3 Puisi untuk Guru Ngaji (Ekspresi Kagum, Perpisahan, dan Doa)

Untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaan, Kamu bisa
mewujudkannya dalam bentuk puisi. Termasuk, ketika ekspresi ini akan Kamu
sampaikan kepada guru ngaji tercinta. Kamu bisa memberikan gurumu puisi untuk guru ngaji.

Sebagai bahan inspirasi, Saya mencoba membagikan puisi tentang guru ngaji yang Saya buat
sendiri. Semoga guru ngaji kita semua senantiasa mendapatkan kebaikan dan kelak
diberikan syafaat dari Allah Sang
Maha Pencipta.

Puisi untuk Guru
Ngaji

Puisi pertama yang Saya tulis dibuat untuk mengekspresikan rasa kagum terhadap kebaikan guru ngaji. Meskipun keberadaannya banyak tak dihargai, namun ia senantiasa ikhlas beramal dengan hati.

Cermin Manusia Ikhlas Hakiki

Mungkin namamu tiada yang peduli

Keseharianmu tak banyak yang menghargai

Gajimupun tak lebih besar dari kuli

Kesederhanaan menjadi jalanmu sehari-hari

 

Namun, ku yakin jasamu pasti abadi

Selayaknya aliran air yang mengalir tiada henti

Ilmu dan keteladananmu menyentuh ke dalam sanubari

Muda-muda Islam yang menjadi pelanjut generasi

 

Bagiku, kau adalah permata hati

Namamu kan selalu terpatri

Sebagai manusia titipan ilahi

Yang menuntunku menjadi manusia baik hati

 

Guruku, semoga surga-Nya menjadi balasanmu nanti

Kebahagiaan hakiki yang tiada bertepi

Puisi Perpisahan
untuk Guru Ngaji

Puisi yang kedua berkisah tentang perpisahan dengan guru ngaji yang tak bisa ditahan. Selayaknya pertemuan, pasti ada perpisahan. Itulah yang harus disadari oleh Kita para muridnya.

Selamat Tinggal Guru
Ngajiku

Ingatanku melayang pada suatu ketika,

Dikala kebodohan tinggal bergitu lama dalam kehidupanku

Membuat gelap setiap lika-liku jalan yang membentang
dihadapanku

Hingga aku tersadar bahwa aku tak bisa terus seperti itu

 

Hingga datang satu masa,

Di atas hidayahnya aku dipertemukan dengan sosok titipan
Tuhan

Engkau yang tiada lelah berikan ilmu dan keteladanan

Menuntun dengan nasihat dengan lisan dan perbuatan

Maka menjadi benderanglah apa yang dulu ku anggap
kebingungan

 

Namun pernah engkau berkata,

Setiap perjumpaan, akan berakhir perpisahan

Seberapa jauh manusia berjalan, ia akan sampai di ujung
pertemuan

Meski menyisakan kesedihan, namun siapa yang mampu membantah
takdir Tuhan?

 

Hingga masa ini tiba,

Ikatan guru dan murid akhirnya sampai di persimpangan

Kita harus berpisah dan menempuh masing-masing perjalanan

Saling mendoakan semoga semua selalu berada dalam kebaikan

 

Selamat jalan guru ngajiku,

Semoga keberkahan selalu menyertai hidupmu

Puisi Doa untuk Guru
Ngaji

Saat Kita tak bisa membalas kebaikan seseorang dengan materi, maka seminimalnya berilah mereka doa. Panjatkan pada Sang Maha Kuasa agar kebaikan selalu menyerti guru-guru Kita semua. Inilah yang Saya ekspresikan di puisi ketiga.

Semoga

Mengingat jasamu

Tak akan habis ditulis dengan bertumpuk buku

Tak akan mampu dihitung meski berwindu-windu

 

Membalas jasamu

Tak akan bisa ditukar dengan lembaran merah beribu-ribu

Apalagi hanya ucapan terimakasih dengan nada malu-malu

 

Hanya doa yang bisa kupanjatkan

Mengetuk ridho ilahi hadir menyertai hidupmu dengan
keberkahan

Setiap urusan dapat kau lalui dengan penuh kemudahan

Dalam naungan dan lindungan Sang Maha Rahman

 

Hanya doa yang bisa kupanjatkan

Amal jariyahmu terus menjejak meski kelak kau berjumpa
kematian

Membawa syafaat yang menghapuskan dosa yang
dipertanggungjawabkan

Hingga kau sampai di surga yang sangat dirindukan

 

Nah, itulah setidaknya 3 buah puisi tentang guru ngaji yang
mudah-mudahan menginspirasi. Semoga bermanfaat ya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like