Materi Rasul Rasul itu Kekasih Allah (PAI Kelas 11 Bab 7) Lengkap

Memasuki kelas 11, salah satu pembahasan yang dibahas dalam pelajaran PAI adalah materi Rasul Rasul itu Kekasih Allah SWT. Materi ini perlu dipahami agar setiap siswa semakin mengimani keberadaan rasul sebagai utusan Allah yang hakiki.

Rasul-rasul itu Kekasih Allah

Ada beberapa sub pembahasan dalam topik ini, daftar isinya bisa dilihat dulu di sini:

A. Pengertian Iman kepada Rasul-Rasul Allah SWT

Iman kepada rasul berarti meyakini bahwa nabi dan rasul itu benar-benar utusan Allah Swt. yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat. 

Rasul adalah manusia pilihan Allah Swt. yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan fiman-fiman Nya kepada umat manusia agar dijadikan pedoman hidup. Adapun nabi adalah manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah Swt. untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya. 

Keimanan seseorang itu tidak sah sampai ia mengimani semua nabi dan rasul Allah Swt. dan membenarkan bahwa Allah Swt. telah mengutus mereka untuk membimbing dan mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya kebenaran.

Hukum Mengimani Rasul 

Mengimani rasul-rasul Allah Swt. merupakan kewajiban hakiki bagi seorang muslim karena merupakan bagian dari rukun iman yang tidak dapat ditinggalkan. Sebagai perwujudan iman tersebut, kita wajib menerima ajaran yang dibawa rasul-rasul Allah Swt. tersebut. Perintah beriman kepada rasul Allah terdapat dalam surah an-Nisā/4: 136 yang artinya: 

“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’ān) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitabNya, rasul-rasul Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.”

B. Sifat Rasul-Rasul Allah SWT 

Rasul sebagai utusan Allah Swt. memiliki sifat-sifat yang melekat pada dirinya. Sifat-sifat ini sebagai bentuk kebenaran seorang rasul. Sifat-sifat tersebut antara lain:

1. Sifat Wajib Rasul

Sifat wajib artinya sifat yang pasti ada pada rasul. Tidak bisa disebut seorang rasul jika tidak memiliki sifat-sifat ini. Sifat wajib ini ada 4, yaitu seperti berikut:

  • Aṡ-Ṡiddiq, yaitu rasul selalu benar.
  • Al-Amānah, yaitu rasul selalu dapat dipercaya.
  • At-Tablig, yaitu rasul selalu meyampaikan wahyu.
  • Al-Faṭānah, yaitu rasul memiliki kecerdasan yang tinggi.

2. Sifat Mustahil

Sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin ada pada rasul. Sifat mustahil ini adalah lawan dari sifat wajib, yaitu seperti berikut:

  • Al-Kiẓẓib, yaitu mustahil rasul itu bohong atau dusta.
  • Al-Khiānah, yaitu mustahil rasul itu khianat.
  • Al-Kiṭmān, yaitu mustahil rasul menyembunyikan kebenaran.
  • Al-Balādah, yaitu mustahil rasul itu bodoh.

3. Sifat Jāiz

Sifat jāiz bagi rasul adalah sifat kemanusiaan, yaitu al-ardul basyariyah, artinya rasul memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia biasa seperti rasa lapar, haus, sakit, tidur, sedih, senang, berkeluarga dan lain sebagainya. Bahkan seorang rasul tetap meninggal sebagai mana makhluk lainnya.

Selain tiga sifat di atas, rasul juga memiliki sifat-sifat yang tidak terdapat pada selain rasul, yaitu seperti berikut:

  • Ishmaturrasūl yaitu orang yang ma’shum, terlindung dari dosa dan salah dalam kemampuan pemahaman agama, ketaatan, dan menyampaikan wahyu Allah Swt. sehingga selalu siaga dalam menghadapi tantangan dan tugas apa pun.
  • Iltizamurrasūl yaitu orang-orang yang selalu komitmen dengan apa pun yang mereka ajarkan. Mereka bekerja dan berdakwah sesuai dengan arahan dan perintah Allah Swt. meskipun untuk menjalankan perintah Allah Swt. itu harus berhadapan dengan tantangan-tantangan yang berat baik dari dalam diri pribadinya maupun dari para musuhnya. Rasul tidak pernah sejengkal pun menghindar atau mundur dari perintah Allah Swt.

C. Tugas Rasul-Rasul Allah Swt.

Para rasul dipilih oleh Allah Swt. dengan mengemban tugas yang tidak ringan. Diantara tugas-tugas rasul itu adalah sebagai berikut:

  • Menyampaikan risalah dari Allah Swt.
  • Mengajak kepada tauhid, yaitu mengajak umatnya untuk meng-esa-kan Allah Swt. dan menjauhi perilaku musyrik (menyekutukan Allah).
  • Memberi kabar gembira kepada orang mukmin dan memberi peringatan kepada orang kafir.
  • Menunjukkan jalan yang lurus.
  • Membersihkan dan menyucikan jiwa manusia serta mengajarkan kepadamereka kitab dan hikmah. 
  • Sebagai hujjah bagi manusia

D. Hikmah Beriman kepada Rasul-Rasul Allah Swt.

Pentingnya seorang muslim beriman kepada rasul bukan tanpa alasan. Di samping karena diperintahkan oleh Allah Swt., juga ada manfaat dan hikmah yang dapat diambil dari beriman kepada rasul. Di antara manfaat dan hikmah beriman kepada rasul adalah sebagai berikut:

  • Makin sempurna imannya.
  • Terdorong untuk menjadikan contoh dalam hidupnya.
  • Terdorong untuk melakukan perilaku sosial yang baik.
  • Memiliki teladan dalam hidupnya.
  • Mencintai para rasul dengan cara mengikuti dan mengamalkan ajarannya
  • Mengetahui hakikat dirinya bahwa ia diciptakan Allah Swt. untuk mengabdi kepada-Nya.

E. Contoh Penerapan Mengimani Rasul dalam Keseharian

Tentu saja kita bisa meneladani Rasul Saw meski tak mungkin menyamainya dalam keseharian. Berikut contoh penerapannya:

  • Menjunjung tinggi risalah (ajaran Allah Swt. yang disampaikan rasul-Nya).
  • Melaksanakan seruannya untuk beribadah hanya kepada Allah Swt.
  • Giat dan rajin bekerja mencari rezeki yang halal, sesuai dengan keahliannya.
  • Terus berdakwah agar ajaran yang dibawa rasul tidak sirna.
  • Selalu mengingat, memahami, dan berperilaku sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.
  • Melakukan usaha-usaha agar kualitas hidupnya meningkat ke derajat yang lebih tinggi.
Mudah mudahan dengan menguasai materi Rasul Rasul itu kekasih Allah, kita semakin beriman. Setuju?

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like