Materi Cerpen Kelas 11: Pengertian, Nilai Kehidupan, Unsur Pembangun, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan

Teks Cerita Pendek dipelajari lagi dalam pelajaran bahasa Indonesia Kelas 11. Materi Cerpen Kelas 11 ini membahas beberapa hal. Mulai dari pengertian, nilai kehidupan, unsur pembangun, struktur pembentuk, hingga kaidah kebahasaannya.

Untuk memudahkan pemahaman, Saya mencoba membagikan materi cerpen bahasa Indonesia untuk kelas 11 ini dengan lebih sederhana namun tetap jelas dan lengkap. Isi dari tulisan ini didasarkan pada Buku Siswa Bahasa Indonesia terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017.

Materi Cerpen Kelas 11

materi cerpen kelas 11

Sebenarnya, materi cerita seperti cerita pendek ini sudah diajarkan dijenjang-jenjang sebelum SMA. Namun, tentu saja untuk jenjang SMA ini pembahasannya agak berbeda dan materinya lebih mendalam. Semoga materi ini bermanfaat ya.

Pengertian Cerita Pendek

Cerita pendek adalah salah satu karya sastra yang memusatkan kisahnya kepada tokoh tertentu dalam satu situasi. Karakter tokoh pada cerita pendek ini bermacam-macam, meski umumnya terpusat pada karakter protagonis dan antagonis.

Meskipun kisah yang disajikan fiksi dan terdapat berbagai rekaan, namun umumnya idenya berdasarkan kisah nyata dalam kehidupan. Dengan demikian, dengan membaca cerpen, Kalian dimungkinkan mendapatkan nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat jika diaplikasikan secara nyata.

Nilai Kehidupan dalam Cerita Pendek

Nilai kehidupan cerita pendek adalah nilai nilai kebaikan yang bisa diteladani dan dijalankan oleh manusia dalam mengarungi kehidupannya.
Mengingat kisahnya diangkat dari kehidupan sehari-hari manusia, maka ada berbagai macam nilai kehidupan dalam cerita pendek yang biasanya ada di dalamnya. 
Nilai tersebut antara lain:

1. Nilai Agama

Nilai agama adalah nilai yang bersumber dari ajaran agama yang ada dikehidupan manusia. Dengan memaknai dan menjalankan nilai ini, manusia akan menjadi makhluk yang dekat dengan Sang Pencipta dan memiliki pribadi yang soleh dalam kehidupan.
Contoh nilai agama:
  • Kisah yang bercerita tentang pentingnya sholat 5 waktu 
  • Kisah  yang bercerita tentang keajaiban doa dalam hidup manusia

2. Nilai Sosial

Nilai sosial adalah nilai-nilai yang baik dalam interaksi antara satu manusia dengan manusia yang lainnya dalam suatu masyarakat. Setiap manusia perlu untuk menjaga hubungan baik dengan sesamanya agar tercipta kerukunan dan ketertiban dalam bermasyarakat.
Contoh nilai sosial:
  • Kisah  yang mencontohkan bertutur baik dengan sesama
  • Kisah yang mengisahkan femonena kemiskinan yang memicu kepekaan sosial

3. Nilai Budaya

Nilai budaya adalah nilai-nilai positif yang bersumber dari kebiasaan-kebiasaan yang mengakar di tengah masyarakat. Kebiasaan ini kemudian menjadi semacam aturan tak tertulis yang harus dilakukan oleh masyarakat, sehingga jika ada yang menyelisihinya akan dianggap salah.
Contoh nilai budaya:
  • Kisah  yang menceritakan budaya gotong royong
  • Kisah  pernikahan dengan prosesi adat istiadat

4. Nilai Ekonomi

Nilai ekonomi adalah nilai yang berhubungan dengan kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Baik kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier. Berhubungan dengan kegiatan mencari uang atau penghidupan agar manusia tetap bertahan hidup.
Contoh nilai ekonomi:
  • Kisah perjuangan ayah mencari nafkah untuk ibu dan anaknya.
  • Kisah seorang pebisnis yang mengawali bisnis dari nol.

Unsur Pembangun Cerita Pendek

Cerita pendek merupakan suatu kesatuan yang dibangun dari berbagai unsur pembangun di dalamnya. Ada beberapa unsur pembangun cerita pendek yang perlu Kalian ketahui.
Berikut unsur-unsurnya:

1. Tema

Tema dalam cerpen merupakan gagasan yang menjalin struktur isi cerita. Untuk mengetahui tema dari suatu cerpen, maka perlu untuk membaca dan memahami cerita secara utuh. Hal ini karena tema biasanya tidak disebutkan secara eksplisit (tersurat), melainkan secara implisit (tersirat).
Contoh tema dalam cerpen antara lain:
  • Kemanusiaan
  • Kekuasaan
  • Kasih sayang
  • Kecemburuan
  • Kemiskinan
  • dan masih banyak lagi

2. Amanat

Amanat dalam cerpen adalah pesan atau ajaran yang terkandung dalam cerita pendek. Amanat dalam cerpen biasanya disampaikan secara implisit (tersirat) melalui berbagai peristiwa yang dikisahkan dalam cerpen. Biasanya, amanat sangat berhubungan dengan tema yang diangkat dalam cerita.
Contoh amanat dalam cerpen antara lain:
  • Sering-seringlah bersedekah dalam cerpen bertema kemanusiaan
  • Jangan kecewakan keluarga dalam cerpen bertema kasih sayang
  • Jangan serakah dalam cerpen bertema kekuasaan

3. Penokohan

Penokohan dalam cerpen adalah cara pengarang dalam menggambarkan serta mengembangkan karakter dari tokoh-tokoh yang ada dalam cerita. Masing-masing pengarang melakukan penokohan dengan berbagai macam teknik yang digunakannya.
Berikut cara menggambarkan karakter tokoh:
  • Teknik analitik langsung : dengan menyampaikan secara langsung karakter dari tokoh yang diceritakan.
  • Teknik penggambaran fisik dan prilaku tokoh: tanpa menyebutkan sifat atau karakter tokoh, namun cukup dengan menunjukan prilaku fisik tokoh yang mencerminkan karakter tertentu.
  • Teknik penggambaran lingkungan kehidupan tokoh : dengan menceritakan situasi tempat tokoh itu tinggal dalam cerita.
  • Teknik pengungkapan jalan pikiran tokoh: dengan menceritakan isi kepala dari tokoh mengenai situasi atau kondisi tertentu dalam cerita.
  • Teknik penggambaran tokoh lain: dengan mengungkapkan karakter melalui penyebutan yang disampaikan oleh tokoh lainnya dalam cerita.

4. Alur

Alur dalam cerpen adalah pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat atau hubungan kronologis antar peristiwa yang dikisahkan dalam cerpen.
Alur yang baik dalam sebuah cerpen mesti memiliki kaidah sebagai berikut:
  • Menarik
  • Mudah dipahami
  • Logis

5. Latar 

Latar dalam cerpen merupakan setting yang menyertai kehidupan tokoh-tokoh dalam cerpen. Latar bisa bersifat faktual dan bisa bersifat imajinatif.
Latar dalam cerpen meliputi:
  • Latar tempat
  • Latar waktu
  • Latar suasana

6. Gaya Bahasa

Gaya bahasa dalam cerpen berfungsi untuk menciptakan suatu nada, suasana persuasif, serta merumuskan dialog yang bisa memperlihatkan hubungan atau interaksi antar sesama tokoh. 
Gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang memiliki pengaruh untuk menimbulkan suasana cerita. Diantaranya:
  • Suasana romantis
  • Suasana putus harapan
  • Suasana mencekam
  • dan banyak lagi

Struktur Teks Cerpen (Cerita Pendek)

Struktur dalam teks cerpen adalah rangkaian cerita yang membentuk cerpen itu sendiri. Stuktur inilah yang membentuk jalan cerita dalam cerpen.
Adapun struktur cerpen antara lain:

1. Orientation (Pengenalan Cerita)

Berisi perkenalan para tokoh, penataan adegan, serta hubungan antar tokoh dalam cerita.

2. Complication (Pengungkapan Peristiwa)

Berisi peristiwa awal yang memicu berbagai pertentangan, masalah, atau kesulitan-kesulitan yang dialami oleh tokoh dalam cerita.

3. Rising Action (Menuju Konflik)

Berisi peristiwa yang isinya berupa peningkatan masalah atau kesukaran yang dialami oleh tokoh.

4. Turning Point ( Puncak Konflik)

Sering disebut juga sebagai klimaks. Bagian ini biasanya berisi penentuan dari nasib tokoh setelah mengalami berbagai persoalan dalam cerita.

5. Ending/Coda (Penyelesaian)

Berisi penjelasan mengenai sikap atau nasib yang dialami oleh tokoh setelah melalui berbagai fase dalam cerita.

Kaidah Kebahasaan Cerpen

Sebagai salah satu jenis teks, cerpen memiliki beberapa kaidah kebahasaan yang menjadi cirinya. Kaidah ini menjadi salah satu pembeda antara teks cerpen dengan teks yang lainnya.
Berikut ini adalah kaidah kebahasaan Cerpen:
  1. Banyak menggunakan kalimat bermakna lampau. Misalnya: ketika itu, beberapa waktu lalu, saat itu.
  2. Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu. Misalnya: setelah itu, kemudian, mula-mula, semula.
  3. Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi. Misalnya: membersihkan, menawari, melompat, menghindar.
  4. Banyak menggunakan kata kerja yang menunjukan kalimat tak langsung: menuturkan, mengungkapkan, mengatakan, menceritakan, menanyakan.
  5. Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dirasakan atau dipikirkan oleh tokoh. Misalnya: merasakan, menginginkan, mengharapkan.
  6. Banyak menggunakan dialog. Dialog ini ditunjukan dengan tanda petik ganda yang terdapat dalam kalimat (“…”)
  7. Banyak menggunakan kata-kata sifat. Misalnya: rapi, bersih, rajin, disiplin.
Nah, demikanlah materi cerpen kelas 11 bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat ya teman-teman.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like