30+ Kata Kata Ramadhan Tanpa Ayah, Ibu dan Jauh dari Keluarga (2021)

Berbagai kata kata Ramadhan untuk situasi yang penuh kesedihan mungkin Anda butuhkan. Meskipun hakikatnya bulan tersebut bulan mulia, namun akan sedikit berbeda jika kita menjalaninya tanpa orang orang terdekat.

Kata Kata Ramadhan Tanpa Keluarga

Maka dari itu, kami menyiapkan berbagai kata kata yang mungkin cocok dengan suasana hati yang kini Anda rasakan. Ada 3 bagian daftar kata kata yang menggambarkan kondisi kesedihan yang mungkin melanda Anda dengan berbeda.

Mulai dari kata kata ramadhan tanpa ayah, kata kata ramadhan tanpa ibu, serta kata kata ramadhan jauh dari keluarga.

Berikut daftar isinya:

Kata Kata Ramadhan Tanpa Ayah

Meski tanpa ayah, kamu harus tetap semangat berpuasa. Mudah mudahan kata kata ini bisa memberimu semangat.

Ayah telah tiada, tiada pula sosok yang ingatkanku untuk rajin ibadah di kala puasa. Ya Rabb, semoga aku tetap bisa menjaga semangatku meski tanpanya.

Teringat senja saat ayah pulang kerja, membawa tajil untuk berbuka puasa. Kini semuanya tak akan lagi sama, tiap senja akan berlalu tanpa kehadirannya.

Ayah sosok yang melatihku berpuasa, semoga amal jariyahnya terus mengalir mengantarkannya ke syurga.

Ayah, maafkan aku. Puasaku tak serius saat kau masih ada dulu. Semoga puasa ku kini bisa menebus dosaku kepadamu.

Adzan Maghrib berkumandang, dulu engkau yang memimpin doa berbuka untuk menyantap tajil yang terhidang. Kuatkan aku ya Rabb bahwa situasi itu kini akan selamanya menghilang.

Bahagiaku karena Ramadhan kembali tiba menjumpaiku, sedihku karenamu wahai Ayah yang kini tiada lagi membersamaiku.

Rindunya aku padamu Ayah, sebagaimana rindunya aku pada kehadiran bulan suci Ramadhan ini.

Dalam doaku di bulan suci ini, aku selipkan selalu doa untukmu yang telah pergi, duhai ayah yang selalu di hati.

Meski kini kita tak bisa lagi berkumpul di dunia saat berbuka puasa, namun semoga Allah bukakan jalan agar kelak kita bisa berkumpul di surga-Nya.

Tak pernah ku lupa, bahwa kau yang mengenalkanku tentang puasa. Memoriku berputar mengenang momen betapa sabarnya kau menjelaskannya. Semoga amalmu diterima di sisi Nya.

Dari Ramadhan yang tiba dan berlalu, aku belajar ikhlas bahwa engkau harus berlalu dari dunia yang fana, lalu aku sadar bahwa aku pun akan turut melalui fasenya.

Kata Kata Ramadhan Tanpa Ibu

Tak ada yang sedih ketika melihat ibunda pergi menjelang Ramadhan. Semoga kata kata ramadhan tanpa ibu ini bisa memberikan suntikan motivasi.

Sosokmu hangatkan keluarga saat tiba Ramadhan yang mulia, kini tak lagi memenuhi sudut rumah. Aku hanya berharap kehangatan itu kelak bisa ku temukan lagi saat bertemu kelak di surga-Nya.

Ramadhan yang tiba lalu pergi, ajarkanku tuk ikhlaskan kau yang tak pernah akan kembali di sisi.

Biarkan aku simpan memori, tentang Ramadhanku yang berwarna karena kehadiranmu yang membersamai. Semoga kita kelak bisa berjumpa di surganya nanti.

Ibu, tanpamu bulan suci ini berbeda. Semoga aku kuat menjalaninya.

Bulan yang penuh ampunan ini tak akan aku sia siakan, untuk doakanmu ibu agar mendapatkan segala kebaikan di hari pertanggungjawaban.

Kenangan bersamamu di bulan suci tak akan pernah pudar, akan terus berpendar hingga kita bisa bersama lagi di surga-Nya.

Ampuni ia ya Allah, yang mengajarkanku bangun sebelum sahur, yang menasihatiku untuk bertahan di kala semangat mengendur, dan menyajikan hidangan berbuka dari tajil, daging, hingga sayur.

Ibu, semoga kau tenang di alam sana. Doakanku melalui Ramadhan ini dengan serius mengharap ridha-Nya.

Aku rindu kepadamu Ibu, sebagaimana kerinduanku terhadap datangnya bulan suci Ramadhan yang ku tunggu.

Maafkan aku ibu jika saat kau masih ada aku tak serius berpuasa. Aku berjanji kini dan nanti akan semakin serius menjalani indahnya bulan mulia.

Kata Kata Ramadhan Jauh dari Keluarga

Betapa beratnya menjalani Ramadhan jauh dari sanak saudara di kampung. Semoga kata kata Ramadhan jauh dari keluarga ini bisa memberikanmu motivasi.

Sahur sendiri, masak sendiri, buka puasa sendiri. Mudah mudahan tak selamanya begini, duhai Rabbul Izzati.

Syahdunya suasana sahur bersama tak bisa ku nikmati, hangatnya waktu berbuka tak lagi dapat kucicipi, namun ku berharap tetap bisa dapatkan besarnya pahala dari Sang Maha Pemberi.

Nasib anak pendatang, menikmati sendiri di kala petang, jauh dari keluarga tersayang, yang menunggu waktunya aku pulang

Meskipun jauh dari keluarga, sahur tak boleh terlupa, ibadah tetap jadi yang pertama, dan menutup hari dengan doa.

Jauh dekat dengan keluarga tak jadi masalah, aku kan tetap berpuasa dan menjalankan ibadah sunnah, karena semuanya ku niatkan lillah.

Dari sepoi angin waktu berbuka, aku selipkan doa untuk keluarga di sana. Semoga tetap sehat dan terjaga, hingga lebaran nanti kita akan berkumpul bersama.

Jika waktu adalah hal paling berharga di dunia, tak akan ku biarkan waktu ku terbuang. Semua kan ku gunakan tuk ibadah mencari rezeki tuk ayah ibu tersayang. Meskipun bulan puasa ini tak lagi ku dapati hangatnya suasana berbuka yang terbayang.

Apapun yang ku hadapi, maka seberat itulah pekerjaanku saat ini. Aku ikhlas lalui Ramadhan tanpa keluarga, demi mereka yang ku cinta.

Sejauh apapun kaki melangkah, membayangkan keluarga di kampung selalu mampu redakan resah. Aku sadari ini saat berbuka tiada yang menyiapkan kolak dan es buah.

Tunggu aku saat lebaran, kan ku bawa pulang sebongkah berlian. Aku bekerja untukmu yang ku rindukan. Bersabarlah hingga waktu datang dibalik rembulan.

Semoga kata kata menjalani Ramadhan tanpa ayah, tanpa ibu, serta jauh dari keluarga ini bermanfaat untukmu.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like