Kultum singkat tentang kematian akan sangat bermanfaat bagi Anda yang punya kesempatan untuk berdakwah. Meskipun sedikit yang Anda sampaikan, namun jika menyentuh itu bisa jadi ladang pahala untuk Anda.

Jika Anda kekurangan bahan, kami menyiapkannya untuk Anda.

Kultum Singkat tentang Kematian

Ada setidaknya 3 ceramah singkat tentang kematian yang kami siapkan untuk Anda. Semoga ini bisa jadi amal jariyah.

Kultum singkat kematian 1: Orang Cerdas Ingat Kematian

Hadirin sekalian…

Kebanyakan manusia saat ini memandang bahwa kecerdasan selalu berkaitan dengan urusan dunia. Misalnya, orang cerdas adalah dia yang selalu mendapatkan nilai tertinggi, memiliki ilmu pengetahuan yang luas, memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang fantastis, dan berbagai urusan dunia lainnya. 

Tak salah memang jika kebanyakan orang berpandangan seperti itu. Hanya saja sebagai umatnya Rasulullah, tentu setiap perilaku dan pemahaman kita mesti sesuai dengan apa yang Rasulullah sampaikan. 

Mengenai definisi orang cerdas, Rasulullah Saw. pernah bersabda yang artinya: “Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya, mereka itulah orang-orang yang cerdas, mereka pergi dengan membawa kemuliaan dan kehormatan dunia.” (HR Ibnu Majah)

Hadirin sekalian…

Pertanyaanya adalah, kenapa orang yang mengingat kematian disebut orang yang cerdas? Jawabannya adalah karena orang yang mengingat kematian akan senantiasa memperbanyak ibadah dan meninggalkan maksiat. Mereka akan senantiasa bersungguh-sungguh untuk menyongsong kehidupan setelah kematian. Mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa masuk ke syurganya Allah. Rasulullah Saw bersabda: “Orang yang pandai ialah siapa saja yang menundukkan hawa nafsunya dan beramal untuk hari setelah kematian (hari akhirat).

Selain itu, orang yang mengingat kematian akan memendekkan angan-angannya, lebih menyegerakan berkarya, dan gemar berbuat kebajikan. Dia akan sadar bahwa setiap manusia, baik kaya atau miskin, rendah atau tinggi jabatan, pintar atau bodoh, fisik sempurna atau cacat, semuanya akan kembali ke tanah. Sehingga dengan kesadaran ini, tidak akan ada rasa sombong dan tinggi hati dalam diri mereka.

Hadirin sekalian…

Mengingat kematian akan melembutkan hati yang keras, kaku, dan beku. Shafiyah r.a mengisahkan seorang perempuan mengadu kepada Aisyah r.a tentang kesesatan hatinya, lalu Aisyah r.a berkata: “Perbanyaklah mengingat kematian niscaya hatimu menjadi lembut.” Kemudian perempuan itu melakukannya dan hatinya menjadi lembut. 

Kultum singkat kematian 2: Kematian adalah Nasihat

Hadirin yang berbahagia…
Di dalam kehidupan yang fana ini, setiap muslim tentu sering melakukan yang namanya maksiat. Baik remaja hingga orang dewasa tentu pernah berbuat maksiat. Hatta seorang ulama agung ataupun professor besar pasti mereka pun tak luput dari kemaksiatan. Hal ini amatlah wajar, sebab tak ada satupun manusia selain para Rasul yang terbebas dari dosa dan kemaksiatan.
Kemaksiatan biasanya dilakukan seorang muslim tatkala imannya sedang menurun. Penurunan iman adalah sebuah hal yang wajar bila terjadi pada setiap muslim, Rasulullah Saw bersada yang artinya: “Iman itu kadang naik dan kadang turun.” Namun yang tidak menjadi kewajaran adalah apabila iman seorang muslim terus menurun tanpa adanya perbaikan. 
Karenanya jika penurunan iman terjadi, harus ada usaha perbaikan untuk meningkatkan iman. Salah satu cara agar iman seseorang bisa kembali naik adalah dengan mengingat kematian.  
Hadirin sekalian…
Mengingat kematian adalah salah satu perkara yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad Saw. Hal ini sebagaimana sabdanya yang berarti: “Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!”. Dengan mengingat kematian, ada beberapa pelajaran penting yang dapat diambil, sehingga iman seorang hamba kembali terisi. Diantaranya adalah:
1. Kematian Mengingatkan Bahwa Hidup Amatlah Berharga
Seseorang yang mengingat kematian, ia akan lebih menghargai dan memaksimalkan waktu hidupnya di dunia. Ia akan sadar, bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Karenanya setelah mengingat kematian, seorang muslim akan menghabiskan umurnya agar senantiasa mengikuti setiap perintah Allah.
2. Kematian Mengingatkan Bahwa Kita Tidak Memiliki Apa-apa
Seseorang yang mengingat kematian, ia akan sadar bahwa kekayaan dan kejayaan di dunia tidak ada gunanya. Sebab semua itu akan ditinggalkan tatkala kematian menghampiri. Sekaya apapun manusia, tentu saja hartanya tidak bisa dibawa mati.  Karenanya setelah mengingat kematian, seorang muslim tidak akan menjadikan kejayaan dan kekayaan sebagai tujuan hidupnya.

Kultum singkat Kematian 3: Kematian adalah keniscayaan

Hadirin sekalian,
Kematian adalah sebuah keniscayaan yang akan menimpa setiap mahluk yang bernyawa. Tidak ada satu pun mahluk yang dapat terhindar dari kematian. Baik itu jin, hewan, maupun manusia semuanya akan mengalami fase kematian. 
Hal ini sebagaimana firman Allah yang artinya: “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. (QS Ali:Imran 185)
Mengenai waktu kematian, tidak ada satupun yang mengetahuinya kecuali Zat Pemilik Kehidupan yakni Allah Swt. Kematian adalah misteri ilahi. Ia bisa menghampiri siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Kematian tidak memandang usia seseorang, mau dia muda maupun tua, sehat ataupun sakit, kematian bisa datang secara tiba-tiba. 
Betapa banyak orang yang gemar olahraga dan menjaga kesehatan, tapi mereka mati di usia muda. Tak sedikit pula orang yang sejak muda sudah sakit-sakitan, tapi mereka mati di usia tua. Kematian juga dapat menghampiri seseorang yang sedang sedih ataupun bahagia. Kematian itu bagaikan tamu yang tak diundang Ia akan datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
Dan ketika waktu kematian seseorang telah tiba, maka sehebat dan sekuat apapun manusia tidak akan bisa menghindarinya. Allah berfirman yang artinya: “Dan bagi setiap ummat ada ajalnya, maka apabila ajal. Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat mengkahirkan atau mempercepat waktunya.” (QS Al-Araf:34).
Hadirin sekalian,
Setelah kita mengetahui bahwa kematian adalah sebuah keniscayaan, sudah selayaknya kita untuk senenatiasa mempersiapkan diri menyongsong itu semua. Pertanyaanya, Bagaimana cara kita mempersiapakan diri menghadapi kematian?
  1. Kita harus senantiasa mengingat kematian dimanapun dan kapanpun. Hal ini dilakukan agar menjadi pengingat diri untuk tidak melakukan kemaksiatan. Seseorang yang ingat kematian tentu dia akan merasa takut bermaksiat, sebab ia malu jika Allah mengambil nyawanya dalam keadaan bermaksiat. 
  2. Kita wajib untuk memperbanyak amal ibadah sebagai bekal terbaik. Kematian sejatinya bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kematian merupakan perjalanan pulang ke kampung halaman. Apa yang akan anda biwa jika anda mudik ke kamuong halaman? Tentu anda akan  membawa berbagai macam buah tangan untuk keluarga di kampung bukan? Begitu juga dengan kematian.
Semoga kultum singkat tentang kematian ini bisa bermanfaat buat pembaca sekalian.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like