Materi hikmah ibadah haji, zakat, dan wakaf dalam kehidupan adalah salah satu topik dalam pembelajaran PAI di kelas 10. Materi sangat penting sebagai bekal seorang muslim untuk menempuh jalan menuju surga.

Hikmah Ibadah Haji, Zakat, dan Wakaf dalam Kehidupan

Terdapat beberapa sub pembahasan dalam bab yang letaknya ada di semester 2 ini. Kamu bisa cek daftar isinya:

1. Haji

a. Pengertian haji

Kata haji secara bahasa berasal dari bahasa Arab yang artinya menyengaja atau menuju. Adapun secara istilah haji adalah sengaja mengunjungi Ka’bah dengan niat beribadah pada waktu tertentu dengan syarat-syarat dan dengan cara-cara tertentu.

b. Hukum Haji

Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Hukum melaksanakan ibadah haji adalah wajib bagi yang mampu melaksanakannya, sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’ān surat Ali Imran ayat 97. Allah Swt. berfiman yang artinya:

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” 

c. Syarat Haji

Syarat haji ialah perbuatan-perbuatan yang harus dipenuhi sebelum ibadah haji dilaksanakan. Apabila syarat-syaratnya tidak terpenuhi, gugurlah kewajiban haji seseorang. Syarat-syarat tersebut ialah

  • Islam
  • Berakal (tidak gila)
  • Baligh
  • Ada muhrimnya bagi wanita
  • Mampu dalam segala hal

d. Rukun Haji

Rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang harus dilaksanakan atau dikerjakan sewaktu melaksanakan ibadah haji. Maka apabila ditiggalkan, ibadah hajinya tidak sah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut:

1) Ihram

Ihram adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan mengenakan pakaian ihram yang berwarna putih dan membaca lafadz, “Labbaika Allahumma hajjan.” (bagi yang akan melaksanakan ibadah haji), dan membaca lafadz, “Labbaika Allahumma umratan.” (bagi yang berniat umrah)

2) Wukuf

Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijjah dari tergelincirnya matahari hingga terbenam. Wukuf adalah bentuk pengasingan diri yang merupakan gambaran bagaimana kelak manusia dikumpulkan di padang Mahsyar.

3) Thawaf

Thawaf adalah berputar mengelilingi Ka’bah dan dilakukan secara berlawanan dengan arah jarum jam dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri badan. Thawaf dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri di Hajar Aswad pula, dilakukan sebanyak tujuh kali putaran.

4) Sa’i

Sa’i adalah berlari-lari kecil antara bukit Shofa dan bukit Marwah sebanyak tujuh kali yang dimulai dari bukit Shafa dan berakhir di bukit Marwah. Sa’i dilakukan setelah pelaksanaan ibadah thawaf.

5) Tahallul

Tahallul adalah mencukur atau memotong rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal tiga helai rambut. Tahallul dilakukan setelah melontar jumrah aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah, yang disebut dengan tahallul awwal.

6) Tertib

Tertib yaitu berurutan dalam pelaksanaan mulai ihram hingga tahallul.

e. Jenis Haji

Dari segi pelaksanaannya, ibadah haji terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu:

1) Haji Tamattu

Haji tamattu yaitu melaksanakan umrah terlebih dahulu kemudian menggunakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan manasik haji.

2) Haji Ifrad

Haji ifrad adalah berihram dan berniat dari miqat hanya untuk haji. Dengan kata lain, mengerjakan haji terlebih dahulu kemudian mengerjakan umrah.

3) Haji Qiran

Haji qiran adalah melaksanakan haji dan umrah dengan satu kali ihram. Artniya, apabila seorang jamaah haji memilih jenis haji ini, maka jamaah tersebut berihram dari miqat untuk haji dan umrah secara bersamaan.

f. Keutamaan Haji

  • Haji merupakan amal paling utama
  • Haji merupakan jihad
  • Haji menghapus dosa yang telah lalu
  • Pahala ibadah haji adalah surga

2. Zakat

a. Pengertian Zakat

Zakat menurut bahasa (lughat) artiya tumbuh, suci, dan berkah. Menurut istilah, zakat adalah pemberian yang wajib diberikan dari harta tertentu, menurut sifat-sifat dan ukuran kepada golongan tertentu.

b. Hukum Zakat

Allah Swt. telah menetapkan hukum wajib atas zakat sebagai salah satu dari lima rukun Islam yang disebutkan di dalam al-Qur’ān. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan di dalam al-Qur’ān., Sunnah Rasul-Nya, dan ijma’ para ulama. Allah berfirman dalam al-Qur’ān surat Al Baqarah ayat 43 yang artinya: “dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.”

c. Syarat Zakat

Syarat dalam ibadah zakat, yaitu syarat yang berkaitan dengan subjek zakat/muzakki dan objek zakat. 

1) Syarat Zakat yang Berhubungan Dengan Subjek  

  • Islam 
  • Merdeka
  • Baligh
  • Berakal

2) Syarat Zakat yang Berhubungan Dengan Objek

  • Milik penuh
  • Berkembang
  • Mencapai nishab
  • Lebih dari kebutuhan pokok
  • Bebas dari hutang
  • Berlaku setahun/haul

d. Rukun Zakat

Adapun yang termasuk rukun zakat adalah sebagai berikut:

  • Pelepasan atau pengeluaran hak milik pada sebagian harta yang dikenakan wajib zakat.
  • Penyerahan sebagian harta tersebut dari orang yang mempunyai harta kepada orang yang mengurusi zakat (amil zakat).
  • Penyerahan amil kepada orang yang berhak menerima zakat sebagai milik.

d. Hikmah dan Keutamaan Ibadah Zakat

Hikmah zakat antara lain ialah:

  • Menyucikan jiwa orang yang berharta
  • Membantu orang yang kekurangan
  • Mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat

3. Wakaf

a. Pengertian Wakaf

Kata Wakaf berasal dari bahasa Arab yang berarti menahan (al-habs) dan mencegah (al-man’u). Artiya menahan untuk dijual, dihadiahkan, atau diwariskan. Sedangkan berdasarkan istiah syar’i wakaf adalah penahanan harta milik seseorang kepada orang lain atau kepada lembaga dengan cara menyerahkan benda yang sifatnya kekal kepada masyarakat untuk diambil manfaatnya.

b. Hukum Wakaf

Wakaf hukumnya sunnah. Namun, bagi pemberi wakaf (wakif) merupakan amaliah sunnah yang sangat besar manfaatnya. Wakaf merupakan shadaqah jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun wakif  sudah wafat. Rasulullah saw bersabda: “Apabila seseorang meninggal, maka amalannya terputus kecuali tiga perkara sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”. (H.R. Bukhari dan Muslim)

c. Rukun Wakaf 

  • Orang yang berwakaf (al-wakif)
  • Benda yang diwakafkan (al-mauquf)
  • Orang yang menerima manfaat wakaf (almauquf’alaihi)
  • Lafaz atau Ikrar Wakaf (Sighat)

e. Hikmah dan Keutamaan Wakaf

  • Menghilangkan sifat kikir dan tamak dalam diri manusia
  • Mendapatkan pahala yang terus mengalir.
  • Bermanfaat bagi banyak orang

f. Harta Wakaf dan Pemanfaatan Wakaf

Harta benda wakaf adalah harta benda yang memiliki daya tahan lama dan manfaat jangka panjang, selain itu, harta wakaf mempunyai nilai ekonomi menurut syari’ah. Harta benda wakaf terdiri atas dua macam, yaitu benda tidak bergerak dan benda bergerak.

g. Prinsip-Prinsip Pengelolaan Wakaf

Seluruh harta benda wakaf harus diterima sebagai sumbangan dari wakif dengan status wakaf sesuai dengan syariah.

  • Wakaf dilakukan tanpa batas waktu.
  • Wakif mempunyai kebebasan memilih tujuan sebagaimana yang diperkenankan oleh syariah.
  • Jumlah harta wakaf tetap utuh dan hanya keuntungannya saja yang akan dibelanjakan untuk tujuan-tujuan yang telah ditentukan oleh wakif.
  • Wakif dapat meminta keseluruhan keuntungannya untuk tujuan-tujuan yang telah ditentukan.

Nah, demikianlah pembahasan mengenai Hikmah Ibadah Haji, Zakat, dan Wakaf dalam Kehidupan ini. Semoga bisa memberikan manfaat.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like