Materi Teks Hikayat (Cerita Rakyat): Pengertian, Karakteristik, Nilai-Nilai, dan Unsur Kebahasaan

Materi Teks Hikayat adalah salah satu materi yang terdapat dalam pembelajaran bahasa Indonesia Kelas X SMA, SMK, MA, dan sederajat. Materi ini dibahas setelah menyelesaikan pembahasan tentang Teks Anekdot.

Untuk membantu Kalian lebih memahami tentang Materi Teks Hikayat ini, maka akan Kami sajikan pembahasan lengkapnya dengan jelas. Semoga bermanfaat.

Materi Teks Hikayat (Cerita Rakyat)

Materi-materi yang akan dibahas dalam tulisan ini antara lain pengertian Teks Hikayat, struktur Teks Hikayat, Karakteristik  Teks Hikayat, unsur kebahasaan Teks Hikayat, serta nilai-nilai Teks Hikayat.

Pengertian Teks Hikayat

Teks hikayat adalah teks yang merupakan salah satu jenis cerita rakyat. Cerita ini merupakan cerita yang berkembang dan tumbuh subur di tengah-tengah rakyat yang isinya mengangkat budaya, moral, serta nilai-nilai kehidupan yang ada di tengah-tengah rakyat dengan menggunakan bahasa Melayu Klasik.
Jika kalian tidak akrab dengan bahasa Melayu Klasik, tentu sangat wajar jika agak kebingungan dan tidak nyaman ketika membaca teks ini.
Namun, anggap saja itu sebagai penambah wawasan kalian, bahwa budaya termasuk bahasa Indonesia sesungguhnya jika dirunut sejarahnya memiliki akar dengan budaya dan bahasa Melayu. 
Makanya jangan heran jika bahasa Indonesia dalam sebagian kata-kata dan tata bahasanya mirip dengan negara melayu lain seperti misalnya Malaysia.

Karakteristik Teks Hikayat

Karakteristik teks hikayat ada bermacam-macam. Memahami karakteristik ini diperlukan agar kalian bisa membedakan teks ini dengan teks-teks yang lainnya.
Untuk memudahkan kalian, berikut ini karakteristiknya:

1. Kemustahilan

Kemustahilan dalam teks hikayat adalah kemustahilan ditinjau dari isi teksnya. Baik dari sisi bahasa maupun sisi ceritanya, dimana secara isi cenderung membahas sesuatu yang mustahil atau tidak masuk akal. Maklum, kisah dalam teks ini terkategori fiksi. 

2. Kesaktian

Kesaktian adalah kisah-kisah yang berhubungan dengan para tokoh yang ada dalam teks ini. Dimana para tokohnya seringkali diceritakan sebagai sosok yang memiliki kesaktian tertentu. Seperti gambaran pahlawan-pahlawan yang ada dalam film hero hollywood seperti Batman, Spiderman, atau film Jepang seperti Ultraman.

3. Anonim

Anonim adalah ketiadaan nama pengarang dari teks Hikayat, karena pada mulanya teks ini berkembang dari cerita-cerita yang berkembang secara alamiah dari mulut ke mulut,  atau menjadi cerita lisan. Oleh karena itu, kebenaran cerita ini cenderung tak bisa dipertanggungjawabkan karena tak bisa ditemukan siapa yang membuatnya.

4. Istana Sentris

Istana sentris dalam teks hikayat maksudnya bahwa teks ini umumnya memiliki latar atau tema yang berhubunga dengan istana kerajaan. Maka akan sangat familiar ditemukan istilah-istilah semacam istana, raja, puteri, ratu, hingga pangeran. 

Nilai-Nilai dalam Teks Hikayat

Ketika membaca Teks Hikayat, kalian akan menemukan nilai-nilai yang terkandung dan memberikan pesan bagi kalian yang membacanya. Nilai-nilai Teks Hikayat tersebut antara lain:

1. Nilai Agama

Nilai agama adalah nilai yang berhubungan dengan urusan spiritual terutama hubungan antara manusia dengan Allah SWT.
Teks ini bisa mengandung pesan atau amanat yang membuat kalian belajar dan mendapatkan inspirasi untuk semakin dekat dengan Penciptanya dalam kehidupan di dunia. 

2. Nilai Sosial

Nilai sosial adalah nilai yang berhubungan dengan urusan manusia dengan urusan sesamanya. Di dalam teks hikayat, kerap kali muncul pesan-pesan yang mebantu membangun hubungan baik antar sesama manusia.
Seperti mengajarkan saling membantu, tolong menolong, empati, berhubungan tanpa melihat status, dan lain sebagainya.

3. Nilai Budaya

Nilai budaya adalah nilai yang berhubungan dengan pesan-pesan tentang kebiasaan atau aturan yang mengakar di tengah-tengah masyarakat.
Mungkin saja nilai ini ada dalam teks cerita rakyat, karena memang teks ini banyak mengangkat unsur-unsur budaya.

4. Nilai Moral

Nilai moral adalah nilai yang yang berhubungan dengan mental, karakter, atau sikap yang ideal untuk dipupuk serta dimiliki oleh manusia, sehingga kehidupannya menjadi lebih baik.
Dengan membaca hikayat, memungkinkan juga kalian untuk mendapatkan pesan-pesan yang mampu memperbaiki moral kalian dalam kehidupan.

5. Nilai Edukasi

Nilai edukasi adalah nilai pendidikan, yang berhubungan dengan peningkatan kualitas keilmuan, pengetahuan, wawasan, juga pemahaman. 
Sebagian teks hikayat juga ada yang mengandung hal-hal yang edukatif dan bisa meningkatkan kualitas pendidikan orang yang membacanya.

Unsur Kebahasaan Teks Hikayat

Unsur kebahasaan teks hikayat memiliki ciri yang khas, kalian perlu memahaminya agar menjadi semakin jelas pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan teks hikayat. Unsur atau kaidah kebahasaan tersebut antara lain:

1. Penggunaan Majas

Penggunaan majas dalam tek hikayat memiliki fungsi untuk membuat cerita yang ada dalam teks ini menjadi lebih menarik apabila dibandingkan dengan bahasa yang lugas dan kaku. 
Majas yang biasanya sering ditemukan dalam teks ini antara lain majas antonomasia, metafora, hiperbola, personifikasi, simile, serta majas perbandingan.

2. Penggunaan Konjungsi

Konjungsi adalah kata hubung. Selain dalam teks hikayat, penggunaan konjungsi juga biasanya dilakukan dalam teks-teks dengan genre cerita lain seperti misalnya teks Cerpen.
Konjungsi yang biasa ada di dalam teks ini adalah konjungsi yang menyatakan urutan waktu. Seperti kata hubung setelah, kemudian, setelah itu, lalu, dan sebagainya.
Nah, demikianlah materi tentang teks Hikayat, semoga bermanfaat ya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like