasi yang
satu ini. Diantaranya adalah semakin renggangnya hubungan komunikasi langsung
antar manusia. Belum lagi adanya fakta cyber
bullying,
caci maki, hoax, dan
berbagai hal merusakan lain yang mungkin terjadi. Ini membuat Kita mesti bijak
menggunakannya.

Argumentasi

Membangun sikap bijak ini bisa dimulai dengan meningkatkan
literasi digital di tengah-tengah kita. Literasi digital yang berhubungan
dengan kemampuan mengolah dan memanfaatkan berbagai sarana digital untuk
kepentingan yang baik-baik. Sebaliknya, mencegah dan menghindarkan diri dari
aktivitas media sosial yang buruk. Ini tentu perlu dilakukan dengan kerjasama
seluruh pihak. Baik masyarakat maupun negara.

Penegasan

Dengan sikap yang lebih bijak dalam media sosial, diharapkan
dampak yang ditimbulkannya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga kehidupan
kita menjadi lebih baik.

Contoh Teks Editorial
tentang Covid-19 atau Corona

Berikut ini Kami sajikan contoh teks editorial yang membahas
tentang covid-19, dimana dalam masa pandemi covid-19, pilkada tetap akan
digelar oleh pemerintah.

Pilkada di Tengah
Covid 19, Kok Bisa?

Tesis

Angka Covid-19 belum berhenti. Beberapa pemerintah daerah
masih menerapkan pembatasan sosial. Dorongan untuk melakukan potokol kesehatan
juga masih marak digencarkan. Mereka yang melanggar juga masih diberi hukuman.
Namun, ironisnya, mengapa pemerintah tetap pada pendiriannya untuk
melangsungkan pilkada pada akhir 2020 ini? Ini tentu sesuatu yang janggal.

Argumentasi

Banyak pihak yang menyangkan sikap pemerintah. Pemerintah
dituding tidak konsisten karena melarang banyak hal dalam kehidupan rakyat
untuk alasan protokol kesehatan, namun disisi lain membiarkan kegiatan politik
yang sebetulnya untuk rakyat tidak terlalu penting.

Tak heran jika kebijakan ini digugat banyak pihak. Misalnya
oleh ormas Islam terbesar Nahdhatul Ulama. PBNU menilai bahwa bagaimapun juga
dalam Pilkada sulit untuk menghindari adanya kerumunan massa. Meskipun
menggunakan protokol kesehatan, resikonya tetap saja tinggi.

Begitu juga yang dilakukan Mantan Wapres Jusuf Kalla. Ia
juga meminta pemerintah menimbang ulang dengan menunda Pilkada sampai vaksin
Covid-19 ada. Mengingat tingginya resiko.

Penegasan Ulang

Sekarang bola ditangan pemerintah. Apakah masih akan nekat
menyelenggarakan Pilkada atau menundanya demi menyelematkan nyawa manusia yang
beresiko dengan covid-19? Kita tunggu saja jawabannya.

Nah, demikianlah beberapa contoh teks editorial tentang
berbagai topik mulai pendidikan, sosial, kesehatan, covid-19, dan lainnya.
Semoga bermanfaat ya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like