Materi Membangun Bangsa melalui Perilaku Taat, Kompetisi dalam Kebaikan, dan Etos Kerja (PAI Kelas 10)

Salah satu pembahasan dalam pelajaran PAI adalah tentang ‘Membangun bangsa melalui perilaku taat, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja’. Materi ini ada pada kelas 10 dan dipelajari pada semester 2.

Membangun Bangsa melalui Perilaku Taat, Kompetisi dalam Kebaikan, dan Etos Kerja

Terdapat sub sub pembahasan dalam bab ini. Kamu bisa cek langsung daftar isinya di sini:

A. Pentingnya Taat kepada Aturan (PAI)

Pengertian taat kepada aturan PAI

Taat memiliki arti tunduk (kepada Allah Swt., pemerintah, dsb.) tidak berlaku curang, dan atau setia. Aturan adalah tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan. Taat pada aturan adalah sikap tunduk kepada tindakan atau perbuatan yang telah dibuat baik oleh Allah Swt., nabi, pemimpin, atau yang lainnya. 

Macam-macam Aturan dan Kedudukannya PAI

Di sekolah terdapat aturan, di rumah terdapat aturan, di lingkungan masyarakat terdapat aturan, di mana saja kita berada, pasti ada aturannya. Aturan dibuat tentu saja dengan maksud agar terjadi ketertiban dan ketenteraman. Mustahil aturan dibuat tanpa ada tujuan. Oleh karena itu, wajib hukumnya kita menaati aturan yang berlaku.

Aturan yang paling tinggi adalah aturan yang dibuat oleh Allah Swt., yaitu terdapat pada al-Qur’ān. Sementara di bawahnya ada aturan yang dibuat oleh Nabi Muhammad saw., yang disebut sunah atau hadis. Di bawahnya lagi ada aturan yang dibuat oleh pemimpin, baik pemimpin pemerintah, negara, daerah, maupun pemimpin yang lain, termasuk pemimpin keluarga.

Pentingnya Pemimpin (PAI)

Peranan pemimpin sangatlah penting. Sebuah institusi, dari terkecil sampai pada suatu negara sebagai institusi terbesar, tidak akan tercapai kestabilannya tanpa ada pemimpin. 

Tanpa adanya seorang pemimpin dalam sebuah negara, tentulah negara tersebut akan menjadi lemah dan mudah terombang-ambing oleh kekuatan luar. Oleh karena itu, Islam memerintahkan umatnya untuk taat kepada pemimpin karena dengan ketaatan rakyat kepada pemimpin (selama tidak maksiat), akan terciptalah keamanan dan ketertiban serta kemakmuran.

Dalil Perintah Taat kepada Aturan

Allah berfirman dalam Q.S. an-Nisā/4: 59 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan)) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” 

Contoh Taat Aturan Dalam Keseharian

  • Selalu menaati perintah Allah Swt. dan rasul-Nya, serta meninggalkan larangan-Nya, baik di waktu lapang maupun di waktu sempit.
  • Merasa menyesal dan takut apabila melakukan perilaku yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya.
  • Menaati dan menjunjung tinggi aturan-aturan yang telah disepakati, baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
  • Menaati pemimpin selagi perintahnya sesuai dengan tuntunan dan syariat agama.
  • Menolak dengan cara yang baik apabila pemimpin mengajak kepada kemaksiatan.

B. Kompetisi dalam Kebaikan (PAI)

Hidup adalah kompetisi. Bukan hanya untuk menjadi yang terbaik, tetapi juga kompetisi untuk meraih cita-cita yang diinginkan. Setiap muslim dituntut oleh Allah untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan. Setiap muslim dengan potensi dan kadar kemampuan masing-masing, harus berlomba-lomba dalam melaksanakan kebaikan. Dan jangan sampai seorang muslim malah berkompetisi dalam keburukan, sebab hal itu akan mengundang murka Allah Swt. 

Dalil Perintah Untuk Berkompetisi dalam Kebaikan

Allah Swt. berfirman dalam surat Q.S. al-Māidah/5: 48 yang artinya: “Dan Kami telah menurunkan Kitab (al-Qur’ān) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlombalombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.” 

Contoh Berkompetisi Kebaikan dalam Keseharian

  • Meyakini bahwa hidup itu perjuangan dan di dalam perjuangan ada kompetisi.
  • Berkolaborasi dalam melakukan kompetisi agar pekerjaan menjadi ringan, mudah, dan hasilnya maksimal.
  • Dalam berkolaborasi, semuanya diniatkan ibadah, semata-mata mengharap riḍa Allah Swt.
  • Selalu melihat sesatu dari sisi positif, tidak memperbesar masalah perbedaan, tetapi mencari titik persamaan.
  • Ketika mendapatkan keberhasilan, tidak tinggi hati; ketika mendapatkan kekalahan, ia selalu sportif dan berserah diri kepada Allah Swt. (tawakkal).

C. Etos Kerja

Pengertian Etos Kerja PAI

Bekerja adalah kewajiban setiap muslim (khususnya bagi pria). Bekerja adalah kodrat hidup, baik kehidupan spiritual, intelektual, fisik biologis, maupun kehidupan individual dan sosial dalam berbagai bidang.  Dalam melakukan pekerjaan, Allah memerintahkan seorang muslim untuk bekerja dengan giat, tekun, professional, dan disiplin. Hal inilah yang dinamakan etos kerja. 

Dalil Perintah Untuk Memiliki Etos Kerja

Allah berfirman dalam (Q.S. at-Taubah/9: 105): “Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang maha mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Contoh Etos Kerja dalam Keseharian

  • Meyakini bahwa dengan kerja keras, pasti ia akan mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
  • Melakukan sesuatu dengan prinsip: “Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil, dan mulai dari sekarang.”
  • Pantang menyerah dalam melakukan suatu pekerjaan.
Oke, sekian materi membangun bangsa melalui perilaku taat, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja untuk PAI kelas 10 semester 2.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like