Bagaimana Cara Menghindari Makanan Dan Minuman Yang Haram?

Untuk dapat hidup selamat dunia akhirat, kunci yang harus dilakukan manusia adalah meninggalkan berbagai hal yang haram dalam kehidupannya. Termasuk, dalam hal makanan dan minuman. Lantas, bagaimana cara menghindari makanan dan minuman yang haram?

Setidaknya, ada lima cara yang bisa saya bagikan dalam artikel ini.
  1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan haram
  2. Mengetahui makanan dan minuman yang terkategori haram
  3. Mengecek keberadaan label halal dari pihak berwenang (MUI)
  4. Mengecek komposisi makanan dan minuman
  5. Berdoa agar senantiasa diberikan makanan dan minuman yang terjamin kehalalannya

Mari kita coba uraikan satu persatu lima cara tersebut agar dapat dipahami secara lebih utuh.

Pertama, mengetahui apa yang dimaksud dengan haram

Untuk dapat menghindari makanan dan minuman yang haram, hal yang paling mendasar diketahui adalah pengertian dari haram itu sendiri. Apa yang dimaksud dengan haram? Lalu, kriterianya apa sehingga sesuatu itu layak disebut sebagai sesuatu yang haram?

Haram, secara sederhana adalah sesuatu yang  dilarang syara’ secara tegas.

Sesuatu yang apabila manusia melakukan atau memanfaatkannya, manusia dapat diganjar dosa oleh Sang Maha Pencipta.
Tentu saja, sesuatu disebut haram bukan atas dasar akal-akalan manusia. Namun, mesti didasarkan kepada nash-nash dan sumber hukum yang diakui oleh khazanah keilmuan Islam. Seperti al-Quran, Hadits, Ijma Sahabat dan Qiyas Syar’I, dimana para ulama menggali kesimpulannya dari sumber-sumber tersebut.

Kedua, mengetahui makanan dan minuman yang terkategori haram

Setelah kita mengetahui apa yang dimaksud dengan haram, maka selanjutnya kita juga harus mengetahui  makanan dan minuman apa saja yang dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang haram.
Pada dasarnya, berdasarkan kaidah yang disepakati oleh banyak ulama, hukum asal dari benda (termasuk makanan dan minuman) itu boleh atau halal selama tidak ada nash yang mengharamkan. 
Artinya, semua makanan dan minuman itu pada dasarnya halal. Kecuali makanan dan minuman yang memang disebutkan keharamannya oleh sumber-sumber hukum Islam.
Maka dari itu, fokus kita ketimbang mengetahui jumlah yang halal, lebih baik mencari tahu apa-apa saja yang haram. Dari sini kemudian kita menemukan bahwa yang haram untuk dimakan atau diminum itu contohnya, daging babi, anjing, darah, bangkai hewan, khamr, dan lainnya.
Agar dapat mengetahui hal-hal ini, tentu saja kamu harus belajar kepada ahlinya. Yakni mereka yang sudah memahaminya terlebih dahulu. Jangan sampai kamu berjalan tanpa ketidak tahuan dan lepas dari arahan guru yang memahami masalah agama.

Ketiga, mengecek keberadaan label halal dari pihak berwenang (MUI)

Di Indonesia, terdapat mekanisme tertentu yang memungkinkan produsen makanan dan minuman untuk memberikan label halal  di produknya demi memastikan masyarakat terjaga dari hal yang haram. Tentu saja, sebelum diberikan stempel halal, ada proses yang harus dilalui produsen untuk dapat label tersebut.
Label atau cap halal ini ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia yang menjadi lembaga tempat berkumpulnya para alim ulama yang memahami masalah keislaman. Label ini biasanya bentuknya bulat dengan tulisan majelis ulama Indonesia disekelilingnya.
Kamu bisa melakukan pengecekan setiap membeli makanan dan minuman tertentu dengan cara yang relatif sederhana. Jika kamu menemukan tanda tersebut, maka kamu dapat memastikan bahwa makanan atau minuman itu halal dan boleh kamu konsumsi.

Keempat, mengecek komposisi makanan dan minuman

Sayangnya, masih ada sebuah fakta yang menimbulkan kekhawatiran. Tidak semua produsen makanan dan minuman yang ada di Indonesia mau dan mampu mengurus kelayakannya untuk mendapatkan label halal dari MUI. Prosesnya yang dianggap ribet dan mungkin birokratis, membuat sebagian produsen memilih untuk tidak mendaftarkan produknya agar dapat sertifikasi halal.
Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat manakala hendak menkonsumsinya. Maka , yang perlu dilakukan adalah mengecek secara langsung komposisi dari makanan dan minuman tersebut.
Proses pengecekan ini tentu membutuhkan kemampuan untuk mendeteksi tekstur, mendeteksi rasa, dan sebagainya. Ini agak rumit memang, Namun bisa saja dilakukan. terutama oleh orang-orang yang memahami tentang dunia pangan.
Bagi kita yang awam, kita bisa mendeteksinya dari produsennya. Jika kita melihat dia orang yang baik dan nampaknya paham agama, tentu bisa pastikan bahwa makanan dan minuman yang diproduksinya halal.

Kelima, berdoa agar diberikan makanan dan minuman yang terjamin kehalalannya

Hal yang juga tak kalah penting adalah berdoa agar setiap makanan dan minuman yang masuk ke dalam perut kita senantiasa terjamin kehalalnya.
Misalnya, dengan doa sebelum makan yang biasa kita lakukan. Allahumma bariklanaa fiima razaqtanaa waqinaa azaabannar, diman kalau kita mengetahui artinya, kita sedang memohon agar keberkahan ada pada setiap rezeki (termasuk makanan dan minuman) yang Allah berikan, dan terhindar dari rezeki yang dapat mendatangkan azab dari neraka (hal yang haram).
Lalu, bagaimana jika kita sudah berusaha menghindari yang haram namun ternyata tanpa sepengetahuan kita ada atau minuman yang haram masuk ke perut kita?
Tentu saja hal ini lain soal. Berdasarkan pemahaman agama yang saya ketahui dari guru-guru saya, itu sudah diluar tanggungjawab kita. Kita tidak dihukumi atas ketidak tahuan yang semacam itu. Hal yang penting, sebelum makan dan minum, kita sudah melakukan upaya agar makanan dan minuman itu halal.

Mudah-mudahan, kita senantiasa dilindungi dari makanan dan minuman yang haram.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like