8 Ciri-Ciri Ceramah yang Baik dalam Bahasa Indonesia

Jika ceramah adalah kegiatan menyampaikan informasi di depan umum, maka mungkin saja semua orang bisa melakukannya. Selama Kalian punya mulut untuk berbicara dan menyampaikan sesuatu, maka selama itu juga Kalian punya peluang untuk bisa berceramah.

Namun pertanyaannya, apakah ceramah yang disampaikan itu termasuk ceramah yang terkategori ceramah yang baik?

Nah, ini tentu yang belum bisa dipastikan. Untuk mendapatkan predikat tersebut, ciri ceramah yang baik perlu melekat kepada aktivitas cermah yang Kalian lakukan.

Baca singkat:

Ciri ciri ceramah yang baik

1. Menggunakan topik yang relevan dengan audiens

Untuk membuat suatu ceramah dianggap penting dan mau didengar oleh audiens, maka itu memerlukan topik yang berhubungan dengan kehidupan audiens. 

Contoh saja, jika ceramah tentang masalah pergaulan bebas namun disampaikan kepada orang-orang yang sudah tua (kakek-kakek atau nenek-nenek) maka pasti akan terasa membosankan dan enggan didengarkan oleh audiensnya.

2. Menggunakan kerangka yang memudahkan pemahaman

Agar ceramah bisa dengan mudah sampai kepada pesertanya, maka sebaiknya disiapkan dengan kerangka yang disusun dengan sistematis.

Struktur ceramah yang umum adalah sebagai berikut:

  • pembukaan
  • isi
  • penutup. 

Isi juga sebaiknya mengalur. Diawali dengan penyampaian tesis (pernyataan pendapat), rangkaian argumen, lalu ditutup dengan penegasan yang menegaskan kembali tesis.

3. Menggunakan pembukaan yang mengundang perhatian

Mendengarkan ceramah bagi sebagian orang adalah perkara yang membosankan. Namun, itu semua bisa diminimalisasir jika bagian awal ceramah dibuka dengan menyampaikan sesuatu yang menarik perhatian.

Beberapa hal yang mungkin bisa membuat pembukaan menjadi menarik:

  • Mengawali dengan cerita yang dekat dengan kehidupan audiens
  • Mengawali dengan cerita yang lucu
  • Mengawali dengan penyampaian informasi yang mengejutkan

4. Menggunakan konten yang aktual

Aktual adalah keterkinian atau kebaruan. Artinya, informasi yang disampaikan adalah informasi yang baru, bukan informasi yang jadul atau bahkan sudah terlupakan oleh banyak orang.

Seorang penceramah sebaiknya juga memperhatikan informasi yang disampaikannya, apakah sesuatu yang baru atau sesuatu yang usang? Hal yang baru akan cenderung lebih disukai dan dianggap baik.

5. Menggunakan konten yang faktual

Bisa dibilang, hampir keseluruhan ceramah umumnya adalah informasi. Seorang penceramah menyiapkan dan menyajikan informasi tersebut kepada orang banyak.

Dengan demikian, sebaiknya sebelum penceramah menyampaikan materinya, maka harus dipastikan bahwa informasi yang disampaikan itu mengandung fakta-fakta yang bisa dipertanggungjawabkan. Sekalipun penceramah mau menyampaikan opini, tetap harus didukung oleh fakta yang benar.

6. Menggunakan alur yang logis

Agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik, isi ceramah juga sebaiknya memiliki sifat yang logis, atau masuk akal. Dengan demikian, orang mampu menerimanya dan mengamini apa yang disampaikan dalam ceramah.

7. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan audiens

Meskipun bahasa Indonesia itu pada dasarnya satu, namun dalam penggunaannya ada beragam. Gaya bahasa yang Kalian sampaikan kepada orang-orang yang awam (kurang berpendidikan) tentu berbeda dengan orang-orang intelektual.

Ketika menyampaikan kepada orang awam, sebaiknya ceramah disampaikan dengan ba hasa yang umum dan mudah dipahami. Hindari kata-kata teknis atau istilah serapan yang mungkin tidak terjangkau dalam pemahaman mereka. Tentu berbeda dengan gaya bahasa kepada kalangan intelektual.

8. Menggunakan penutup yang berkesan

Dari serangkaian materi yang disampaikan dalam ceramah, bagian paling ujung mungkin hanya memuat beberapa kalimat atau sedikit paragraph saja. Hanya saja, jangan dianggap remeh.

Mengapa demikian?

Bagian ujung itulah yang biasanya akan lebih mudah diingat dan akan menjadi kesan terakhir bagi audiens. Maka dari itu, perlu disiapkan juga penutup yang berkesan dan menegaskan poin penting dari apa yang ingin disampaikan.

Demikianlah ciri ciri. Pada intinya, seluruh orientasi dari ceramah ditujukan semata-mata untuk membuat orang yang menjadi audiensnya memahami, meyakini, dan merasa terpengaruh atas apa yang disampaikan oleh penyampainya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like