Ringkasan Sosiologi : Memahami Tentang Norma Dalam Masyarakat

Hai! Sahabat matapendidikan.com,  kali ini kami akan sajikan materi Sosiologi kelas 10 bab 2. Seperti baisa, untuk memudahkan sahabat semua dalam memahami materi bab satu kami bagi menjadi beberapa, bagian sebagai berikut.

Part 1.  Memahami Tentang Nilai
Part 2.  Memahami Tentang Norma

Ringkasan Materi Sosiologi Kelas 10 Part 2: Nilai dan Norma Yang Berlaku Dalam Masyarakat

Setiap masyarakat mempunyai seperangkat nilai dan norma sosial. Seluruh nilai dan norma itu dianggap sebagai kekayaan dan kebanggaan masyarakat. Nilai dan norma tersebut dijunjung tinggi dan diakui sebagai perbendaharaan kultur dan sebagai bukti bahwa masyarakat tersebut beradab.

Nilai dan norma tersebut harus dibela apabila eksistensinya diremehkan orang lain. Misalnya bangsa Indonesia menjunjung tinggi hak asasi dan musyawarah sebagai nilai-nilai sosial yang harus dibina dan dipertahankan

Pengertian Norma dan Fungsi Norma

Norma adalah suatu bentuk aturan yang dilengkapi dengan konsekuensi berupa sanksi bagi yang melanggarnya. Atau dikatakan seperangkat tatanan baik yang tertulis maupun tidak tertulis, yang berlaku, dan merupakan pedoman sehari-hari dalam masyarakat. Dalam pelaksanaan, norma berlaku di segala bidang kehidupan misalnya kesenian, keagamaan, adat-istiadat, dan pendidikan.

Dalam masyarakat norma mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda. Ada norma yang berdaya ikat lemah, sedang, maupun kuat. Umumnya, anggota masyarakat tidak berani melanggar norma yang berdaya ikat kuat. Untuk dapat membedakan kekuatan mengikat norma-norma tersebut, dikenal empat pengertian norma, yaitu sebagai berikut.

  1. Cara (Usage)
    Cara menunjuk pada suatu bentuk perbuatan. Norma ini mempunyai daya ikat yang sangat lemah dibanding dengan kebiasaan. Suatu penyimpangan terhadap cara tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat.
  2. Kebiasaan (Folkways)
    Kebiasaan diartikan sebagai perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sebab orang banyak menyukai perbuatan tersebut. Contohnya kebiasaan menghormati orang-orang yang lebih tua.
  3. Tata Kelakuan (Mores)
    Tata kelakukan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia dan dilaksanakan sebagai alat pengawas. Tata kelakuan, di satu pihak, memaksakan suatu perbuatan. Di lain pihak, sebagai larangan sehingga secara langsung menjadi alat agar anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan dengan tata kelakuanya.
  4. Adat-istiadat (Custom)
    Tata kelakuan masyarakat yang berintegrasi secara kuat dengan pola-pola perilaku baik dapat meningkat menjadi adat-istiadat. Anggota masyarakat yang melanggar adat-istiadat akan mendapatkan sanksi keras.

Macam-macam/Jenis-jenis Norma

Norma Tidak Resmi dan Norma Resmi

  1. Norma Tidak Resmi (Nonformal)
    Norma tidak resmi ialah patokan yang dirumuskan secara tidak jelas di masyarakat dan pelaksanaannya tidak diwajibkan bagi warga yang bersangkutan.
  2. Norma Resmi (Formal)
    Norma resmi ialah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang kepada semua warga masyarakat.embuatan peraturan tersebut tidak semata-mata didasarkan pada kebiasaan yang sudah ada, tetapi lebih sesuai dengan prinsip susila (etika) dan prinsip ”baik dan buruk”

Norma-norma Utama

  1. Norma Kelaziman/Folkways
    Norma kelaziman, yaitu norma yang diikuti tanpa berpikir panjang, melainkan hanya didasarkan atas tradisi atau kebiasaan yang berlaku di masyarakat. misalnya: cara mengangkat topi, cara duduk, cara makan, cara-cara peminangan, dan lain lainnya.
  2. Norma Hukum
    Norma hukum, yaitu norma yang berasal dari pemerintah berupa peraturan, instruksi, ketetapan, keputusan, dan undang- undang. Norma hukum dapat dibedakan menjadi 2 macam.
    • Yang tertulis misalnya: hukum pidana dan hukum perdata.
    • Yang tidak tertulis misalnya: hukum adat.
  3. Norma Kesusilaan/Mores
    Norma kesusilaan, yaitu norma yang berasal dari kebiasaan yang dibuat manusia sebagai anggota masyarakat misalnya sopan santun dan tingkah laku.  Konsekuensi bila ada yang melangkar umunya mendapat hukuman berupa ejekan-ejekan, sindiran, atau mengusir.Tindakan-tindakan masyarakat yang demikian itu disebut socialpressure (social control).
  4. Norma Agama
    Norma agama, yaitu norma yang berasal dari Tuhan, berisi perintah, larangan, dan anjuran yang menyangkut hubungan antar-manusia, dan hubungan manusia dengan Tuhan.
  5. Norma Kesopanan
    Norma kesopanan, yaitu norma yang berasal dari hati nurani tiap manusia dalam masyarakat. Wujud norma kesopanan itu berupa aturan dan kebiasaan yang dilakukan manusia sebagai anggota masyarakat agar dipandang baik, tertib, dan menghargai sesamanya. Misalnya berpakaian rapi, berlaku jujur, dan sebagainya.
  6. Mode (Fashion)
    Mode biasanya dilakukan dengan meniru atau iseng saja. Biasanya mode ini di dalam masyarakat berkembangnya sangat cepat. Pada dasarnya orang mengikuti mode untuk mempertinggi gengsi menurut pandangan pribadi masing-masing.

Norma Sebagai Petunjuk Tertib Hidup Sosial

Norma adalah petunjuk tertib hdup sosial untuk melangsungkan hubungan sosial dalam masyarakat yang berisi perintah, larangan, dan anjuran agar seseorang dapat bertingkah laku yang pantas guna menciptakan ketertiban, keteraturan, dan kedamaian dalam hidup bermasyarakat.

Adanya tertib hidup sosial ini tergantung pada norma-norma yangmelindungi sosial budaya seseorang. Kalau seseorang tinggal di Jawa misalnya maka norma-norma yang melindunginya ialah sosial budaya Jawa. Demikianlah di mana saja manusia bertempat tinggal, orang tersebut harus menormalisasi dirinya pada lingkungan norma-norma itu. Kalau tidak, seseorang akan terisolir.

Tertib atau norma-norma yang berlaku di masyarakat biasanya sangat kuat.  Suatu pendatang baru jika ingin bermukim di tempat yang baru juga  dapat beradaptasi dengan tata tertib yang berlaku pada suatu temapt. Sebab kalau tidak, pasti mendapat sangksi dari lingkungan sosialnya.

Sanksi-sanksi tersebut sebenarnya tujuannya baik, untuk menekan anggota masyarakat untuk mematuhi nilai-nilai sosial, yaitu hal-hal yang dianggap baik, benar, dan dicita-citakan masyarakat. Dengan ditaatinya nilai-nilai sosial itu akan tercipta ketertiban, keamanan, dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat

Posting Komentar

label: 'random', num: 6, showComment: true, showLabel: true, showSnippet: true, showTime: true, showText: 'Show All'