Pengertian Debat Bahasa Indonesia Lengkap

Debat  adalah salah satu materi pelajaran bahasa Indonesia yang dipelajari di kelas X (sepuluh). Materi debat ini adalah materi yang sangat menyenangkan, terutama jika kalian adalah siswa yang senang berbicara, tampil di depan umum, dan senang mendominasi ketika kalian sedang berkumpul dengan teman-teman kalian.

Entah berkumpul untuk urusan kerja kelompok, untuk urusan ngegosip (tidak dianjurkan), atau makan mie ayam bareng di ibu kantin langganan kalian yang ketika wabah covid-19 melanda, entah bagaimana nasibnya.

Sebaliknya, materi debat bisa menjadi semacam horror bagi mereka yang pendiam. Lebih sering mengkhayal dan tenggelam dalam pikiran-pikirannya sendiri namun enggan untuk mengungkapkan kepada orang-orang disekitarnya. Tapi percayalah, setiap orang bisa berubah. Benci saja bisa berubah menjadi rindu. Begitu juga orang pendiam, bisa saja ia berubah menjadi macan podium yang senang mengaum. Aum aum.

Pengertian Debat, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah BERTUKAR PIKIRAN TENTANG SUATU HAL DENGAN SALING MEMBERI ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN PENDAPAT. Mungkin kalian menemukan definisi lainnya tentang debat. Namun, hampir dipastikan tak akan jauh dari ini.

Mari ita garis bawahi satu persatu pengertian debat agar kalian lebih memahami apa yang dimaksud dengan debat

.Pertama, debat adalah kegiatan BERTUKAR PIKIRAN.

Dari poin ini, maka sebelum kalian masuk ke materi debat, kalian harus memastikan bahwa kalian punya kemampuan berfikir dan punya pikiran. Jika kalian tidak punya kemampuan berfikir, alias gila, maka otomatis kalian tidak mungkin bisa berdebat. Jangankan berdebat, makan dengan baik dan benar juga mungkin akan kesulitan.

Dari poin ini juga, dapat ditarik kesimpulan bahwa debat tidak bisa dilakukan seorang diri. Setiap kegiatan bertukar, tentulah membutuhkan minimal dua orang. Bertukar adalah saling memberi.

Kalian dikatakan bertukar baju apabila kalian memberi baju (memberi pinjam/ member tanpa menunut kembali) kepada teman kalian, lalu teman kalian juga melakukan yang sebaliknya. Jika hanya satu orang saja yang memberi, maka itu belum dikategorikan menukar. Itu ya sekedar proses pemberian biasa saja.

Lalu apa yang dimaksud dengan bertukar pikiran? Bertukar pikiran maksudnya berarti saling menyampaikan pikiran diantara dua atau lebih pihak yang sedang berdebat.

Coba jawab pertanyaan ini, “Apakah seorang pelajar boleh merokok?”

Coba tuliskan jawaban kalian di kolom komentar blog ini. Keluarkan isi pikiran kalian tentang jawaban tersebut sejelas-jelasnya. Maka dipastikan, tak semua pelajar sama pikirannya. Akan ada beragam jawaban. Namun, ketika itu terjadi, maka sejatinya saat itu sedang terjadi proses bertukar pikiran.

Namun, tak semua kegiatan bertukar pikiran itu bisa disebut debat. Bertukar pikiran akan dapat disebut debat apabila dalam kegiatan bertukar pikiran itu ada proses SALING MEMPERTAHANKAN PENDAPAT. Inilah poin kedua dari pengertian debat yang harus digaris bawahi.

Satu yang harus dipahami, kegiatan mempertahankan tidak akan mungkin bisa dilaksanakan ketika tidak ada pihak yang melakukan penyerangan. Dalam sepakbola, ada yang disebut pemain bertahan (bek) dan ada yang disebut pemain penyerang (striker).

Pemain bertahan sugguh tidak berfaedah dalam dunia sepakbola jika dalam sepakbola tidak ada striker. Bagaimana mungkin dia melakukan proses bertahan jika tim lawan tidak menyerang lewat striker-strikernya?

Bertukar pikiran disebut debat jika diantara pelaku tukar pikiran itu saling menyerang pendapat lawannya masing-masing. Dengan menyampaikan persetujuan dan pertidaksetujuan.

Ketika yang satu bilang ‘merokok itu boleh dengan alasan keren dan menambah kegantengan sebesar 89%’, maka disebut terjadi debat jika ada yang menimpali dengan menyatakan bahwa pendapat itu salah dengan menyatakan ‘merokok bukan bikin keren, tapi bikin kere’. Aturan bisa uangnya bisa buat nabung beli domba saat kurban, malah habis buat bakar-bakar tak jelas.’

Nah, ketika ada tukar pikiran yang saling menimpali, maka disanalah terjadi debat.

Agar pendapat itu dapat dipertahankan, orang yang berdebat mesti melakukan langkah yang tepat. Apa itu? Yakni dengan SALING MEMBERI ALASAN.

Kata orang bijak, terkadang berdebat bukanlah sekedar mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ini bisa jadi memang benar. Namun, lepas dari itu semua, agar ketika berdebat kalian tidak terlihat bodoh, maka kalian perlu memberikan alasan dari setiap pendapat yang kalian keluarkan.

Tentu saja, bukan alasan yang mengada-ada. Alasan mesti diupayakan logis dan memang layak dijadikan alasan. Hal ini agar ‘lawan’ debat atau orang yang melihat kalian berdebat tidak ketawa-ketawa kecil melihat betapa bodohnya kalian. Sudikah kalian disebut tong kosong nyaring bunyinya?

Ketika kalian berdebat soal perlu atau tidaknya pacaran bagi pelajar misalnya, lalu kalian menyatakan tidak perlu, maka kalian perlu kemukakan alasan sekuat-kuatnya yang mendasari jawaban kalian. Mengapa tidak perlu? Dasarnya apa? Apa agama mendukung pendapat kalian? Adakah data-data yang menunjukan betapa pacaran itu mengganggu dan merusak kegiatan belajar siswa?

Jika ada, coba kemukakan sejelas-jelasnya.

Nah, dari uraian tersebut, jelaslah sudah bisa kita tegaskan ulang, bahwa debat adalah kegiatan BERTUKAR PIKIRAN TENTANG SUATU HAL DENGAN SALING MEMBERI ALASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN PENDAPAT. **

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like