25 Soal Teks Kritik dan Esai (PG & Esay) Kelas 12/XII SMA Kurikulum 2013, Lengkap dengan Kunci Jawaban!

Contoh soal teks kritik dan esai mungkin dibutuhkan bagi siswa atau guru kelas 12 bahasa Indonesia.

Dalam rangka mengevaluasi tingkat pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran Bahasa Indonesia semester genap, yaitu Teks Kritik dan Esai, berikut kami sajikan kumpulan soal-soal pilihan ganda maupun esay yang  bisa dipelajari oleh adik-adik siswa tingkat kelas 12/XII SMA.


Soal Teks Kritik dan Esai

Terdapat 20 contoh soal pilihan ganda dan 5 soal esay yang berkaitan dengan materi Teks Kritik dan Esai pelajaran Bahasa Indonesia kelas 12/XII semester 2 (genap) yang bisa adik-adik sekalian pelajari ataupun dijadikan rujukan dalam menjawab tugas dari guru.

Contoh Soal Teks Kritik dan Esai Pilihan Ganda

A. Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, dan D.

1. Berikut ini merupakan perbedaan antara kritik dan esai, kecuali…

a. Objek bahasan kritik umumnya suatu karya (baik senin, musik, sastra, film, dll), sedangkan esai objeknya berupa fenomena yang ada di kehidupan.

b. Kritik membutuhkan ulasan tentang deskripsi karya yang dibahas, sedangkan esai tidak.

c. Kritik wajib menyuguhkan data, sedangkan esai tidak selalu.

d. Kritik menyajikan pendapat,  sedangkan esai argumen.

2. Bacalah kutipan cerpen berikut!

Akulah Jibril, yang angin adalah aku, yang embun adalah aku, yang asap adalah aku, yang gemersik adalah aku, yang menghantarkan panas dan dingin. Aku mengirimkan kesejukan, pikiran segar yang mengajak giat belajar. Aku adalah yang menyodorkan keheranan dan sekaligus jawaban. Aku di kebun rimbun, aku di padang pasir, aku di laut, aku di gunung, aku di udara, kukirimkan layang-layangku kepadamu, kepada kalian.

 (Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat: Danarto)

Kalimat kritik yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah …

a. Danarto dikenal sebagai penulis cerpen yang religius, tercermin dalam tokoh cerpen yang telah ditulisnya.

b. Menuntut pembaca harus lebih cermat untuk memahami isi cerita karena banyak menggunakan kata-kata lambang.

c. Penggunaan   kalimat-kalimat   yang   unik   membuat cerpen   ini   diminati pembacanya.

d. Cerpen Danarto pada umumnya beraliran religius sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau.

3. Penyair meletup-letup, jujur dalam mengungkapkan realita kehidupan. Akan tetapi, kejujuran itu pantulan untuk orang lain semata. Seperti dalam puisi MAJOI karya Taufik Ismail. Jujur saja apakah pengarang sudah mengumpulkan fakta? Bagaimana kalau kata ganti “aku” dalam puisi digunakan “kita” agar lebih faktual.

Kalimat kritik yang sesuai dengan isi penjelasan tersebut adalah …

a. Tidaklah mudah menciptakan karya sastra bernilai dan bermutu.

b. Dalam puisi MAJOI, Taufik Ismail sebaiknya menggunakan kata ganti “kita”.

c. Seorang penyair memang harus berani mengungkapkan fakta kehidupan.

d. Ungkapan sindiran dalam sebuah karya puisi dirasakan paling tepat.

4. Simaklah paragraf esai berikut!

Berbicara tentang masalah sajak, kita sering menjumpai kata-kata masih mentah, gagal sebagai sebuah sajak, tidak berbobot. Penyebabnya ada dua kemungkinan. Mungkin lantaran penulisnya belum mahir dalam teknik menulis sajak. Kemungkinan kedua kurangnya penghayatan terhadap hidup. Tidak menaruh perhatian. Pada filsafat atau memang usianya belum memungkinkan untuk berkecimpung. Dalam dunia filsafat. Realita yang terdapat dalam dirinya belum sanggup dia kaitkan dengan realita di luar karena usianya masih muda remaja.

Kalimat kesimpulan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah …

a. Banyak karya sastra berupa sajak, namun tidak tergolong ke dalam sajak berkualitas.

b. Karya sastra yang berkualitas terlahir dari sastrawan yang berpengalaman.

c. Penulis sajak yang berkualitas memerlukan penghayatan.

d. Ilmu filsafat sangat menentukan kualitas karya  sastra yang dibuatnya.

5. Sajak-sajak yang ditulis generasi penyair masa kini termasuk karya yang cukup baik. Para penyair masa kini merupakan orang-orang kreatif pada zamannya. Hanya mereka masih membutatulikan kemampuan lain untuk mengasah kepekaan estetis dalam memilih diksi dan metafora. Kemampuan yang dapat ditingkatkan dari kebiasaan membaca realitas yang hadir di lingkungannya. Kebiasaan yang tidak akan didapat dari bangku sekolah.

Kalimat simpulan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah …

a. Kepekaan estetis dapat diasah melalui kebiasaan membaca realitas yang hadir di lingkungan dan di bangku sekolah.

b. Generasi penyair masa kini masih harus mengasah kepekaan estetis melalui membaca realitas yang hadir di lingkungannya.

c. Kreativitas penyair masa kini tercermin melalui karyanya yang teliti dalam memilih diksi dan metafora.

d. Pemilihan diksi  dan metafora dalam karya-karya penyair masa kini  tidak diperoleh dari bangku sekolah.

6. Simaklah kutipan esai berikut dengan saksama!

Beberapa tahun belakangan ini kesenjangan di Indonesia cenderung naik. Kesenjangan tersebut terlihat dengan adanya berbagai perubahan di negeri ini. Pertama, adanya peningkatan kesenjangan pemilikan lahan dalam sektor pertanian. Kedua, adanya kesenjangan akses untuk bergabung dalam aktivitas ekonomi sebagai sumber pendapatan. Misalnya saja di sektor pertanian, banyak petani kecil yang merasa kesulitan untuk mendapatkan kredit. Ketiga, adanya kesenjangan untuk mendapatkan akses pelayanan dasar bagi masyarakat, contohnya seperti mendapatkan pendidikan dan kesehatan.

Hal yang diungkapkan dalam esai di atas adalah …

a. Kesenjangan merupakan salah satu pokok persoalan ekonomi kita akhir-akhir ini.

b. Pendidikan dan kesehatan semakin tidak dijangkau oleh petani.

c. Petani kecil selalu mendapatkan kesulitan untuk memperoleh kredit dari pemerintah.

d. Kesenjangan yang terjadi antara petani dengan pemerintah Indonesia.

7. Bacalah kutipan esai berikut dengan seksama!

Antibiotik merupakan substansi yang dihasilkan organisme hidup yang dalam konsentrasi rendah dapat membunuh organisme lain nya. Dengan kata lain, antibiotik adalah obat yang berfungsi untuk menanggulangi infeksi bakteri. Antibiotik memiliki peran yang sangat penting untuk melindungi tubuh dari penyakit karena infeksi bakteri dapat menyerang di bagian tubuh mana pun. Jika infeksi bakteri sampai menyerang otak, maka akan menjadi penyakit meningitis, sedangkan jika terkena paru-paru, maka akan menjadi penyakit bronkitis.

Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah …

a. Infeksi yang mengenai paru-paru manusia

b. Infeksi yang menyerang otak manusia

c. Kegunaan antibiotik bagi tubuh manusia

d. Antibiotik yang diproduksi dari tumbuhan tingkat tinggi

8. Cermati penjelasan berikut!

Para penyair jujur dalam mengungkapkan realita kehidupan. Namun, kejujuran tersebut hanyalah pantulan untuk orang lain semata. Seperti dalam puisi MAJOI karya Taufik Ismail. Jujur saja apakah pengarang telah mengumpulkan fakta? Bagaimana jika kata “aku” dalam puisi tersebut digunakan kata “kita” agar terdegar lebih faktual.

Kalimat kritik yang sesuai dengan isi penjelasan di atas adalah …

a. Dalam puisi MAJOI, Taufik Ismail sebaiknya menggunakan kata ganti “kita”.

b. Menciptakan karya sastra yang bernilai dan bermutu tidaklah mudah.

c. Menjadi seorang penyair berarti harus berani mengungkapkan fakta kehidupan.

d. Puisi MAJOI salah satu puisi pemberani untuk mengungkapkan fakta.

9. Cermati penjelasan buku sastra berikut!

Kalimat pembuka cerpen “Dadu” diikuti oleh kalimat-kalimat lain yang bernasib sama. Puitis, imajinatif, dan berlarut-larut dalam majas. Akibatnya, cerpen agak panjang karya Nirwan Dewanto ini terbata-bata dalam membentuk cerita. Padahal, di situ ada cerita. Sebuah interpretasi ulang dari kisah Mahabarata dan Ramayana. Pasalnya, uraian Nirwan gagal menampilkan kejernihan peristiwa. Ada kabul tebal pada tiap kalimat Nirwan. Kabut yang menutupi peristiwa.

Kalimat kritik yang sesuai dengan penjelasan tersebut adalah …

a. Kalimat-kalimat yang ditampilkan dalam cerpen “Dadu” karya Nirwan Dewanto ini berbelit-belit sehingga tidak menarik.

b. Kalimat yang berlarut-larut dengan majas dalam cerpen “Dadu” karya Nirwan Dewanto membuat cerita menjadi indah.

c. Cerpen “Dadu” karya Nirwan Dewanto mengandung kabut tebal berupa majas, tetapi peristiwa yang disajikan menjadi jelas sehingga menjadikan suatu karya yang menarik.

d. Kalimat pembuka cerpen “Dadu” diikuti kalimat-kalimat puitis, imajinatif, dan berlarut-larut dengan majas yang berakibat cerpen agak panjang dan terbata-bata dalam membentuk cerita.

10. Perhatikan petikan esai berikut !

Pascamaraknya sajak-sajak sosial, sejak awal tahun 2000 hingga kini, perpuisian Indonesia kembali pada kemerdekaan masing-masing penyair dalam mencipta. Gaya dan tema sajak-sajak Indonesia mutakhir, seperti dapat kita amati pada rubrik sastra surat kabar, majalah, jurnal puisi serta sebagai kumpulan antologi puisi kembali beragam. Heterogenitas tema dan gaya pengucapan kembali mewarnai perpuisian Indonesia akhir-akhir ini muncul sajak-sajak naratif yang panjang, seperti banyak dimuat di harian umum. Tetapi sajak- sajak pendek juga tetap muncul di rubik-rubik sastra. Selain itu, masih ada kesan yang kuat bahwa tradisi perpuisian Indonesia mutakhir kembali terperangkap dalam orientasi kuantitatif, seperti yang diungkap Budi Darma ketika melihat maraknya buku-buku antologi puisi yang diterbitkan oleh komunitas sastra di tanah air sejak awal 1990-an .

Simpulan teks esai di atas adalah …

a. Kebebasan gaya dan keberagaman tema puisi Indonesia mutakhir 

b. Sajak- sajak naratif yang panjang mewarnai dunia perpuisian Indonesia saat ini

c. Antologi puisi semakin marak di Indonesia

d. Awal tahun 2000 hingga kini dunia perpuisian mengalami perubahan tren

11. Hal yang perlu diperhatkan dalam menulis kritik sastra adalah…

a. latar belakang pembaca

b. analisis karya sastra

c. analisis cabang keilmuan

d. hanya mengutamakan unsur dalam teks

12. Di bawah ini yang tidak termasuk objek sebuah kritik adalah…

a. teknik penulisan

b. struktur kata

c. gambar objek

d. latar belakang penulis

13. Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis esai adalah berikut ini, kecuali…

a. Berisi sindiran dengan penggunaan bahasa yang khas

b. Berisi renungan dan argumentasi

c. berisi fakta dan data akurat

d. harus mementingkan pandangan penulis esai

14. Berikut ini yang tidak dilakukan dalam kegiatan menulis kritik adalah…

a. melakukan alih bahasa

b. memberikan komentar

c. melakukan interpretasi

d. memberikan gambaran umum karya sastra

15. Bacalah paragraf esai berikut!

Jika saya katakan penyair membebaskan diri dari kata-kata ialah sikap penyair yang tidak atau kurang mengacuhkan kata-kata. Berbeda dengan kecermatan dan hiraunya Amir hamzah dan Chairil Anwar terhadap kata-kata. Bebas dari kata-kata cenderung menyebabkan kata-kata menjadi kurang penting. Penyair tidak lagi memedulikan apakah kata yang ditampilkannya itu terlalu denotatif, kurang puitis, kurang imajinatif berlebihan (kurang hemat), dan semacamnya. Ia bebas terhadap kata-kata….

Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf esai tersebut adalah….

a. Kata-kata sangat dipentingkan dalam proses kreatif pembuatan puisinya.

b. Kata-kata tidak lagi menjadi taruhan bagi kepenyairannya.

c. Penyair kurang cermat terhadap kata-kata atau daya seleksinya kurang.

d. Penyair cenderung menulis prosa dalam puisinya.

16. Bacalah teks betikut dengan saksama !

Cara menutup cerita membuat pembaca perlu mengulang kembali agar dapat mengerti dan menikmati cerita yang disampaikan. Pembaca bertanya-tanya tentang akhir cerita selanjutnya. Banyaknya bahasa Melayu yang digunakan membuat pembaca tidak mengerti. Pemakaian ungkapan dan kiasan dalam kalimat membuat cerita agak terasa berat. Untuk dapat memahami cerita ini pembaca terpaksa berpikir lebih mendalam.

Kalimat resensi yang menyatakan kelemahan novel dalam petikan tersebut adalah ….

a. Perlu pemikiran mendalam dan konsentrasi untuk memahami cerita

b. Ungkapan yang sering digunakan menjenuhkan pembaca

c. Cerita kurang dapat dipahami karena jalan cerita tidak jelas

d. Terdapatnya bahasa yang kurang dipahami pada masa kini

17. Cermati kutipan berikut!

Begitulah maka aku pun pernah jadi buah harap mereka. Buah cakap yang manis didengar dari gadis dan ibu-ibu di kampong. Tiap kali kalau kebetulan aku lewat di muka rumah mereka, dari celah celah kerai menjeling beberapa mata jelita. Dan tak jarang aku dapat gangguan ibu-ibu yang suka menyindir. Tapi, aku yang masih terlalu muda, tak mungkin sanggup memikirkan hal-hal yang sulit itu. Lagi pula ayahku (pentolan Serikat Islamnya Tjokroaminoto yang tergolong progresif) tak suka pada fiil macam itu.

Sumber : Djamil Suherman,

“Jadi Santri”

Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah…

a. cerpen sulit dipahami karena bahasanya berbelit-belit dan mementingkankeindahan.

b. penyajian konflik dalam cerita dilakukan secara tersirat, yaitu melalui pikiran-pikiran tokoh.

c. cerpen itu kurang menarik karena menggunakan “akuan‟ yang jarang ditemukandalam cerita lain.

d. cerpen tersebut sulit dipahami karena memakai kata prog-resif dan banyak kata asing lainnya.

18. Simaklah kutipan kritik sastra berikut! 

 Film “Si Doel The Movie” tidak lagi neko-neko. Film yang disutradarai Rano Karno ini seperti beberapa cerita film masa lalu yang ditulis ulang dengan gaya kekinian. Meskipun menggunakan latar modern, “Si Doel The Movies” tetap menggambarkan kehidupan masyarakat Betawi. [ . . . . . . . . . . . . ] Meskipun tanpa almarhum Benyamin Sueb, jalan cerita tetap disajikan secara apik. Penyajiannya tidak berlebihan dari cerita sebelumnya.

 Disadur dari : https://www.cnnindonesia.com

Kalimat yang tepat untuk melengkapi kritik sastra tersebut adalah … 

a. Kisah hidup dalam film “Si Doel The Movie” sangat unik. 

b. Kisah hidup si membuka ruang untuk bernostalgia. 

c. Kehidupan masyarakat Betawi sangat menarik dipelajari. 

d. Film “Si Doel The Movie” mampu mencuri hati penonton. 

19. Perhatikan puisi berikut! 

Perjamuan Petang 

Dua puluh tahun yang lalu ia dilepas

 ayahnya di gerbang depan rumahnya. 

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. 

Jangan pulang sebelum benar-benar jadi orang.” 

Dua puluh tahun yang lalu ia tak punya celana yang 

cukup pantas untuk dipakai ke kota. 

Terpaksa ia pakai celana ayahnya. 

Memang agak kedodoran, tapi cukup keren juga. 

“Selamat jalan. Hati-hati, jangan sampai celanaku hilang.” 

Dikutip dari : Joko Pinurbo, Kekasihku, Jakarta, Kepustakaan Populer Gramedia, 2004 

 Kalimat kritik yang sesuai dengan puisi tersebut adalah … 

a. Diksi yang digunakan dalam puisi mengandung arti yang menyentuh. 

b. Diksi yang digunakan dalam puisi tersebut tidak bermakna denotatif. 

c. Diksi yang digunakan dalam puisi tersebut terlalu lugas dan sederhana. 

d. Diksi yang digunakan mempertimbangkan keindahan citra penglihatan.

20. Perhatikan paragraf berikut! 

Masih dengan gaya menulis khas Andrea yang penuh humor dan sindiran sosial, Sirkus Pohon ini secara umum menceritakan soal kehidupan masyarakat di Tanjong Lantai, Belitung dengan kondisi perekonomian menengah ke bawah. Seorang pemuda bernama Sobri berjuang untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, susah baginya sebagai seorang yang tamat SMP saja tidak, untuk mendapat pekerjaan yang sesuai dengan harapannya. Tapi ia tidak lantas menyerah, pertemuannya dengan Dinda membuatnya terus semangat untuk mencari pekerjaan dengan gaji tetap. 

 Bisa dikatakan Sirkus Pohon ini novel yang “ramai”. Banyak tokoh yang dimunculkan. Banyak humor dan sindiran sosial yang diangkat, dan bisa membuat pembaca tertawa sekaligus terharu ketika mengikuti kisah masing-masing tokohnya. It’s a good novel to read. 

Kalimat kritik sastra yang mengungkapkan kelebihan novel sesuai penjelasan tersebut adalah … 

a. Novel Sirkus Pohon menyajikan cerita dengan latar kehidupan dengan kondisi perekonomian menengah ke bawah. 

b. Novel Sirkus Pohon memunculkan banyak tokoh, penuh humor dan sindiran sosial sehingga membuat pembaca tertawa dan terharu. 

c. Novel Sirkus Pohon menceritakan tokoh yang semangat untuk mendapatkan pekerjaan sejak pertemuannya dengan Dinda. 

d. Pembaca akan terus mengikuti alur cerita Novel Sirkus Pohon karena menarik dengan bahasa yang mudah dimengerti. 

Contoh Soal Teks Kritik dan Esai Uraian (Esay)

SOAL URAIAN (ESAY)

1. Hal apa yang diungkapkan dalam kutipan esai di bawah ini!

Beberapa tahun belakangan ini kesenjangan di Indonesia cenderung naik. Kesenjangan tersebut terlihat dengan adanya berbagai perubahan di negeri ini. Pertama, adanya peningkatan kesenjangan pemilikan lahan dalam sektor pertanian. Kedua, adanya kesenjangan akses untuk bergabung dalam aktivitas ekonomi sebagai sumber pendapatan. Misalnya saja di sektor pertanian, banyak petani kecil yang merasa kesulitan untuk mendapatkan kredit. Ketiga, adanya kesenjangan untuk mendapatkan akses pelayanan dasar bagi masyarakat, contohnya seperti mendapatkan pendidikan dan kesehatan.

2. Buatlah kalimat simpulan esai yang tepat dan sesuai dengan cuplikan esai berrikut ini!

Pada periode awal kepenyairannya, Taufiq Ismail cenderung menekankan citraan visual dalam menggabarkan pengalaman estetik yang dibentuk oleh pengamatannya yang tajam terhadap momen-momen penting peristiwa sejarah. Ia mendayagunakan kekuatan bahasa figurative (majas), puisi yang efektif untuk membangun imajinatif pembaca. Sejak tahun 1970-an hingga periode mutakhir kepenyairannya, sajak-sajak Taufiq cenderung “prosaik naratif”. Ia menggunakan bahasa diskursif yang diselingi dengan permainan kata yang indah dan memikat.

3. Apa saja yang termasuk prinsip-prinsip penulisan sebuah kritik sastra?

4. Jelaskan fungsi sebuah kritik!

5. Sebutkan jenis-jenis esai disertai penjelasannya secara ringkas!

KUNCI JAWABAN SOAL URAIAN (ESAI)

1. Kesenjangan merupakan salah satu pokok persoalan ekonomi kita akhir-akhir ini.

2. Dengan demikian, jelaslah bahwa bahasa yang digunakan Taufiq Ismail sangat membantu pembaca memahami puisinya sehingga karyanya tergolong komunikatif.

3. a)      Kritik bersifat membangun ( Konstruktif).

b)      Merupaka kupasan, pembahasan, ulasan suatu karya.

c)       Kritik tidak bertujuan untuk menjatuhkan atau mendiskritkan sebuah kaya atau penulis.

d)      Tujuan kritik adalah untuk memperkaya khazanah sastra.

e)       Yang dikritik adalah karya orang lain.

f)        Menggunakan bahasa yang lugas yang tidak menimbulkan penafsiran ganda

4. a)       Membina dan mengembangkan sastra. Melalui kritik sastra, kritikus berusaha menunjukkan struktutr sebuah karya sastra, memberikan penilaian, menunjukkan kekuatan dan kelemahannya, serta memberikan alternatif untuk pengembangan karya sastra tersebut.

b)       Pembinaan apresiasi sastra. Para kritikus berusaha membantu para peminat karya sastra memahami sebuah karya sastra. Kritikus berusaha mengungkap daerah-daerah yang lemah yang terdapat dalam karya sastra. 

c)       Menunjang dan mengembangkan ilmu sastra. Kritik sastra merupakan wadah analisis karya sastra, analisis struktur cerita, gaya bahasa, dan teknik penceritaan.

5. 1)      Esai Deskriptif.

Esai jenis ini dapat melukiskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. 

2)      Esai Tajuk.

Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isyu dalam masyarakat. 

3)      Esai Cukilan Watak.

Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.

4)      Esai Pribadi.

hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan Saya adalah saya. “Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup.” Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.

5)      Esai Reflektif.

Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.

Demikian contoh soal teks kritik dan esai kelas 12. Semoga bermanfaat.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like