Sejak masih duduk dibangku kuliah, Saya sangat terobsesi agar kelak selepas lulus bekerja sebagai penulis. Ketimbang menjadi guru (sesuai latar belakang kuliah), bagi Saya menjadi penulis lebih menarik.

Selain karena memang hobi dan menikmatinya, menulis juga tampaknya pekerjaan yang relatif santai. Dalam artian, tidak terikat dengan waktu dan tempat yang mengharuskan Saya bekerja layaknya orang kantoran.

Makanya, meski awal 2020 sudah resmi dilantik jadi Guru PNS, Saya masih menyimpan harapan bisa punya pendapatan juga dari menulis. 

Namun, sejak lulus kuliah di tahun 2015, langkah menjadi penulis freelance baru bisa Saya wujudkan ketika tahun 2020.  Nah, pengalaman inilah yang akan Saya bagikan kepada para pembaca sekalian.

Sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai penulis lepas atau penulis freelance, Saya sudah tahu bahwa menghasilkan uang di dunia kepenulisan itu banyak sekali caranya. Pengetahuan ini Saya dapatkan dari hasil menjelajah di internet.

Bagi Anda yang mau mencoba peruntungan dengan menjadi penulis lepas juga tampaknya mesti memahami hal ini dulu. 

Jenis Pekerjaan Penulis Lepas (Freelance)

Setidaknya, ada beberapa jenis pekerjaan yang bisa dikerjakan sebagai penulis lepas yang Saya tau. Sebagiannya saat ini Saya kerjakan dan mulai menghasilkan walau belum bisa dibilang banyak. Diantara jenis pekerjaan penulis lepas antara lain:

  1. Penulis blog pribadi
  2. Kontributor situs besar
  3. Penulis artikel SEO (Buka jasa pribadi)
  4. Penulis artikel di Agency Writter
  5. Penulis mitra pengelola atau pemilik blog
Mungkin masih ada sih jenis pekerjaan lain. Namun karena Saya mungkin kudet, yang Saya tau hanya segitu.

Pengalaman Menjadi Penulis Freelance

Nah, berikut ini sedikit pengalaman Saya dalam berbagai jenis pekerjaan penulis freelance. Mungkin ada yang menarik dan bisa jadi inspirasi.

1. Menjadi Penulis Blog Sendiri

Penulis blog bisa dikategorikan penulis lepas karena Anda bisa menulisnya kapan saja dan dimana saja. 
Cara mendapatkan uang dari blog sendiri bermacam-macam. Bisa mendapatkannya dari agensi periklanan seperti Google Adsense, dari membuka Guest Post, dari affiliate, dan banyak lagi.
Sejauh ini, Saya sudah mendapatkan uang dari Blog (meski belum bisa dicairkan). Jalannya lewat bermitra dengan Google Adsense.
Sejak membangun blog dari Juni, akhirnya diterima pada pertengahan Oktober. Meski belum banyak, tapi ya tetap disyukuri.
Namun jika mau bersabar dan serius, Saya yakin Anda yang mau masuk dalam dunia penulis blog bisa sukses kok. Asal tekun, sabar, dan terus belajar dalam proses penulisan dan hal-hal teknis pendukung optimasi blog.

2. Menjadi Kontributor di Situs-Situs Besar

Ketika masih kuliah, yang Saya tau media-media yang mau membayar tulisan adalah media cetak. Saya sempat mendapatkan uang beberapakali melalui menulis di media cetak. 

Secara honor, menulis di media cetak lumayan besar. Dulu waktu zaman kuliah, Saya menulis di Pikiran Rakyat dapat sekutar 200 ribuan sekali tulisan dimuat. Namun karena space koran terbatas dan yang mau nulis banyak, agak susah juga sih mengandalkan kerjaan seperti ini jadi penghasilan rutin.

Belakangan, dalam proses pencarian, Saya juga mendapatkan info bahwa banyak situs-situs ternama seperti Hipwee, IDNTimes,UCNews, hingga terminal Mojok. 

Bayarannya sangat jauh lebih kecil dibanding di media cetak (untuk status kontributor). Setiap situs juga berbeda-beda skema pembayarannya. Ada yang menggunakan fixed rate di angka 20 ribu, ada juga yang bergantung pada jangkauan tulisan atau klik iklan.

Sebetulnya, jika Anda tergolong kreatif dan bisa memproduksi konten-konten segar dalam waktu yang cepat, Anda bisa mengandalkan pekerjaan menulis di situs-situs besar seperti ini. Apalagi jika Anda pandai memproduksi konten viral, lumayan prospek sepertinya.

Ini hanya perkiraan saja, karena Saya pribadi belum punya banyak pengalaman disini. Baru daftar dan menulis sedikit saja, sehingga belum dapat uang darisini. Hehe..

3. Menjadi Penulis Artikel SEO (Jasa Content Writer Mandiri)

Pekerjaan yang Saya liat cukup subur dan banyak dilakukan oleh para penulis freelance adalah menjadi penulis artikel SEO. Banyak penulis yang terjun di lini ini dan mendapatkan penghasilan yang rutin.

Namun, Anda yang merasa sudah pandai menulis karena tulisannya pernah dibukukan atau masuk koran, tak bisa menanggap mudah untuk terjun dalam jasa penulis SEO (Search Engine Optimization).

Mengapa?

Hal ini karena teknik, gaya bahasa, dan standar baik buruknya memiliki perbedaan dengan tulisan-tulisan yang mungkin sebelumnya sering Anda buat. Beberapa faktor lain juga perlu ditambahkan dalam tulisan. Maka jika Anda tertarik, coba googling dan pelajari dulu apa yang dimaksud dengan artikel SEO dan bagaimana cara menulisnya.

Ketika Anda sudah merasa mahir dan mampu, Anda bisa buka jasa dan tawarkan dikomunitas-komunitas Blogger yang ada di Facebook. Di komunitas tersebut, banyak orang yang punya tekad dan senang mencari uang dari blog namun tak mampu menulis dengan baik atau rutin. Akhirnya, mereka biasanya mempercayakannya pada Jasa Penulisan artikel.

Umumnya, bayaran untuk per seratus kata yang ditawarkan oleh penyedia jasa ini dikisaran 2000-3000 perak per seratus kata. Memang kecil sih. Tapi biasanya yang order artikel SEO itu sekali pesen langsung banyak.

Selain di komunitas Blogger, Anda juga bisa daftar ke agensi yang mempertemukan para freelancer dengan orang-orang yang membutuhkan jasa. Misalnya di situs project.co.id.

Saya pribadi, belum membuka jasa sendiri semacam ini. Saya merasa belum sanggup untuk proses pemasarannya. Namun, Saya lumayan tau seluk beluknya, karena Saya bekerja di agency penulis artikel.

4. Menjadi Penulis Artikel di Content Writter Agency

Ada banyak agensi yang membuka lowongan pekerjaan menulis dan menghubungkin para penulisnya dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan konten di situs atau blog miliknya.
Nah, Anda bisa coba mendaftar ke agensi seperti ini. Saya prbadi sudah melakukan ini dan mendapatkan uang dengan cara ini. Sejak sebelum lebaran tahun 2020, Saya coba daftar ke salah satu agensi yang Saya pandang sudah lumayan besar sih, namnya Saung Writer.

Daftarnya sangat mudah. Namun, supaya bisa diterima, jalannya lumayan panjang dan sulit. Saya pribadi melalui beberapa tahapan yang dilalui.
Mulai dari pendaftaran dengan mengirim CV dan sampel tulisan, tahap wawancara jarak jauh dengan mengisi form dengan banyak pertanyaan, tahapan membuat beberapa tulisan sebagai mekanisme serupa seleksi trial, hingga akhirnya di wawancara tatap muka melalui Zoom Meeting.

Saya pribadi akhirnya diterima pada Agustus 2020. Selama tiga bulanan (sampai tulisan ini dibuat), kira-kira Saya sudah dapat uang sekitar 3 juta dari Saung Writer. Lumayan sih untuk ukuran kerja sampingan.
Sebagai agensi, Saung Writer membuka kesempatan bagi penulis yang daftar untuk memilih spesialisasi. Zaman Saya daftar sih ada spesialisasi penulis artikel SEO, penulis artikel Copywritting, dan penuls berita. Saya pribadi sih memilih jadi penulis artikel SEO.
Sistem di Saung Writer ini Saya pikir cukup profesional. Proses kerjanya rapi dan terstruktur, ada kegiatan peningkatan kemampuan secara daring, dan pembayaran honornya juga tidak telat serta ada SOP-nya.
Pertulisannya di bayar berapa? Tergantung grade sih. Kalau Saya masih grade ecek-ecek karena baru belajar SEO beberapa bulan belakangan, jadinya bayaranya 20 perak per-kata. Namun kalau sudah ahli, bisa lebih besar, hingga 2-3 kali lipatnya. Apalagi jika Anda bisa bikin konten bahasa Inggris.
Tapi konon kata penulis lain yang sudah malang melintang di agensi penulis artikel sejak 2011, angka yang dikasih Saung Writer untuk penulisnya terhitung lumayan besar.
Selain di Saung Writer, yang Saya tau ada agency-agency lainnya juga sih. Tapi kebetulan dulu waktu nyari-nyari, agency yang lain pada tutup lowongan. Nah, coba aja Anda cek tuh di Google dan coba cari sendiri. Tulis aja keyword ‘lowongan kerja penulis freelance’.

5. Menjadi Mitra Pengelola Blog

Kalau Anda coba berselancar di komunitas-komunitas Blogger, mungkin Anda akan menemukan orang-orang yang menawarkan kerjasama pengelolaan blog. Jadi mereka sebagai pemiliki blog atau situs membagi kesempatan untuk mengembangkan apa yang menjadi miliknya secara bersama-sama.
Anda bisa bantu nulis disana dan biasanya ada perjanjian. Anda baru di bayar kalau blog rame dan banyak yang klik iklan. Nanti uang yang Anda dapatkan adalah hasil pembagian dari honor yang diterima dari agency iklan seperti Google Adsense atau MGID. Misalnya pembagiannya 70:30 persen atau semisalnya.
Saya pribadi pernah kerja yang begini. Sebagai mitra Saya dikasih akses untuk mengelola subdomain milik pemilik situs. Saya tinggal posting dan share artikel supaya banyak dibaca dan diklik iklannya. Jadi nggak perlu ngurusin hal teknis lain. Fokus nulis aja.
Dalam beberapa hari, Saya dapat sekitar 30 ribu. Namun karena kurang srek, Saya akhirnya mundur.
Coba aja Anda pantengin komunitas blogger seperti di grup Facebook. Kalau beruntung, ketemu deh yang nawarin konsep seperti ini.

Mana Jenis Pekerjaan Paling Banyak Cuan-nya?

Sebelum Saya jawab pertanyaan di atas, harus Kita clear-kan dulu. Bahwa cuan itu nomor dua, yang pertama itu berkah serta bermanfaat.
Namun kalau ditanya yang paling banyak cuannya, Saya jawab semua jenis juga memungkinkan. Toh faktanya yang Saya tau banyak juga yang sukses di tiap-tiap jenis pekerjaannya.
Ada yang sukses menjadi penulis blog dengan penghasilan bulanan hingga lebih dari dua digit sebulan. Begitu juga ada yang sukses dapat banyak uang dengan membuka jasa penulisan artikel sendiri, bermitra dengan pemilik situs, jadi kontributor, hingga bekerja di agency writter.

Intinya sih kerjanya ditekuni dengan penuh tanggungjawab, tekun, serius, dan yang penting halal. Kalau sudah on the track, Saya pikir tinggal tunggu waktu aja.
Nah, itulah pengalaman menjadi penulis lepas atau freelance yang bisa Saya bagikan. Semoga bermanfaat deh ya!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like