Salah satu program pendidikan nasional yang akan dijalankan pada tahun 2021 mendatang adalah Asesmen Nasional 2021. Program ini akan mengisi kegiatan Ujian Nasional yang sementara waktu akan dibekukan.

Asesmen Nasional


Agenda ini merupakan agenda baru yang belum pernah diselenggarakan sebelumnya. Ini menjadi semacam gagasan otentik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini dinahkodai oleh Nadiem Makarim.
Untuk menambah wawasan dan informasi tentang agenda Asesmen Nasional 2021 ini, Kami akan menyajikan beberapa informasi untuk Anda.

Latar Belakang Asesmen Nasional 2021

Latar belakang dari agenda ini sebenarnya adalah sebagi langkah dalam merespon era disrupsi dan kondisi pendidikan Indonesia yang aktual. Dimana dari data-data yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kualitas murid dan guru di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa fakta aktual berikut ini.

  • Disrupsi Dunia Kerja

Berdasarkan data yang dihimpun dari World Economic Forum 2015 dan 2016, ada tren bahwa permintaan kerja untuk tenaga kerja dengan pekerjaan manual rutin berkurang, dan bergantu dengan pekerjaan yang membutuhkan skill analitis dan interpersonal.

  • Hasil PISA

Salah satu standar yang kerap jadi ukuran kualitas pendidikan adalah hasil serta skor PISA. Masalahnya, hingga tahun 2018, skor Indonesia masih jeblok. Sekitar 60-70% siswa untuk kemampuan membaca, matematika, serta sains masih ada dibawah standar kompetensi minimum.

  • Kemampuan Guru

Bukan hanya siswa, guru juga sama. Rata-rata skor UKG (Kompetensi Guru) secara rata-rata pada tahun 2019 adalah 57 dari 100 poin. 

  •  Ketimpangan Kualitas Jawa dan Non-Jawa

Bukan bermaksud rasis atau diskriminatif. Berdasarkan analisa Kearney yang bersumber dari Kemendikbud, ketimpangan kualitas ini nyata. Diakibatkan faktor pemerintah, batasan peraturan, serta keterbatasan geografis.
Dengan berbagai kenyataan tersebut, Kemendikbud mencoba untuk melakukan reformasi asesmen untuk mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.

Apa Itu Asesmen Nasional 2021?

Pengertian Asesmen Nasional 2021 adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, serta program kesetaraan jenjang dasar dan menengah.
 
Untuk melakukan pemetaan tersebut, digunakan beberapa instrumen yang akan dilaksanakan:

1. Asesmen Kompetensi Minimum

Asesmen komptensi minuman adalah asesmen yang digunakan untuk mengukur literasi membaca serta numerasi sebagai hasil belajar kognitif.

2. Survei Karakter

Survei karakter adalah survey yang digunakan untk mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai, sebagai hasil belajar non-kognitif.

3. Survei Lingkungan Belajar

Survei lingkungan belajar adalah survei yang digunakan untuk mengukur kualitas pembelajaran serta iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Siapa Saja yang Mengikuti Asesmen Nasional 2021?

Adapun ketiga instrumen di atas akan diikuti oleh tiga pihak yang semuanya terlibat langsung dalam aktivitas pendidikan. Antara lain:

1. Murid atau Warga Belajar

  • Untuk persekolahan peserta adalah sampel siswa kelas 5 SD, 8 SMP, serta 11 SMA yang dipilih secara acak.
  • Untuk pendidikan kesetaraan pesertanya adalah warga beljar pada kelas 6 SD, 9 SMP, serta 12 SMA.
  • Setiap peserta mengerjakan AKM, SUrvei Karakter, serta Survei Lingkungan Belajar

2. Guru

Guru juga mengerjakan instrumen Asesmen Nasional, namun hanya mengerjakan Survei Lingkungan Belajar secara mandiri.

3. Kepala Satuan Pendidikan

Setiap kepala satuan pendidikan mengikuti Asesmen Nasional 2021 dengan mengerjakan Survei Lingkungan Belajar secara mandiri.

Tujuan Asesmen Nasional

Secara umum, Tujuan Asesmen Nasional adalah mendorong guru untuk mengembangkan kompetensi kognitif mendasar sekaligus karakter murid secara utuh.

Tujuan Mengukur Literasi dan Numerasi

  • Literasi membaca dan numerasi adalah dua kompetensi minimum bagi murid untuk bisa belajar sepanjang hayat dan berkontribusi kepada masyarakat.
  • Menurut studi nasional dan internasional, tingkat literasi murid Indonesia masih rendah

Tujuan Mengukur Karakter

  • Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi murid secara utuh.
  • Asesmen nasional mendorong mengembangkan sikap, nilai, dan perilaku yang mencirikan pelajar pancasila.

Tindak Lanjut Agar Tujuan Tercapai

  • Hasis asesmen perlu digunakan untuk diagnosis masalah dan perencanaan perbaika pembelajaran oleh guru, kepala sekolah, serta dinas pendidikan.

Penggunaan Hasil Asesmen Nasional

Secara garis besar, hasil Asesmen 2021 nantinya dapat digunakan sebagai pemetaan awal mutu sistem serta penyetaraan hasil belajar bagi peserta didik program kesetaraan.

1. Pemetaan mutu sistem pendidikan

  • Hasil Asesmen Nasional 2021 tidak digunakan untuk menilai prestasi murid ataupun kinerja guru dan sekolah.
  • Laporan hasil asesmen diberikan kepada guru dan sekolah sebagai alat untuk melakukan avaluasi diri serta perbaikan pembelajaran.
  • Murid, orangtua, guru, dan sekolah tidak perlu cemas dan tidak perlu melakukan persiapan khusus untuk menghadapi asesmen nasional

2. Ujian Penyetaraan

  • Khusus untuk program pendidikan kesetaraan, asesmen nasional memiliki fungsi ganda. Yaitu alat pemetaan mutu dan ujian penyetaaraan hasil belajar bagi peserta didik yang memerlukan.
  • Yang digunakan sebagai ujian penyetaraan adalah AKM Literasi dan AKM Numerasi

Pelaksanaan Asesesmen Nasional termasuk AKM

Pelaksanaan Asesmen Nasional dikordinasi oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasam dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil dan Kantor Kemenag
Adapun dalam pelaksanaannya, perlu diperhatikan beberapa hal berikut:

Berbasis Komputer dan Daring

  • Asesmen Nasional dilaksanakan menggunakan komputer dan secara daring
  • Murid mengerjakan pada sesi dengan jadwal yang ditentukan dan dengan diawasi
  • Guru dan Kepala Satuan Pendidikan mengerjakan survei mandiri dengan periode waktu yang cukup panjang.

Kordinasi yang diperlukan

  • Pemetaan dan penyiapan komputer dan sarana pendukung.
  • Pemetaan sekolah secara spasial untuk sharing resources.
  • Penyiapan teknisi TIK terutama untuk jenjang SD.

Alokasi Waktu Pelaksanaan AKM

Alokasi waktu pelaksanaan AKM dibedakan untuk jenjang SD dan jenjang SMP/SMA.

Alokasi Waktu AKM SD

  • Dilakukan selama 2 hari
  • Hari pertama tes literasi 75 menit dan karakter 20 menit
  • Hari kedua tes numerasi 75 menit dan survei lingkungan belajar 20 menit

Alokasi Waktu AKM SMP dan SMA

  • Dilakukan selama 2 hari
  • Hari pertama tes literasi 90 menit dan survei karakter 30 menit
  • Hari kedua tes numerasi 90 menit dan survei lingkungan belajar 30 menit

Rancangan Jadwal Pelaksanaan AKM Siswa

Pelaksanaan agenda ini seluruhnya akan dilangsungkan pada tahun 2021. Adapun urutan rangkain yang direncanakan adalah sebagai berikut.
  1. Kelas 11 SMA/MA: Minggu pertama bulan Maret
  2. Kelas 11 SMK: Minggu kedua bulan Maret
  3. Kelas 8 SMP/MTs: Minggu ketiga bulan Maret
  4. Paket C: Minggu keempat bulan Maret
  5. Paket A dan B: Minggu pertama bulan April
  6. Kelas 5 SD: Bulan Agustus
Jadwal di atas masih rencana, sehingga mungkin berubah kedepannya.
Nah, itulah beberapa info mengenai kegiatan Asesmen Nasional yang didalamnya termasuk kegiatan AKM bagi siswa. Mudah-mudahan semua pihak bisa menyiapkan dengan maksimal.
Sumber: Presentasi Kordinasi Asesmen Nasional dengan Dinas Pendidikan, Kemenag, LPMP, PP/PB PAUD, serta Pendidikan Masyarakat

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like