Matapendidikan.com,-  Saya ingin memulai artikel ini dengan
bertanya, apakah kamu mau, jika seandainya kamu diberi uang sebesar seratus
triliyun, namun untuk mendapatkannya kamu harus mau tinggal di sebuah pula
terpencil sendirian hingga kamu mati. Mau atau tidak?

Kalau saya pribadi tidak mau. Uang sebesar apapun sungguh
tak ada gunanya jika kita sendirian dimuka bumi ini.
Pertanyaan diatas sesungguhnya sudah cukup untuk menyadarkan
anda, bahwa yang namanya manusia itu tidak bisa hidup sendiri. Manusia, harus
melakukan kerjasama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Uang sebesar apapun menjadi tak berguna jika manusia tidak
tinggal bersama manusia lainnya. Dalam banyak urusan, manusia hampir tak bisa
sendiri menyelesaikan urusannya.
Kamu lapar, lalu kamu makan. Apakah kamu masak sayur sop sendiri?
Jika masak sendiri, apakah bahan masakannya kamu petik sendiri? Jika petik
sendiri, apakah bahan masakan itu kamu sendiri yang nanam? Pasti tidak,
didalamnya ada kerjasama antar manusia.
Itulah jawaban sederhana, mengapa manusia harus kerjasama
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia tidak bisa menyelesaikan segalaurusannya sendiri.
Kalau kita mau mencoba menjawabnya secara terstruktur,
setidaknya ada beberapa alasan yang menjadi jawaban bahwa kerjasama adalah hal
yang mutlak bagi manusia agar segala kebutuhan hidupnya dapat terpenuhRemove term: .Othei.
Mari kita bahas satu persatu.

Pertama, manusia itu
makhluk yang lemah

 
Manusia adalah makhluk yang lemah. Meskipun manusia diberi
kelebihan oleh Sang Maha Kuasa dalam bebrapa aspek, namun dalam aspek lainnya
manusia memiliki banyak kelemahan.
Manusia yang sehat, pasti ada waktunya sakit. Ketika sakit,
mau tak mau ia harus merendah dan menerima bantuan sebagai bentuk kerjasama
dari mahluk lainnya.
Manusia yang pandai, pasti tetap ada hal yang tidak
diketahuinya. Ketika tidak tau, mau tak mau ia juga harus merendah untuk
menerima bantuan ilmu sebagai bentuk kerjasama dari makhluk lainnya.
Itulah fakta manusia yang tidak bisa dipungkiri. Kelemahan manusia
itu nyata faktanya. Dan, untuk saling menutupi kelemahan, manusia membutuhkan
kerjasama dengan orang-orang disekitarnya.

Kedua, manusia itu tabiatnya
saling membutuhkan

 
Manusia juga adalah makhluk yang pada dasarnya tidak bisa
memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Sebagaimana diketahui, manusia diberi rasa
lapar, haus, ngantuk, lelah, marah, takut, cinta, dan sebagainya.
Untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang lahir dari beragam
perasaannya, manusia tak selalu bisa memenuhinya sendiri.
Ketika lapar dan membutuhkan makanan, pasti manusia
melibatkan orang lain dalam proses makan. Entah itu dari bahan masakannya yang
dihasilkan dari kerja petani, atau bahan mentahnya yang diolah ibu warteg, dan
sebagainya.
Ketika manusia ngantuk, ia butuh rumah dan kasur untuk
tempat berteduh. Rumah dan termasuk kasur yang ada didalamnya juga bukanlah
buatan sendiri. Melibatkan orang lain dan membutuhkan kerjasama.
Begitu juga ketika manusia butuh disayangi. Apa iya, ada
manusia yang bisa memenuhi kebutuhan disayangi itu tanpa bantuan orang lain? Dan
begitu juga seterusnya.

Ketiga, manusia cenderung
pada keteraturan dan terjaminnya urusan

 
Manusia pada umumnya cenderung menginginkan hidup yang
teratur dan terjaminnya segala urusan. Untuk itu, di tengah masyarakat yang
ditinggali manusia, manusia senantiasa berharap agar lingkungan tinggalnya itu
nyaman untuk ditinggali.
Agar harapan ini dapat diwujudkan, makan manusia perlu
menjalin kerjasama dengan manusia lainnya. Dengan adanya kerjasama yang
dibangun dari kesepahaman, maka akan muncul pemikiran, perasaan, dan aturan
yang sama-sama dipegang oleh masyarakat.Pada akhirnya, akan tercipta masyarakat
yang nyaman.
Sebaliknya, jika dalam masyarakat itu dibiarkan dan didorong
agar individunya bersifat individualis, pasti akan terjadi kekacauan. Antar anggota
masyarakat bisa punya kepentingan masing-masing yang berbeda dan mungkin
bersebrangan.
Akhirnya, banyak sekali konfilik didalamnya. Tanpa kerjasama, kehidupan akan ambyar.
Itulah alasan mengapa penting bekerjasama untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia.**

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like