Memasuki semester genap, siswa kelas 10 SMA/K masuk ke dalam pembahasan materi Teks Negosiasi. Materi ini ada di bab ke-5 dan penting untuk dikuasai.

Dalam kesempatan kali ini, kita akan bersama-sama mengupas tuntas tentang teks yang satu ini. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi bagi pembaca sekalian.

negosasi

Pengertian Teks Negosiasi

Apa yang dimaksud dengan teks negosiasi? 

Teks Negosiasi adalah proses tawar menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antar satu pihak dengan pihak yang lainnya. Baik antar individu, antar kelompok, maupun antar organisasi.

Dengan demikian, negosiasi sekurang-kurangnya melibatkan 2 pihak yang saling berkomunikasi. 

Jenis-Jenis Teks Negosiasi

Berdasarkan bentuknya, jenis teks negosiasi ada dua macam:

1. Negosiasi langsung

Negosiasi langsung adalah negosiasi yang dilakukan melalui proses tuturan langsung. Dalam artian, masing-masing pihak menyawampaikan permintaan dan penawarannya dengan saling menyampaikannya secara langsung dan real time. 

Misalnya melalui proses tatap muka, lewat telpon, videocall, dan sebagainya.

Negosiasi jenis yang satu ini juga terbagi lagi menjadi dua berdasarkan tujuannya. Yakni:

  • Negosiasi untuk memecahkan masalah
  • Negosiasi untuk menghasilkan kesepakatan

2. Negosiasi tidak langsung

Negosiasi tidak langsung adalah negosiasi yang prosesnya tidak dilakukan dengan tuturan langsung. Antar pihak yang melakukan permintaan dan penawaran tidak menyampaikannya melalui kegiatan surat menyurat yang membutuhkan jeda waktu untuk saling berbalas.

Biasanya, negosiasi jenis yang kedua ini bersifat lebih formal dan resmi. Umumnya dilakukan oleh lembaga-lembaga yang punya kredibilitas dihadapan hukum

Unsur Pembangun Teks Negosiasi

Dalam praktiknya, suatu proses negosiasi dapat dikataka teks negosiasi yang utuh jika dalam prosesnya melibatkan unsure pembangun yang lengkap.

Setidaknya, mesti ada 4 unsur pembangun teks negosiasi. antara lain:

1. Partisipan

Partisipan adalah orang yang berpartisipasi atau terlibat dalam kegiatan negosiasi. Umumnya melibatkan 2 pihak partisipan.

2. Perbedaan Kepentingan antar Kedua Belah Pihak

Sebuah negosiasi perlu dilakukan jika antara 2 pihak punya perbedaan kepentingan dalam aspek-aspek tertentu. Sebaliknya, jika tidak ada perbedaan kepentingan, negosiasi tak dibutuhkan sama sekali.

3. Pengajuan dan Penawaran

Pengajuan dan penawaran adalah isi atau materi yang disampaikan kedua belah pihak ketika melakukan negosiasi. Ketika satu pihak melakukan pengajuan tentang suatu hal, maka pihak lain bisa meresponnya dengan menawarkan sesuatu yang berbeda. 

Kegiatan saling mengajukan dan menawarkan ini perlu terus dilangsungkan hingga kedua belah pihak mencapai titik temu.

4. Persetujuan dan Kesepakatan

Persetujuan dan kesepakatan adalah titik temu dari kegiatan negosiasi yang memuaskan kedua belah pihak yang pada awalnya berbeda kepentingan. Jika unsur yang satu ini terpenuhi, maka negosiasi bisa dikatakan telah berhasil.

Struktur Teks Negosiasi

Dalam teks negosiasi berbentuk dialog, struktur teks negosiasi terdiri dari:

1. Orientasi

Bagian pembuka dari teks. Isinya berupa latar dan perkenalan dari pihak yang terlibat dalam teks negosiasi.

2. Pengajuan

Pengajuan adalah bagian yang berisi ajuan yang disampaikan oleh salah satu partisipan terhadap sesuatu.

Misalnya dalam konteks teks negosiasi jual beli, maka pengajuan dilakukan pembeli yang mengajukan harga tertentu kepada penjual.

3. Penawaran

Penawaran adalah bagian yang berisi tawaran yang disampaikan oleh partisipan lainnya terhadap partisipan yang mengajukan.

Dalam konteks negosiasi jual beli, maka penawaran dilakukan penjual dengan cara menawarkan harga dan rincian produk yang dijualnya.

4. Persetujuan

Persetujuan adalah bagian yang berisi kesepakatan atau titik temu antara kepentingan pihak yang mengajukan dan pihak yang menawarkan. Persetujuan dapat terpenuhi jika kedua belah pihak saling sukarela dengan hasil putusan dan menerima tanpa paksaan.

Dalam teks negosiasi yang bentuknya surat, struktur yang dibuat tentu saja harus mengikuti aturan persuratan yang berlaku. 

Kira-kira, berikut ini struktur atau unsur yang mesti ada dalam surat penawaran untuk negosiasi:

  • Kop surat
  • Nomor surat
  • Lampiran
  • Hal
  • Tangal sura
  • Alamat penerima surat
  • Tubuh surat (pembuka, isi/maksud, penutup)
  • Salam penutup surat

Ciri Kebahasaan Teks Negosiasi

Ada beberapa ciri kebahasaan teks negosiasi atau unsur kebahasaan teks negosiasi yang termuat dalam teks ini. 

Berikut poin-poinnya:

  1. Kalimat-kalimat yang digunakan bersifat deklaratif. Dengan kata lain, berupa pernyataan yang menginformasikan apa yang diajukan dan apa yang ditawarkan.
  2. Menggunakan kalimat-kalimat persuasif untuk mencapai kesepakatan. Kedua pihak partisipan saling mempengaruhi agar masing-masing kepentingannya bisa terakomodir dalam persetujuan.
  3. Menggunakan bentuk kalimat langsung. Kalimat langsung adalah kalimat yang berisi tuturan langsung. Biasanya ditandai dengan tanda kutip dua (“) yang mengapit isi perkataan.
  4. Diksi yang digunakan adalah pilihan-pilihan kata yang sopan dan menyesuaikan dengan lawan bicara dalam negosiasi.

Faktor Penyebab Keberhasilan Negosiasi

Agar suatu proses negosiasi bisa berjalan sukses dan menghasilkan kesepakatan, maka perlu untuk memahami faktor penyebab keberhasilan negosiasi.

Faktor-faktor tersebut antara lain:

  1. Alasan yang disampaikan mampu membuat orang yakin dengan apa yang diajukan atau ditawarkan.
  2. Apa yang diajukan dan ditawarkan tidak punya sifat memaksa pihak yang lain.
  3. Kedua belah pihak yang saling bernegosiasi punya hati dan kesediaan untuk saling berkompromi meski saling berbeda pendapat.

Jika ketiga faktor tersebut dipenuhi, maka negosiasi akan berhasil. Sebaliknya, jika ada salah satunya yang tidak terpenuhi, pasti akan sulit mendapatkan keberhasilan.

Cara Menyampaikan Pengajuan dan Penawaran

Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan ketika melakukan pengajuan dan penawaran kepada pihak lain. 

Hal-hal yang perlu diperhatikan tersebut adalah:

  1. Dilakukan dengan sopan.
  2. Tidak berupaya menekan pihak lain.
  3. Menyampaikan ajuan atau tawaran yang saling menguntungkan.
  4. Ajuan dan tawaran sebaiknya disertai dengan alasan yang kuat.

Contoh Teks Negosiasi Beserta Strukturnya

Lantas, bagaimana contoh teks negosiasi beserta strukturnya? Kalian tentu saja perlu melihat langsung contoh dan strukturnya ini agar tingkat pemahamannya menjadi lebih tinggi.

Nah, berikut contoh yang bisa kalian perhatikan. Dibawah ini adalah contoh dalam konteks jual beli.

Orientasi

Suatu hari di sebuah pasar tradisional.

Pembeli: “Maaf Mas, ini harga satu kilo durian montongnya berapa ya? Kayanya enak nih!

Penjual: Oh, yang itu 75 ribu Mbak!”

Pengajuan

Pembeli: “Wah, kok kayanya itu kemahalan ya Mas. Memang nggak bisa kurang ya?”

Penawaran:

Penjual: “ Ini sudah murah Mbak. Ini durian asli Mbak, rasanya dijamin enak karena ditanam di kebun pilihan. Beda dengan durian biasanya,”

Pengajuan

Pembeli: “Oh gitu. Tapi gimana ya Mas. Soalnya pekan lalu juga saya beli durian yang enak harganya cuma 60 ribu. Kalau ini 60 ribu juga bagaimana Mas?”

Penawaran

Penjual: “Wah, dikit banget nanti saya untungnya Mbak. Tapi boleh aja sih, asal Mbak belinya minimal 3 kilo. Kalau mau, saya keluarin harganya 60 ribu sekilo,”

Persetujuan

Pembeli: “Hm, boleh deh bang. Saya ambil 3 kilogram ya Mas?”

Penjual: “Oke, total harganya jadi 180 ribu ya Mbak!”

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai materi teks negosiasi dari A sampai Z. Semoga cukup jelas dan bisa menambah pengetahuan kalian semua

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like