Matapendidikan.com,- Pernahkah kamu merasakan suatu kondisi: kamu
sudah bekerja keras melakukan sesuatu, tenaga terbaik dikeluarkan, ide terbaik
dicurahkan, waktu terbaik disediakan. Namun, ketika pekerjaaan itu selesai,
hasil usahamu disepelekan.

Tentu itu hal yang menyakitkan. Melakukan
usaha atau perkejaan namun tak
dihargai adalah sesuatu yang menguji keikhlasan dan kesabaran.
Maka dari itu, jika kamu pernah
dalam kondisi tersebut dan menyadari betapa menyedihkannya dalam kondisi itu,
itu artinya kamu jangan pernah melakukan hal yang sama kepada orang lain.
Ketika ada orang lain yangbekerja
untukmu, kamu haru berpikir, bagaimana
cara untuk menghargai usaha atau pekerjaan orang lain
yang kamu minta untuk
melakukan sesuatu. Hargai segala hal yang telah dikeluarkannya. Apalagi jika
kita tau bahwa ia telah mengerahkan segala hal yang terbaik untuk melakukannya.
Lantas, bagaimana cara untuk menghargai usaha atau pekerjaan orang lain? Berikut
disajikan beberapa caranya.

Pertama, dengan ungkapan penghargaan

Apa yang dimaksud dengan ungkapan
pernghargaan? Ungkapan penghargaan adalah ungkapan-ungkapan yang bersifat
memuji. Misalnya dengan berkata “good job”,
bagus”, “mantul”, dan sebagainya.
Tentu saja, berbagai ungkapan itu
mesti disampaikan dengan cara yang nampak tulus. Gestur dan mimik muka yang
ditunjukan mesti menunjukan bahwa apa yang anda ungkapkan sesuai dengan apa
yang ada dipikiran.
Mungkin, hal ini terlihat
sederhana. Tapi percayalah, mereka yang diberikan ungkapan ini akan senang
mendengarnya. Bahkan, termotivasi untuk melakukan suatu usaha yang lebih baik
lagi.

Kedua, dengan hadiah

Jika hanya bisa dengan ungkapan
saja, itu sebenarnya sudah cukup menyenangkan. Namuun, jika ditambah hadiah,
biasanya orang akan semakin senang dan loyal terhadap orang yang
mempekerjakannya.
Hadiah itu sebetulnya hal yang
menumbuhkan rasa cinta antara sesama manusia. Bahkan meski bukan dalam rangka
membalas jasa hasil pekerjaan atau usaha, yang namanya hadiah itu dianjurkan
untuk saling beri memberi.
Nabi Muhammad Saw. juga dalam
sebuah hadits pernah mengingatkan soal ini. Bahwa intinya, saling memberi itu
sangat dianjurkan. Memberi akan menumbuhkan rasa cinta diantara sesama manusia.

Ketiga, mengoreksi dengan santun

Bentuk penghargaan lainnya adalah
jika seandainya yang yang sudah berusaha itu ternyata masih memiliki kecacatan
dalam usahanya, maka koreksinya dapat dilakukan dengan santun.
Santun identik dengan cara
berbahasa. Penyampaian yang santun ini bisa dilakukan dengan memerhatikan
pilihan kata (diksi), susunan kalimat, mimik muka, juga gestur tubuh.
Seluruh unsur tersebut punya
pengaruh dalam menunjukan kesantunan. Jika kesantunan itu ingin diwujudkan
maksimal, maka penting memerhatikan semuanya.
Hal ini penting karena seringkali
orang yang sudah melakukan pekerjaan atau usaha itu menganggap bahwa ia telah
bekerja mengerahkan semua kemampuannya. Otomatis ia mengira pekerjaan yang
dilakukannya pekerjaan yang hebat dan layak dihargai.
Kamu bisa bayangkan, bagaimana
remuknya perasaan orang yang sudah berusaha ini jika seandainya malah ia
dipandang sebaliknya oleh orang yang memintanya untuk bekerja atau berusaha. Hiks
hiks..**

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like