Materi PAI kelas 11 wajib untuk dipelajari oleh seluruh siswa yang menempuh jenjang SMA dan SMK. Sayangnya, jumlah materinya sangatlah banyak, yakni mencapai 11 bab.

Tentu saja untuk memahami seluruh materinya pasti berat. Maka ada baiknya untuk cukup memahami ringkasannya.

Materi PAI Kelas 11 Semester 1 dan 2

Secara keseluruhan, buku PAI  yang diringksan ini terdiri dari 11 bab. Guru bisa membaginya dengan cara menempatkan pembahasan bab 1 sampai 6 di semester 1. Sedangkan untuk bab 7 sampai bab 11 bisa menyampaikannya pada semester 2.

Nah, berikut ini daftar isinya:

Ringkasan Bab 1 Al-Qur ’ān sebagai Pedoman Hidup

A. Pentingnya Mengimani Kitab-Kitab Allah Swt.

Iman kepada kitab Allah Swt. artinya meyakini sepenuh hati bahwa Allah Swt. telah menurunkan kitab kepada nabi atau rasul yang berisi wahyu untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia.

Mengimani kitab Allah adalah sebuah keharusan, sebab kitab Allah adalah petunjuk bagi kehidupan. Tanpa petunjuk dari Allah, manusia akan tersesat dalam hidupnya.

B. Pengertian Kitab dan Ṡuḥuf

Kitab adalah Wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para Rasul dalam bentuk buku/kitab.Adapun suhuf adalah Wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para Rasul, tetapi masih berupa “lembaran-lembaran” yang terpisah.

C. Kitab-Kitab Allah Swt. dan Para Penerimanya

1. Kitab Taurat

Kitab Taurat adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa untuk membimbing bani Israil. Adapun isi dari Kitab Taurat adalah:

  • Hormati dan cintai Allah satu saja,
  • Sebutkan nama Allah dengan hormat,
  • Kuduskan hari Tuhan (hari Sabtu),
  • Hormati ibu bapakmu,
  • Jangan membunuh,
  • Jangan berbuat cabul,
  • Jangan mencuri,
  • Jangan berdusta,
  • Jangan ingin berbuat cabul,
  • Jangan ingin memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal.

2. Kitab Zabūr

Kitab Zabur adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud untuk membimbing bani Israil.Adapun isi dari Kitab Zabur adalah tentang zikir, nasihat dan hikmah.Kitab ini tidak memuat syariat karena Nabi Daud diperintahkan Allah Swt. untuk mengikuti syariat Nabi Musa as.

3. Kitab Injil

Kitab Injil adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Isa untuk membimbing Bani Israil. Kitab ini memuat perintah agar manusia meng-esa-kan Allah Swt. dan tidakmenyekutukan-Nya, juga menjelaskan bahwa di akhir zaman akan lahir nabi yang terakhir, yaitu Ahmad atau Muhammad.

4. Kitab al-Qur’ān

Al-Qur’ān adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., sebagai penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Al-Qur’ān terdiri atas 30 juz, 114 surat dan kurang lebih 6.236 ayat, 74.437 kalimat, dan 325.345 huruf. Turunnya al-Qur’ān disebut Nuzulul Qur’ān.

5. Nama-Nama Lain al-Qur’ān

  • Al-Hudā
  • Al-Furqān
  • Asy-Syifā
  • Aż-Żikr
  • Al-Kitāb

6. Isi al-Qur’ān

  • Akidah
  • Ibadah
  • Ahlak
  • Muamalah
  • Kisah-kisah

7. Keistimewaan al-Qur’ān

  • Sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa
  • Al-Qur’ān tidak dapat tertandingi oleh ide-ide manusia yang ingin menyimpangkannya.
  • Membaca dan mempelajari isi al-Qur’ān merupakan ibadah

Ringkasan Bab 2 Hidup Nyaman dengan Perilaku Jujur

A. Pentingnya Perilaku Jujur

Jujur adalah mengatakan atau melakukan sesuatu sesuai dengan kenyataan. Lawan jujur adalah dusta, yaitu mengatakan atau melakukan sesuatu tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya.

Sifat jujur sangatlah penting untuk dimiliki setiap orang, karena dengan kejujuran akan membuat kehidupan menjadi tentram dan mencegah permusuhan. 

B. Keutamaan Perilaku Jujur

Diantara beberapa keutamaan bagi orang-orang yang jujur adalah

  • Memiliki kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat
  • Rizkinya dipermudah
  • Tanda kesempurnaan islam seseorang

C. Macam-Macam Kejujuran

Menurut tempatnya, jujur itu ada beberapa macam, antara lain:

  • Jujur dalam niat dan kehendak, yaitu motivasi bagi setiap gerak dan langkah seseorang dalam rangka menaati perintah Allah Swt.
  • Jujur dalam ucapan, yaitu memberitakan sesuatu sesuai dengan realitas yang terjadi.
  • Jujur dalam perbuatan, yaitu seimbang antara lahiriah dan batiniah hingga tidaklah berbeda antara amal lahir dan amal batin.

D. Petaka Kebohongan

Bagi orang yang tidak jujur alias gemar berbohong, maka akan mendapatkan petakanya, antara lain:

  • Tidak dipercaya orang
  • Mendapatkan azab dari Allah
  • Hidupnya penuh dengan kesengsaraan
  • Memiliki derajat yang rendah di akhirat kelak

E. Hikmah Perilaku Jujur

Beberapa hikmah yang dapat dipetik dari perilaku jujur, antara lain sebagai berikut.

  • Perasaan enak dan hati tenang, jujur akanmembuat kita menjadi tenang, tidak takut akan diketahui kebohongannya karena memang tidak berbohong.
  • Mendapatkan kemudahan dalam hidupnya.
  • Selamat dari azab dan bahaya.
  • Dijamin masuk surga.
  • Dicintai oleh Allah Swt. dan rasul-Nya.

Ringkasan Bab 3 Kepedulian Umat Islam terhadapJenazah

A. Perawatan Jenazah

Apabila seseorang telah dinyatakan positif meninggal dunia, ada beberapa hal yang harus disegerakan dalam pengurusan jenazah, yaitu: memandikan, mengafani, menyalati dan menguburnya.Secara umum, hukum pengurusan jenazah adalah fardhu kifayah.

B. Memandikan Jenazah

Setiap muslim yang meninggal kecuali mati syahid, maka ia wajib dimandikan. Adapun yang berhak memandikan jenazah adalah keluarga terdekat, bapak, ibu, suami, istri dan anak. Meskipun begitu, tidak mengapa orang lain yang bukan bagian dari keluarga terdekat ikut memandikan jenazah, dengan catatan laki-laki khusus memandikan laki-laki, dan perempuan khusus memandikan perempuan. 

C. Mengafani Jenazah

Setelah dimandikan, maka proses selanjutnya adalah mengafani. Adapun jumlah kain kafannya sebaiknya tiga lapis bagi mayat laki-laki dan lima lapis bagi mayat perempuan. 

D. Menyalati Jenazah

Setelah dikafani, maka proses berikutnya adalah shalat jenazah. Hanya saja Tata caraṡalat jenazah berbeda dengan ṡalat biasa. Pada ṡalat jenazah, tidak ada ruku dan sujud, hanya empat kali takbir dan diselingi doa.

E. Mengubur Jenazah

Setelah dishalatkan, maka selanjutnya jenazah harus dikuburkan.Jenazah harus segera dikuburkan dan jangan ditunda-tunda. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.:“Segerakanlah menguburkan jenazah….” (H.R. Bukhari Muslim)

F. Ta’ziyyah (Melayat)

Ta’ziyyah atau melayat adalah mengunjungi orang yang sedang tertimpa musibah kematian salah seorang keluarganya dalam rangka menghibur atau memberi semangat.

G. Ziarah Kubur

Ziarah artinya berkunjung, kubur artinya kuburan.Ziarah kubur artinya

berkunjung ke kuburan.Rasulullah saw. menganjurkan berziarah dengan tujuan untuk mengingat kematian. Sebab mengingat kematian dapat meningkatkan keimanan seorang hamba.

Ringkasan Bab 4 Sampaikan Dariku Walau Satu Ayat

A. Pengertian Khutbah, Tabligh, dan Dakwah

1. Pengertian Khutbah

Khutbah bermakna memberi nasihat agama dalam kegiatan ibadah seperti; ṡalat, wukuf, dan nikah.Khutbah lebih bersifat satu arah. Hanya khatib saja yang berbicara yang lain mendengarkan.

2. Pengertian Tabligh

Tablighberarti menyampaikan, memberitahukan kebenaran kepada orang lain. Bisa bersifat dua arah, saling berdiskusi, dan lain sebagainya.

3. Pengertian Dakwah

Dakwah berarti memanggil, menyeru, mengajak akan sesuatu hal, yakni kegiatan mengajak orang lain.Dalam berdakwah minimal ada dua cara, yaitu dakwah dengan lisan (da’wah billisān) dan dakwah dengan perbuatan (da’wah bilhāl).

B. Pentingnya Khutbah, Tabligh, dan Dakwah

1. Pentingnya Khutbah

Khutbah termasuk aktivitas ibadah. Karena itu khutbah sangatlah penting, jika khutbah ditinggalkan akan membatalkan rangkaian aktivitas ibadah. Contoh, apabila ṡalat Jumat tidak ada khutbahnya, makaṡalat Jumat tidak sah.

2. Pentingnya Tabligh

Tabligh adalah sifatnya para rasul.Selama hidupnya mereka terus melakukan tabligh.Sebab tabligh merupakan sifat wajib para rasul.Tabligh mereka lakukan agar manusia tertunjuki kepada jalan yang lurus, tanpa tablighakan banyak orang yang tersesat dalam hidupnya. Karena para rasul kini sudah tiada, maka kewajiban tabligh mesti diteruskan ummatnya, karena jika tidak ada yang melanjutkan, maka akan mengakibatkan kemaksiatan dimana-mana.

3. Pentingnya Dakwah

Dakwah adalah kewajiban setiap muslim. Karenanya setiap muslim wajib berdakwah selama hidupnya. Dakwah amatlah penting dilakukan, sebab dengan dakwah akan membuat masyarakat menjadi lebih tolong menolong dalam kebaikan. Tanpa dakwah, mungkin islam pun tidak akan sampai ke negeri kita.

C. Ketentuan Khutbah, Tabligh, dan Dakwah

1. Ketentuan Khutbah

a. Syarat khatib

  • Islam
  • Ballig
  • Berakal sehat
  • Mengetahui ilmu agama

b. Rukun khutbah

  • Membaca hamdallah
  • Membaca syahadatain
  • Membaca shalawat
  • Berwasiat taqwa
  • Membaca ayat al-Qur’ān pada salah satu khutbah
  • Berdoa pada khutbah kedua

2. Ketentuan Tabligh

a. Syarat muballig(orang yang menyampaikan)

  • Islam
  • Baligh
  • Berakal
  • Mendalami ajaran Islam

b. Etika dalam menyampaikan tabligh

  • Bersikap lemah lembut, tidak kasar, dan tidak merusak.
  • Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
  • Materi dakwah yang disampaikan harus mempunyai dasar hukum yang kuat.

3. Ketentuan Dakwah

a. Syarat da’I (orang yang berdakwah)

  • Islam
  • Baligh
  • Berakal
  • Mendalami ajaran Islam

b. Etika dalam berdakwah:

  • Dakwah dilaksanakan dengan hikmah, yaitu ucapan yang jelasdan tegas.
  • Dakwah dilakukan dengan mauiẓatul hasanah atau nasihat yang baik, yaitu cara persuasif dan edukatif 
  • Dakwah dilaksanakan dengan memberi contoh yang baik
  • Dakwah dilakukan dengan mujādalah, yaitu diskusi atau tukar pikiranyang berjalan secara dinamis dan santun serta menghargai pendapatorang lain.

Ringkasan Bab 5 Masa Kejayaan Islam yang Dinantikan Kembali

A. Periodisasi Sejarah Islam

1. Periode Klasik (650‒1250)

Periode Klasik merupakan periode kejayaan Islamyang dibagi ke dalam dua fase, yaitu:

a. fase ekspansi, integrasi, (650‒1000)

b. fase disintegrasi (1000‒1250).

2. Periode Pertengahan (1250‒1800)

Periode Pertengahan merupakan periode kemunduran Islam yang dibagi ke dalam dua fase, yaitu:

a. fase kemunduran (1250‒1500 M)

b. fase munculnya ketiga kerajaan besar (1500‒1800), yang dimulai dengan zaman kemajuan (1500‒1700 M) dan zaman kemunduran (1700‒1800).

3. Periode Modern (1800‒dan seterusnya)

Periode Modern merupakan periode kebangkitan umat Islam yang ditandai dengan munculnya para pembaharu Islam.

B. Masa Kejayaan Islam

Masa kejayaan Islam terjadi pada sekitar tahun 650‒1250.Periode ini disebut Periode Klasik.Pada kurun waktu itu, terdapat dua kekhalifahan besar, yaitu kekhalifahanDaulah Umayyah dan kekhalifahanDaulah Abbasiyah.

Pada masa Daulah Umayyah, perkembangan Islam ditandai dengan meluasnya wilayah kekuasaan Islam dan berdirinya bangunan-bangunan sebagai pusat dakwah Islam. Kemajuan Islam pada masa ini meliputi: bidang politik, keagamaan, ekonomi, ilmu bangunan (arsitektur), sosial, dan bidang militer.

Sementara perkembangan Islam pada masa Daulah Abbasiyah ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan.Kemajuan Islam pada masa ini meliputi bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, ilmu bangunan (arsitektur), sosial, dan bidang militer.

C. Tokoh-Tokoh pada Masa Kejayaan Islam

  • Ibnu Rusyd (520‒595 H)
  • Al-Ghazali (450‒505 H)
  • AI-Kindi (805‒873 M)
  • AI-Farabi (872‒950 M)
  • Ibnu Sina (980‒1037 M)
  • Ar-Razi (809‒873 M)

Ringkasan Bab 6 Membangun Bangsa Melalui Perilaku Taat, Kompetisi dalam Kebaikan, dan Etos Kerja

A. Pentingnya Taat kepada Aturan

Taat memiliki arti tunduk (kepada Allah Swt., pemerintah, dsb.) tidak berlaku curang, dan atau setia.Aturan adalah tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan.

Islam memerintahkan umatnya untuk taat kepada pemimpin, hal ini sebagaimana firman Allah dalam (Q.S. an-Nisā/4: 59) karena dengan ketaatan rakyat kepada pemimpin (selama tidak maksiat), akan terciptalah keamanan dan ketertiban serta kemakmuran.

B. Kompetisi dalam Kebaikan

Allah Swt. telah memerintahkan manusia untuk berkompetisi dalam kebaikan. Sebab dengan berkompetisi dalam hal ini akan membuat pelakunya semakin bersemangat dalam melakukan kebaikan. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam (Q.S. al-Māidah/5: 48)

Semua orang dengan potensi dan kadar kemampuan masing-masing, harus berlomba-lomba dalam melaksanakan kebaikan. Dan jangan sampai seorang muslim malah berkompetisi dalam keburukan, sebab hal itu akan mengundang murka Allah. 

C. Etos Kerja

Bekerja adalah kewajiban setiap muslim (khususnya bagi pria). Dalam melakukan pekerjaan, Allah memerintahkan seorang muslim untuk bekerja dengan giat, tekun, professional, dan disiplin. Hal inilah yang dinamakan etos kerja.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Q.S. at-Taubah/9: 105. Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada umat Islam untuk semangat dan bersungguh-sungguh dalam bekerja.

Ringkasan Bab 7 Rasul-Rasul Itu Kekasih Allah Swt.

A. Pengertian Iman kepada Rasul-Rasul Allah Swt.

Rasul adalah Manusia pilihan Allah Swt. yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan fiman-fimanNya kepada umat manusia agar dijadikan pedoman hidup.

Iman kepada rasul berarti meyakini bahwa rasul itu benar-benar utusan Allah Swt. yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat. Mengimani rasul-rasul Allah Swt. merupakan kewajiban bagi seorang muslim karena merupakan bagian dari rukun iman.

B. Sifat Rasul-Rasul Allah Swt.

1. Sifat Wajib

Sifat wajib artinya sifat yang pasti ada pada diri rasul. Sifat-sifat tersebut antara lain

  • Aṡ-Ṡiddiq (selalu benar)
  • Al-Amānah (dapat dipercaya)
  • At-Tabligh(menyampaikan kebenaran
  • Al-Faṭānah (cerdas)

2. Sifat Mustahil

Sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin ada pada rasul. . Sifat-sifat tersebut antara lain

  • Al-Kizzib (pendusta)
  • Al-Khiānah (pengkhianat)
  • Al-Kiṭmān (menyembunyikan kebenaran)
  • Al-Balādah (bodoh)

3. Sifat Jāiz

Sifat jāiz bagi rasul adalah sifat kemanusiaan, yaitu al-ardul basyariyah, artinya rasul memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia biasa seperti rasa lapar, haus, sakit, tidur dan sebagainya.

Selain tersebut di atas, rasul juga memiliki sifat-sifat yang tidak terdapat padaselain rasul, yaitu seperti berikut.

  • Ishmaturrasūl(terlindung dari dosa)
  • Iltizamurrasūl(selalu komitmen dengan ajarannya).

C. Tugas Rasul-Rasul Allah Swt.

Diantara tugas para rasul antara lain adalah antara tugas-tugas rasul itu adalah sebagai berikut.

  • Menyampaikan risalah dari Allah Swt.
  • Mengajak kepada tauhid
  • Menunjukkan jalan yang lurus.
  • Membersihkan dan menyucikan jiwa manusia

D. Hikmah Beriman kepada Rasul-Rasul Allah Swt.

  • Makin sempurna imannya.
  • Terdorong untuk menjadikan contoh dalam hidupnya.
  • Terdorong untuk melakukan perilaku sosial yang baik.
  • Memiliki teladan dalam hidupnya.

Ringkasan Bab 8 Hormati dan SayangiOrang Tua dan Gurumu

A. Pentingnya Hormat dan Patuh kepada Orang Tua

Orang tua adalah orang yang membesarkan kita sampai sekarang.Mereka yang merawat kita sejak bayi. Mereka yang memberi kita makan dan pakaian, karenanya sudah selayaknya  kita hormat dan patuh kepada mereka. 

Menghormati orang tua sangat ditekankan dalam Islam.Banyak ayat di dalam al-Qur’ān yang menyatakan bahwa segenap mukmin harus berbuat baik dan menghormati orang tua. Salah satunya adalah Q.S. al-Isrā’/17:23-24.

  • Adapun hikmah yang bisa diambil dari berbakti kepada kedua orang tua adalah:
  • Merupakan amal yang paling utama.
  • Apabila orang tua kita riḍa atas apa yang kita perbuat, Allah Swt. pun riḍha.
  • Dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami.
  • Masuk surganya Allah

B. Hormat dan Patuh kepada Guru

Guru adalah orang yang mengajarkan kita dengan berbagai ilmu pengetahuan dan mendidik kita sehingga menjadi orang yang mengerti dan dewasa. Walau bagaimana tingginya pangkat atau kedudukan seseorang, dia adalah bekas seorang pelajar yang tetap berhutang budi kepada gurunya yang pernah mendidik pada masa dahulu.Karenanya wajib bagi kita untuk hormat dan patuh kepada guru.

C. Cara Berbakti kepada Orang Tua

  • Melaksanakan nasihat dan perintah yang baik dari keduanya.
  • Rela berkorban untuk orang tua.
  • Meminta kerelaan orang tua ketika akan berbuat sesuatu.
  • Merendahkan diri, kasih sayang, berkata halus dan sopan, serta mendoakan keduanya.

D. Cara Berbakti kepada Guru

  • Menghormati dan memuliakannya, mengikuti nasihatnya.
  • Mengamalkan ilmunya dan membaginya kepada orang lain.
  • Tidak melawan, menipu, dan membuka rahasia guru.
  • Memuliakan keluarga dan sahabat karib guru.

Ringkasan Bab 9 Prinsip dan Praktik Ekonomi Islam

A. Pengertian Mu’āmalah

Mu’āmalah berarti tukar menukar barang atau sesuatu yang memberi manfaat dengan cara yang ditempuhnya.

Dalam melakukan transaksi ekonomi, Islam melarang beberapa hal di antaranya seperti berikut.

  • Tidak boleh mempergunakan cara-cara yang batil.
  • Tidak boleh melakukan kegiatan riba.
  • Tidak boleh dengan cara-cara ẓāl³m (aniaya).
  • Tidak boleh mempermainkan takaran, timbangan, kualitas, dan kehalalan.
  • Tidak boleh dengan cara-cara spekulasi/berjudi.
  • Tidak boleh melakukan transaksi jual-beli barang haram.

B. Macam-Macam Mu’āmalah

1. Jual-Beli

Jual-beli menurut syariat agama ialah kesepakatan tukar-menukar benda untuk memiliki benda tersebut selamanya. Dalam proses jual-beli harus terdapat tiga hal berikut ini, yaitu: penjual, pembeli, dan ijab-qobul.

2. Utang-piutang

Utang-piutang adalah menyerahkan harta dan benda kepada seseorang dengan catatan akan dikembalikan pada waktu kemudian.

3. Sewa-menyewa

Sewa-menyewa dalam fih Islam disebut ijārah, artinya imbalan yang harus diterima oleh seseorang atas jasa yang diberikannya.Jasa di sini berupa penyediaan tenaga dan pikiran, tempat tinggal, atau hewan.

C. Syirkah

1. Pengertian

Secara bahasa, kata syirkah (perseroan) berarti mencampurkan dua bagian atau lebih sehingga tidak dapat lagi dibedakan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya.Menurut istilah, syirkah adalah suatu akad yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan.

2. Ragam Syirkah

a. Syirkah ‘Inān

Syirkah ‘inānadalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing- masing memberi kontribusi kerja (amal) dan modal (mal).

b. Syirkah ‘Abdān

Syirkah ‘abdānadalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-masing hanya memberikan kontribusi kerja (amal), tanpa kontribusi modal (amal).

c. Syirkah Wujūh

Syirkah wujūh adalah kerja sama karena didasarkan pada kedudukan, ketokohan, atau keahlian seseorang di tengah masyarakat.

d. Syirkah Mufāwaḍah

Syirkah mufāwaḍah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis syirkah di atas.

e. Muḍārabah

Muḍārabah adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak, di mana pihak

pertama menyediakan semua modal (ṡāhibul māl), pihak lainnya menjadi pengelola atau pengusaha (muḍarrib).

f. Musaqah

Musāqah adalah kerja sama antara pemilik kebun dan petani di mana sang pemilik kebun menyerahkan kepada petani agar dipelihara dan hasil panennya nanti dibagi dua menurut persentase yang ditentukan pada waktu akad.

D. Perbankan

1. Pengertian

Bank adalah sebuah lembaga keuangan yang bergerak dalam menghimpun

dana masyarakat dan disalurkannya kembali dengan menggunakan sistem bunga.

2. Ragam Bank

a. Bank Konvensional

Bank konvensional ialah bank yang fungsi utamanya menghimpun dana

untuk disalurkan kepada yang memerlukan dengan menggunakan sistem bunga.

b. Bank Syariah

bank yang menjalankan operasinya menurut syariat Islam. Bank syariah menggunakan beberapa cara yang bersih dari riba, misalnya: muḍārabah, musyārakah, waḍ³’ah, qarḍulhasān, dan murābahah.

Ringkasan Bab 9 Bangun dan Bangkitlah Wahai Pejuang Islam

A. Islam Masa Modern (1800 – sekarang)

Islam pada periode ini dikenal dengan era kebangkitan umat Islam.Kebangkitan umat Islam disebabkan oleh adanya benturan antara kekuatan Islam dengan kekuatan Eropa.Benturan itu menyadarkan umat Islam bahwa sudah cukup jauh tertinggal dengan Eropa.

Guna pemulihan kembali kekuatan Islam, Kerajaan Turki mengadakan suatu gerakan pembaharuan dengan mengevaluasi yang menjadi penyebab mundurnya Islam dan mencari ide-ide pembaharuan dan ilmu pengetahuan dari Barat.

B. Tokoh-Tokoh Pembaharuan Dunia Islam Masa Modern

  • Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1787)
  • Syah Waliyullah (1703-1762)
  • Muhammad Ali Pasya (1765-1849)
  • Al-Tahtawi (1801-1873)
  • Jamaludin Al-Afgani (1839-1897)
  • Muhammad Abduh (1849-1905)
  • Rasyid Rida (1865-1935)
  • Sayyid Ahmad Khan (1817-1898)
  • Sultan Mahmud II (1785-1839)
  • Muhammad Iqbal (1876-1938)

Ringkasan Bab 11 Toleransi sebagai Alat Pemersatu Bangsa

A. Pentingnya Perilaku Toleransi

Toleransi sangat penting dalam kehidupan manusia, baik dalam berkata-kata maupun dalam bertingkah laku.Dalam hal ini, toleransi berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan di antara kita sehingga tercapai kesamaan sikap.

Hanya saja sikap toleransi pun tidak boleh berlebihan. Misalnya, Dalam masalah keimanan (aq³dah) dan peribadatan (ibādah), kita berpegang pada keyakinan tanpa bergeser sedikit pun, tetapi tetap menghargai orang lain yang berbeda keyakinan dengan kita.

Dalil mengenai toleransi adalah (Q.S. Yūnus/10: 40). Dalam ayat ini Allah mengabarkan akan ada dua kelompok manusia. Pertama, yaitu kelompok yang beriman kepada Nabi.Kedua, kelompok yang tidak beriman kepada Nabi.Untuk kelompok kedua ini, Allah memerintahkan kita untuk toleransi kepada mereka selama mereka tidak mengganggu kaum muslimin.

B. Menghindarkan Diri dari Perilaku Tindak Kekerasan

Islam melarang perilaku kekerasan terhadap siapa pun.Al-Qur’ān sebagai pedoman kaum muslim memberikan perhatian penuh terhadap perlindungan jiwa manusia dan menganggap membunuh seorang manusia, sama dengan membunuh sebuah masyarakat.

Dalil untuk menghindari kekerasan terdapat dalam Q.S. al-Māidah/5: 32. Dalam ayat ini dengan tegas Allah mengharamkan siapapun untuk berbuat kerusakan dan kekerasan di muka bumi. Bagi siapapun yang melanggarnya maka akan mendapatkan balasan yang setimpal

Demikianlah ringkasan PAI kelas 11 dari bab 1 sampai bab 11. Semoga bermanfaat.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like