Salah satu materi yang harus dikuasai oleh siswa SMP adalah materi puisi kelas 8 bahasa Indonesia. Sebagai bentuk ekspresi perasaan, puisi akan membuat orang yang mendalaminya menjadi lebih peka dan lembut perasaannya.

Maka dari itu, setiap siswa perlu untuk mempelajarinya. Meskipun bagi sebagian orang materi tentang puisi ini membosankan, namun faktanya materi ini sangat dibutuhkan.

Materi Puisi Kelas 8

Dalam buku paket bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, ada beberapa pembahasan yang mesti dikuasai dalam materi puisi kelas 8 di sekolah. Semua poin-poin pembahasannya akan Saya bagikan dalam tulisan ini.
Saya mencoba meringkas pembahasannya dengan jelas agar mudah dipahami. Semoga bermanfaat ya.

Pengertian Puisi

Puisi merupakan suatu teks yang mengungkapkan pikiran atau perasaan dengan mengutamakan keindahan dari kata-kata. Isi puisi mengungkapkan berbagai hal yang ada dalam kepala penulisnya.
Tema-tema puisi yang biasa diekspresikan oleh anak-anak SMP antara lain:
  • Keindahan alam
  • Pengagungan terhadap Sang Pencipta
  • Rasa sayang terhadap orangtua
  • Penghormatan kepada guru
  • Menyayangi teman
  • Kegelisahan terhadap sesuatu
Selain itu, tentu masih banyak tema lain yang biasa di angkat dalam sebuah puisi.

Unsur-Unsur Puisi

Dalam puisi, ada beberapa unsur yang terkandung di dalamnya. Unsur adalah hal-hal atau bagian yang membentuk puisi sehingga menjadi sebuah teks yang utuh dan indah. Unsur unsur puisi antara lain:

1. Majas dan Irama

Kedua unsur ini adalah faktor yang bisa meningkatkan nilai keindahan dalam puisi. Keberadaannya bisa membuat puisi menjadi lebih hidup dan memberikan nuansa estetis bagi orang yang membaca atau menyimaknya.

a. Majas

Majas adalah bahasa kias yang digunakan untuk memberikan kesan tertentu dalam puisi bagi orang yang membaca atau menyimaknya.

Agar dapat memberikan kesan-kesan, maka diperlukan gaya bahasa atau majas yang memiliki makna-makan berikut ini:
  • Perbandingan
  • Pertentangan
  • Pengulangan
  • Perumpamaan
Majas ini ada banyak jenisnya. Namun, dari sekian banyak jenis majas, ada beberapa majas yang sering muncul. Antara lain:
  • Majas Personifikasi : Yakni majas yang menyerupakan benda mati seolah bisa hidup layaknya manusia. Misalnya dalam kalimat Hujan turun menyapa bumi’. Dalam kalimat tersebut, hujan yang benda mati seolah-olah bisa hidup seperti manusia dengan melakukan sapaan.
  • Majas Hiperbola: Yakni majas yang memberikan perumpamaan secara berlebih-lebihan sehingga kalimat atau teks cenderung isinya tidak masuk akal. Contohnya kalimat Ucapanmu berhasil menusuk jantungku‘.

b. Irama

Irama adalah alunan bunyi yang berulang-ulang serta teratur. Keberadaannya memberikan nyawa bagi puisi sehingga lebih hidup dan menancapkan kesan mendalam. 

Contohnya:

Aku terdiam, di sepinya malam, memaknai alam

Genderang perang, bangkitkan daya juang, menjemput menang

2. Penggunaan Kata-Kata Konotasi

Kata konotasi merupakan kata yang bukan memiliki makna tidak sebenarnya. Lawan dari konotasi adalah denotasi atau kata sebenarnya.
Untuk memahaminya, coba Kalian cermati kalimat di bawah ini:
Temanku sudah melalui bagian hidup yang pahit.

Pahit secara denotasi, maknanya adalah salah satu jenis rasa dibibir. Namun, dalam kalimat tersebut, pahit maknanya adalah buruk atau tidak mengenakan dalam kehidupan.

3. Kata-Kata Berlambang

Kata-kata berlambang adalah kata yang menjadi simbol bagi suatu maksud tertentu. Simbol ini bisa berupa gambar, warna, namun bisa juga berupa kata-kata.
Pernahkah kalian melihat warna ‘merah’ di lampu lalu lintas? Merah di sana memiliki makna berhenti. 

Nah, dalam puisi, simbolnya biasanya berupa kata-kata. Misalnya dalam baris berikut ini:

Kau adalah bunga di tengah belukar

 Bunga dalam baris tersebut menjadi lambang bagi keindahan, kecantikan, atau sesuatu yang menarik.

4. Pengimajinasian / Pengimajian (Imaji)

Imaji adalah kata atau susunan kata yang terdapat dalam puisi dan bisa memicu munculnya khayalan atau imajinasi. Dengan demikian, orang yang membaca atau menyimaknya bisa seolah-olah merasa, mendengar, meraba, hingga merasakan apa yang sedang digambarkan dalam puisi.

Jenis-Jenis Puisi

Terdapat beberapa jenis puisi yang perlu diketahui. Setidaknya ada 3 jenis yang dibahas dalam materi puisi bahasa Indonesia kelas  ini. Antara lain:

1. Puisi Naratif

Puisi naratif merupakan puisi yang isinya berupa ungkapan penyair dalam bentuk cerita atau penjelasan. Sehingga pembaca atau penyimak puisi seolah-olah sedan menyimak atau membaca cerita dengan gaya pengemasan puisi.

Ada setidaknya dua jenis puisi naratif yang terkenal. Yakni:
  • Puisi Balada: Puisi balada adalah puisi yang berisi cerita mengenai orang hebat, perkasa, atau tokoh yang dipuja-puja.
  • Puisi romansa: Puisi romansa adalah puisi yang berisi kisah percintaan, perkelahian, hingga petualangan yang disajikan dengan gaya bahasa yang romantik.

2. Puisi Lirik

Puisi lirik adalah puisi yang isinya berupa ungkapan batin individu penyair yang isinya bisa berupa gagasan, pengalaman, serta suasana batin yang ada dalam diri dan sekitarnya. 

Terdapat beberapa jenis puisi lirik ini. Antara lain:
  • Puisi Elegi: Puisi elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka dari penyairnya.
  • Puisi Serenada: Puisi serenada adalah puisi yang berisi sajak percintaan yang dapat dinyanyikan.
  • Puisi Ode: Puisi ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap sesuatu hal seseorang, atau suatu keadaan.

3. Puisi Deskriptif

Puisi deskriptif adalah puisi yang isinya berupa pemberian kesan penyair terhadap suatu objek yang ia angkat dalam puisi. Baik itu peristiwa, keadaan, benda, hingga suasana yang menarik.

Setidaknya ada dua jenis puisi deskriptif yang biasanya dibuat. Diantaranya:
  • Puisi Satire: Puisi satire adalah puisi yang mengungkapkan rasa ketidakpuasan penyair mengenai suatu keadaan dengan cara menyindir atau menyatakan sesuatu yang sebaliknya.
  • Puisi Kritik Sosial: Puisi kritik sosial adalah puisi yang menyatakan rasa tidak senang terhadap seseorang atau keadaan degan cara membeberkan hal yang rusak pada objek yang di angkat dalam puisi.

Cara Menulis Puisi

Untuk menulis puisi, perlu untuk mengikuti langkah-langkah berikut ini:
  1. Fokuskanlah pikiran serta perasaanmu terhadap suatu gagasan, pengalaman atau permasalahan.
  2. Tuangkanlah hal-hal yang terlintas pada pikiranmu itu. Kemudian pilih kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan pikiran dan perasaanmu dalam bentuk baris dan bait.
  3. Lakukanlah proses penyuntingan atau editing untuk menyempurnakan kualitas puisi yang sudah disusun.

Pembacaan Puisi yang Baik

Setelah dibuat, puisi ditujukan untuk dibaca di depan publik. Faktanya, tak semua orang yang mahir membuat teks puisi bisa dengan mudah dan terampil membacakan puisinya kepada banyak orang.

Jika Kamu ingin menjadi pembaca puisi yang baik, maka perlu untuk memperhatikan hal-hal yang menjadi faktor pembacaan puisi yang baik berikut ini:

1. Ekspresi

Ekspresi dalam puisi adalah ungkapan atau proses menyatakan atau memperlihatkan maksud, perasaan, dan gagasan. Wujud ekspresi dalam puisi biasanya diwujudkan dalam wujud air muka atau wajahnya. 

Penting untuk memperhatikan bagaimana rupa wajah ketika menyatakan baris atau bait-bait tertentu agar muncul kesesuaian antara apa yang dimaksud dalam teks puisi dengan ekspresi yang dikeluarkan dalam penampilan.

2. Lafal

Lafal adalah ucapan seseorang pada huruf atau kata yang diungkapkannya. Dalam puisi, setiap kata yang ada dalam teks harus dilafalkan dengan jelas agar maksud dan maknanya sampai kepada pemirsa. Baik huruf vokal maupun huruf konsonan, keduanya sama pentingnya.

3. Tekanan

Tekanan adalah kuat dan lemahnya cara pengucapan kata atau kalimat dalam sebuah puisi. Penggunaan tekanan pada bagian-bagian tertentu dalam puisi berfungsi untuk menegaskan sesuatu. Sehingga pendengar menjadi lebih perhatian pada bagian-bagian yang ditekankan.

4. Intonasi

Intonasi adalah naik serta turunnya lagu dalam kalimat. Fungsi intonasi ini untuk menjelaskan maksud dari baris dalam puisi, apakah fungsinya untuk bertanya, memerintah, menyampaikan informasi, atau yang lainnya?

Musikalisasi Puisi

Musikalisasi puisi adalah mengubah puisi menjadi sebuah lagu dengan memiliki keselarasan di antara keduanya. 

Dalam melakukan musikalisasi puisi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
  • Tidak boleh mengganti atau mengubah larik dalam puisi yang hendak diubah menjadi lagu.
  • Aransemen musikalisasi puisi yang baik perlu menangkap karakter puisi yang digubah.
Nah, demikianlah materi puisi kelas 8 bahasa Indonesia yang bisa Saya bagikan. Semoga bermanfaat ya Teman!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like