Mau Kuliah di Jurusan Pendidikan? Stop! Baca Prospek Kerja Guru Ini Dulu

Yakin kamu masih mau jadi guru? Sadari prospek kerja guru sebelum memutuskan kuliah di jurusan pendidikan dan bergelut dengan profesi ini.

Berkaca survei Indonesia Career Network, ada 87% mahasiswa yang mengaku salah pilih jurusan. 

Mudah mudahan nanti kamu ada di golongan 13%.

Amit amit deh jangan sampai kamu ada di golongan 87%. Selain buang waktu dan buang energi, kamu akan semakin ngenes jika nyatanya saat lulus menyadari bahwa jadi guru itu nggak sesuai ekspektasi. 

Makanya, sebelum serius dengan cita citamu, kamu harus paham betul prospeknya.

Anggapan orang terhadap guru

Ngomong ngomong, kenapa kamu tertarik jadi guru? Apa anggapanmu terhadap profesi ini?

Dulu, waktu saya masih sekolah, anggapan saya begini:

  • Kayaknya jadi guru itu menyenangkan, kegiatannya ketemu anak anak, di kelas bisa ngajar sambil bercanda. Kelihatan dari hangat dan penuh senyum kalau ngajar.
  • Jadi guru juga lebih santai ketimbang pekerjaan lain. Kalau nggak ngajar waktunya kosong, pulangnya juga lebih cepat ketimbang kerjaan kantoran apalagi buruh pabrik.
  • Terakhir, jadi guru itu hebat banyak pahalanya. Amal jariyahnya banyak jadi bisa lebih gampang masuk surga.
  • Guru itu sejahtera. Anggapan ini karena kalau lihat guru jarang banget kayak orang bingung. Muka mukanya optimis dan bahagia.

Apakah kamu punya anggapan sama?

Kalau ada, bagi dong infonya di kolom komentar. Biar saya edit ini tulisannya nanti.

Namun setelah benar benar jadi guru, saya menarik kesimpulan bahwa anggapan di atas nggak sepenuhnya benar, tapi nggak sepenuhnya salah juga. 

Semuanya bakalan digambarkan dalam tulisan ini.

Prospek utama: jadi guru PNS

Banyak orang bilang, jadi guru zaman sekarang itu enak banget. Beda sama jaman dulu. 

Kalau mau dibandingkan dengan ukuran gaji, faktanya memang demikian sih. Hasil menyimak cerita orang orang yang sudah sepuh, guru zaman dulu itu prihatin.

Emang sekarang gimana?

Sebenarnya masih banyak juga sih yang sama. Jutaan guru dapat penghasilan hanya ratusan ribu per bulan. Ini fakta yang amat telanjang.

Cuma bedanya, guru sekarang punya potensi hidup lebih sejahtera. Terutama kalau berhasil jadi guru PNS.

Secara umum, gambaran kerja jadi guru PNS kaya gini:

Berapa sih gaji guru PNS?

Emang berapa sih gaji jadi guru PNS? Untuk menjawabnya, kamu perlu tahu rincian penghasilan penentu gaji guru PNS:

  • Guru PNS dapat gaji pokok yang sama dengan PNS lain se Indonesia. Kalau lulusan S1 dengan masa kerja 0 tahun, gajinya Rp2.579.000,00.
  • Ada juga tambahan dari  tunjangan yang hitung hitungannya berdasarkan gaji pokok. Misalnya tunjangan beras, istri, dan anak. Kisaranya antara Rp300.000,00 sampai Rp600.000,00.
  • Kalau sudah lulus sertifikasi guru dengan ikutan PPG, bisa dapat uang sertifikasi. Jumlahnya sama dengan nominal gaji pokok. Makin gede gapok, makin gede juga nilai sertifikasinya. Kalau belum nggak bakalan dapet.
  • Guru PNS juga bisa dapat tunjangan daerah dari Pemprov atau Pemkab yang menaunginya. Sayangnya, nilainya beda beda tergantung kemampuan daerah. Ada yang bisa ngasih hingga angka jutaan, ada juga yang nggak bisa ngasih sama sekali.

Kalau dibikin rata rata, gajinya berarti paling kecil 3 jutaan. Paling besar bisa belasan juta untuk PNS baru yang mengajar di lingkungan pemerintah yang ngasih tunjangan daerah tinggi. Di DKI misalnya, tunjangan daerah bisa sampai belasan juta rupiah.

Pastinya tiap tahun bakalan ada kenaikan. PNS mengenal sistem pangkat dan golongan. Berikut tabel peningkatan gaji pokoknya berdasarkan aturan terbaru. 

Fokus ke golongan 3 ya, soalnya  guru PNS memulai karir dari sana.

Satu lagi, sistem kerja PNS itu terikat sampai pensiun dan dapat yang pensiun. Jadi masa depannya cenderung lebih aman.

Jadi memang bener ya gaji guru PNS itu gede?

Kalau perbandingannya gaji guru dengan status lain, jelas guru PNS gajinya emang gede. Paling yang bisa menyaingi adalah guru di international school. Namun itu pun nggak semua. 

Berikut perbandingannya:

Warna biru muda menggambarkan gaji menimal, biru semi tua gaji standar, dan biru tua estimasi gaji paling tinggi. Angkanya saya himpun dari berbagai sumber.

Sedikit penjelasannya begini:

Guru honorer di sekolah negeri

Paling miris sih. Rata rata Rp500.000,00 setiap bulan. Namun untuk beberapa daerah tertentu, ada yang sanggup memberi jutaan rupiah. Misalnya di DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Guru honorer yang ada di sekolah swasta umum

Angkanya variatif. Hitungannya biasanya per jam. Jumlahnya sangat bergantung pada kualitas manajemen, besar kecilnya sekolah, dan sebagainya. Namun rata rata sih lebih tinggi dari honorer negeri. Antara Rp.700.000,00- Rp1.200.000,00.

Guru sekolah dengan standar internasional

Paling kecil umumnya sama dengan gaji pokok PNS, sekitar 3 jutaan rupiah. Namun di sekolah tertentu seperti JIS (Jakarta International School) bisa sampai belasan juta rupiah per bulan. Hanya tuntutan dan standar kualifikasinya tinggi, yang pasti mesti fasih bahasa asing seperti Inggris.

Guru bimbel

Gaji guru bimbel juga beda beda. Namun jika kamu mengajar full time, gajinya di kisaran Rp1.500.000,00 sampai Rp5.000.000,00. Tergantung besar kecilnya lembaga. 

Dari fakta diatas, nggak heran kalau guru PNS masih jadi tujuan favorit sarjana pendidikan. 

Kamu yang mau kuliah di jurusan pendidikan, kira kira punya tujuan yang sama nggak?

Sayangnya, peluang Guru PNS mau ‘ditutup’

Akhir tahun 2020, pemerintah melalui Kepala BKN (Badan Kepegawaian Nasional) bilang nggak akan buka lagi formasi seleksi CPNS dan diganti dengan PPPK. 

Hal ini banyak orang sayangkan. Soalnya antara guru PNS dan PPPK itu ada bedanya meski sama sama ASN (Aparatur Sipil Negara)

Untungnya, Mendikbud, ia mengklarifikasi bahwa maksudnya akan ada dua seleksi yang saling melengkapi.

Adapun untuk tahun 2021, sementara pemerintah hanya buka PPPK.

Mudah mudahan sih selepas kamu lulus kuliah, formasi untuk Guru PNS pas lagi buka. Kita lihat aja beberapa tahun mendatang ya!

Seberapa sulit prospek jadi guru PNS?

Saya nggak bakal jawab sulit atau gampang. Biarkan fakta fakta ini bicara dan kamu menyimpulkannya sendiri:

  • Setiap tahunnya, berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), ada 350 ribu orang sarjana pendidikan baru.
  • Berkaca pada pembukaan 2 tahun terakhir, pemerintah hanya membuka sekitar 108 ribu formasi guru (Tahun 2018) dan sekitar 60 ribu (Tahun 2019). PPPK tahun ini wacananya bisa hingga 1 juta, tapi jelas ini belum pasti karena realisasinya belum terbukti. 
  • Ada hampir 1 juta guru yang belum jadi PNS dan terus berusaha menjadi PNS dengan ikut seleksi setiap tahunnya.
  • Kalau kita pegang data data pastinya, maka jika setiap tahun pemerintah buka lowongan formasi guru PNS 100.000 orang, 1 formasi bakal diperebutkan antara 10 sampai 20 orang.

Tapi berkaca pada pembukaan lowongan tahun tahun sebelumnya, berbagai daerah dengan tawaran tunjangan lebih tinggi bisa jadi lebih rame. Kamu bisa bersaing dengan 100 orang untuk 1 formasi.

Kalau mau lebih luang formasinya, kamu bisa siapkan mental dari sekarang untuk tes di formasi daerah terpencil. Biasanya yang daftar cuma beberapa orang doang.

Gimana? Masih mau jadi guru? Hehe..

Apa yang mesti disiapkan dari sekarang kalau mau jadi Guru PNS?

Harus diakui sih, tes CPNS beberapa tahun terakhir itu makin bagus. Dalam artian, makin bersih dan profesional.

Nggak ada lagi ceritanya bisa jadi PNS dengan nyogok atau pakai jalan belakang. Hasilnya lebih transparan karena bisa langsung kamu lihat real time dengan sistem CAT (Computer Assisted Test).

Jadi, semua tergantung dari kemampuan peserta ketika melakukan tes. 

Sebagai gambaran, tesnya itu mencakup 2 tahap:

#Tahap pertama: Tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar)

Tahap ini meliputi TIU (Tes Intelegensi Umum), TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), dan TKP (Tes Karakteristik Pribadi)

#Tahap kedua : Tes SKB (Seleksi Kompetensi Bidang)

Tahap ini bisa kamu ikuti kalau lolos di tahap SKD. Isi soalnya seputar bidang mata pelajaran yang kamu pelajari semasa kuliah (sesuai ijazah).

Berdasarkan pengalaman dan cerita orang orang, dari tahun ke tahun soalnya makin kompetitif. 

Wajar sih, soalnya pemerintah dari waktu ke waktu pasti menginginkan standar kualitas yang makin tinggi.

Jadi, ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan sejak masih kuliah:

  1. Kebiasaan berpikir logis dan analitis. Hal ini bakal bantu kamu lolos di TIU. Apapun bentuk soalnya, pasti akan lebih mudah buat kamu lahap.
  2. Wawasan sejarah dan sistem pemerintah Indonesia. Kamu bisa mulai baca baca dari sekarang supaya bisa dengan gampang menyelesaikan soal TWK.
  3. Memahami dan membiasakan diri dengan kultur PNS. Soal soal TKP umumnya berisi studi kasus ‘seandainya kamu dalam posisi PNS’
  4. Serius kuliah dan mendalami setiap mata kuliah di jurusan pendidikan yang kamu pilih.
  5. Sebaiknya kamu kuliah sambil mencari peluang kerja mengajar sampingan, agar kualitasmu benar benar otentik dan layak jadi guru PNS.

Bagaimana dengan prospek guru lain selain guru PNS?

Rezeki itu dari mana saja. Kalau nggak yakin rezekimu dijamin Sang Maha Kuasa, lihat aja cacing yang bisa hidup walau nggak punya tangan dan kaki.

Nggak berhasil jadi Guru PNS bukanlah akhir segalanya. Faktanya, guru dengan status PNS banyak yang masih hidup sampai sekarang. Meski tentu harus diakui banyak kisahnya bikin prihatin.

Namun saya bakal bagi gambaran prospeknya:

#1. Prospek guru honorer (negeri dan swasta)

Lowongan jadi guru honorer jelas lebih luas ketimbang guru PNS. Meskipun saat ini masih banyak yang prihatin, kamu perlu baca fakta ini:

  • Guru honorer jadi isu dan fokus perjuangan berbagai organisasi guru. Setiap waktu, organisasi semacam ini berusaha mendorong peningkatan kesejahteraan guru honorer.
  • Di berbagai daerah, gaji guru honorer semakin jelas. Trennya bertambah dan meluas.  Makin banyak daerah yang memperhatikan.
  • Memang kamu mesti bersabar jika memilih jadi guru honorer. Namun, untuk mengisi waktu yang relatif lebih lapang, kamu kelak bakal punya peluang untuk mengisinya dengan berbisnis.

Berikut gambarannya kalau honor di negeri:

Kalau ini gambarannya kalau di swasta:

#2. Prospek guru sekolah internasional

International school memang menawarkan kesejahteraan yang terjamin. Sayangnya, peluang kerjanya relatif sempit. Data paling baru tahun 2018, hanya ada 198 jumlahnya se Indonesia. 

Pastinya persaingannya nggak kalah ketat dengan tes CPNS. 

Hanya saja, dua fakta ini lumayan menggembirakan:

  • Globalisasi yang semakin luas pastinya meningkatkan kebutuhan SDM dengan standar internasional. Sekolah jenis ini kemungkinan akan semakin banyak menjamur.
  • Faktanya memang sejak tahun 2013, menurut data ISC Research, sekolah jenis ini makin bertumbuh. Baik dari sisi jumlah lembaga maupun jumlah siswa.

Seiring sekolahnya besar dan bertambah, kebutuhan terhadap guru juga otomatis makin tinggi.

Untuk bisa mencari peruntungan di sini, kamu bisa mulai siapkan sejak kuliah. Selain menguasai pedagogik, kamu juga wajib fasih berbahasa asing. 

Sebaiknya nggak terbatas bahasa Inggris. Bukan nggak mungkin beberapa tahun ke depan bermunculan sekolah internasional yang menstandarkan bahasa lain seperti Mandarin, Jepang, atau Jerman.

#3. Prospek guru bimbel

Sejak lama menjadi guru bimbel jadi pilihan alternatif sarjana pendidikan untuk mencari rezeki. Meski gajinya nggak sebesar guru PNS, tapi umumnya di atas standar guru honorer.

Ada dua jenis bimbel yang eksis hari ini: 

  • Bimbel tatap muka (offline)
  • Bimbel daring (online)

Dalam urusan prospek, keduanya mesti saya bahas terpisah. Soalnya memang beda.

  • Untuk yang offline, prospek sepertinya kurang oke. Sejak ada bimbel online, makin banyak yang gulung tikar. Belum lagi dengan serbuan pandemi Covid 19, masa depannya makin suram.
  • Peluang jadi guru bimbel online jelas lebih menjanjikan. Pertumbuhannya sangat pesat. Mengutip Indo Telko, pada 2021 ini Ruangguru sudah memiliki 22 juta pengguna. Padahal, usianya belum ada satu dekade.

Maka dari itu, kalau kamu terpikir jadi guru bimbel, siapkan diri untuk pandai mengajar secara online. Kuasai kemampuan public speaking depan camera serta skill bikin konten video. Hal ini pasti bermanfaat banget buat bertahun tahun ke depan.

Jurusan Pendidikan Mana yang Prospek Kerjanya Bagus?

Kalau kamu sudah yakin mau jadi guru, pastikan juga keyakinan mau jadi guru apa. Soalnya, jurusan pendidikan itu banyak banget. Kemenristekdikti mencatat, total ada 5.728 program studi dalam lingkup pendidikan.

Dari 5000 itu, kira kira mana yang ngasih prospek paling bagus untuk masa depan? Saya coba bantu jawab dalam artikel ini.

#1. Jurusan pendidikan yang ada di banyak jenjang dan ragam bentuk sekolah

Coba dipikir pikir, pelajaran apa yang ada dipelajari dimana mana? Ada di SMP, SMA, SMK, MA, dan lainnya.

3 diantara yang paling banyak adalah Matematika , Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. 3 Mapel ini ada di semua jenjang dan semua bentuk sekolah.

Otomatis, peluang kerjanya juga relatif lebih besar. 

Berdasarkan pengalaman, setiap ada lowongan CPNS formasi untuk 3 mapel ini memang paling banyak. 

Bukan hanya sekolah negeri, semua sekolah (kecuali level PAUD atau SD) pasti membutuhkannya.

#2. Jurusan pendidikan level anak (PG PAUD dan PGSD)

Pada 2020, BKKBN mencatat, bahwa tingkat fertilitas (kelahiran) anak di Indonesia meningkat drastis. 

Pastinya, dalam 4 sampai 5 tahun mendatang, akan semakin banyak anak anak kecil. Mereka tentu butuh sekolah kan?

Maka bisa diprediksi kalau nanti selepas kamu lulus kuliah, kebutuhan terhadap guru untuk level PAUD dan SD bakalan tinggi.

Mudahan mudahan sih gajinya juga ikut tinggi ya.

#3. Jurusan mata pelajaran produktif (yang ada di SMK)

SMK jadi perhatian serius pemerintah karena bisa jadi lembaga yang membantu mengurangi tingkat menganggur. 

Sayangnya, jumlah guru yang tersedia jauh dari cukup. Masih banyak SMK yang menggunakan guru mata pelajaran umum (seperti matematika, bahasa Indonesia, dsbg) untuk mengajari siswa pelajaran khas SMK sepertii perbengkelan, IT, bisnis, dan sebagainya.

Kemendikbud pernah menyamapikan kepada Medcom pada 2020, Indonesia masih kekurangan 90 ribu guru SMK. 

Namun jelas nggak semua jurusan oke. Faktanya, ada beberapa jurusan yang diprediksi nggak lama lagi bakalan punah.

Bagaimana prospek sarjana pendidikan di luar pekerjaan guru?

Faktanya, nggak semua sarjana pendidikan akhirnya jadi guru. 

Dari sekitar 40 teman kuliah saya di jurusan pendidikan, yang benar benar jadi guru di bawah 50%. 

Sisanya jadi apa? Macem macem. Dalam skala yang lebih luas, mungkin ini terjadi juga di kelas kelas jurusan pendidikan lainnya. 

Tapi harus diakui, mereka memilih nggak jadi guru umumnya karena belum dapat kesempatan jadi guru PNS. Ketimbang jadi guru honorer, mereka pilih lompat pagar dengan mencari bidang kerja lain dengan gaji lebih layak.

Berikut ini beberapa prospek pekerjaan sarjana pendidikan selain jadi guru.

#1. Jadi Youtuber/ Vlogger Edukasi

Masuk akal kan sarjana pendidikan yang terlatih nyablak jadi Youtuber dan bikin Vlog?

Kontennya tentu bisa seputar pendidikan. Banyak kok Youtuber dengan niche pendidikan yang sukses dan punya viewer banyak. Pastinya penghasilannya juga lumayan. Cek aja coba.

#2. Blogger Pendidikan

Kamu juga bisa jadi Blogger. Bikin konten materi pelajaran, soal, dan hal hal yang dibutuhkan siswa serta guru se Indonesia.

Relevan bukan dengan jurusan kuliahnya?

Sama dengan jadi Youtuber, penghasilan Blogger juga bisa mengandalkan kerjasama dengan Google Adsense. 

#3. Penulis

Sarjana pendidikan, kalau kuliahnya serius, pasti bakalan pinter nulis. Seenggaknya terbiasa bikin tugas.

Ada banyak jenis tulisan yang bisa menghasilkan. Misalnya:

  • Tulisan fiksi, dengan gabung di berbagai aplikasi baca novel.
  • Content marketing, bisa cari lowongan freelance di berbagai agensi kepenulisan.
  • Berita, semakin banyak web portal berita menjamur, kamu nantinya bisa cari lowongan.

#4. Jualan

Ada yang bikin plesetan, S.Pd itu singkatan dari Sarjana Perdagangan. Anekdot semacam itu ada karena memang nggak sedikit sarjana pendidikan terjun berjualan di dunia bisnis.

Bagaimanapun, lulusan sarjana pendidikan ini biasanya punya kemampuan oke dalam mempengaruhi orang lain. 

Ilmu ini bukan hanya bisa dipakai buat ngasih pengaruh ke murid, namun kalau dipraktekkan ke calon buyer juga bisa manjur.

Jadi bagaimana nih? Masih mau jadi guru?

Membaca tulisan ini mungkin membuatmu berpikir ulang untuk memulai karir jadi guru dengan masuk jurusan pendidikan.

Tapi percayalah, setiap jenis pekerjaan punya karakter prospeknya masing masing. Di dalamnya ada peluang dan tantangan yang sama sama harus kamu taklukkan.

Pada akhirnya, prospek kerja guru ini hanya jadi bahan pertimbangan. Hati dan pikiranmu sendirilah yang bisa menimbang, seberapa siap kamu menjemput peluang dan menyelesaikan berbagai tantangan?

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like