Ringkasan Sosiologi : Memahami Tentang Nilai Dalam Masyarakat

Hai! Sahabat matapendidikan.com,  kali ini kami akan sajikan materi Sosiologi kelas 10 bab 2. Seperti baisa, untuk memudahkan sahabat semua dalam memahami materi bab satu kami bagi menjadi beberapa, bagian sebagai berikut.

Part 1.  Memahami Tentang Nilai
Part 2.  Memahami Tentang Norma

NILAI DAN NORMA YANG BERLAKU DALAM MASYARAKAT

Nilai secara umum diartikan sebagai ukuran matematis. Namun, dalam Sosiologi, nilai mengandung pengertian yang lebih luas, yakni sesuatu yang baik, yang diinginkan, dicita-citakan, dan dianggap penting oleh warga masyarakat.

Nilai terbentuk dari apa yang benar, pantas, dan luhur untuk dikerjakan dan diperhatikan. Nilai bukanlah keinginan, melainkan apa yang diinginkan, jadi bersifat subjektif. Nilai juga bersifat relatif sebab apa yang menurut kita sudah benar dan baik belum tentu disebut nilai.

Memahami Apa itu Nilai

Berikut adalah pengertian nilai menutut para ahli

  1. Young merumuskan nilai sosial, yaitu sebagai asumsi-asumsi yang bstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.
  2. Green, melihat nilai sosial itu sebagai kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek, ide, dan orang perorangan.
  3. Woods, menyatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum dan telah berlangsung lama yang mengarah pada tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan udarian diatas,dapat disimpulkan bahwa ilai sosial adalah petunjuk secara sosial terhadap objek-objek, baik bersifat materialm maupun nonmaterial. Wujud nilai dalam masyarakat berupa penghargaan, hukuman, pujian, dan sebagainya. Sumber dari nilai tersebut adalah hal-hal yang berhubungan dalam mayoritas masyarakat.

Ciri-ciri, Tolok Ukur, Sumber, dan Jenis Nilai Sosia

Nilai sosial ditentukan berdasarkan ukuran, patokan, anggapan, dan keyakinan yang dianut oleh masyarakat dalam suatu lingkungan kebudayaan tertentu tentang apa yang pantas, luhur, dan baik, yang berdaya guna fungsional demi kebaikan hidup bersama.

Sosiologi merumuskan nilai berdasarkan data yang ditemukan didalam masyarakat. Data itu diangkat dari pengalaman orang banyak, baik dari masa lampau maupun masa sekarang. Anggota masyarakat tentu mengalami sendiri atau bersama-sama, daya guna, gotong-royong, musyawarah, jembatan layang, lalu lintas, taman hiburan, dan sebagainya.

Ciri-ciri Nilai Sosial

Beberapa ciri-ciri nilai sosial sebagai berikut.

  1. Nilai sosial merupakan konstruksi masyarakat yang tercipta melalui interaksi sosial di antara para anggota masyarakat.
  2. Nilai sosial dipelajari dan bukan bawaan lahir. Proses belajar dan pencapaian nilai-nilai itu sejak kanak-kanak melalui proses sosialisasi keluarga.
  3. Nilai sosial ditularkan dari suatu kelompok ke kelompok yang lain, melalui berbagai macam proses sosial.
  4. Nilai yang telah disetujui dan diterima secara sosial menjadi dasar tindakan dan tingkah laku, baik secara pribadi maupun secara kelompok, dan secara keseluruhan.
  5. Nilai juga membantu masyarakat agar dapat berfungsi baik. Sistem nilai sosial sangat penting untuk pemeliharaan kemakmuran dan kepuasan sosial bersama

Tolok Ukur Nilai Sosial

Tolok ukur nilai sosial, yaitu daya guna fungsional suatu nilai dan kesungguhan penghargaan, penerimaan, atau pengakuan yang diberikan oleh seluruh atau sebagian besar masyarakat terhadap nilai sosial tersebut.

Realitas Kehidupan itu dinamis atau trus mengalami perubahan.Oleh karena itu, tidak ada tolok ukur nilai yang bersifat kekal yang ada dan dapat dibuat hanyalah tolok ukur sementara. Supaya tolok ukur nilai menjadi bersifat tetap, harus dipenuhi dua syarat sebagai berikut.

  1. Keabsahan suatu nilai harus disetujui oleh sebagian besar anggota masyarakat, jadi bukan didasarkan atas keinginan penilaian individu.
  2. Tolok ukur itu harus diterima sungguh-sungguh oleh minimal sebagian besar masyarakat

Sumber-sumber Nilai Sosial

Sumber Nilai sosial lahir dari kebudayaan. Sumber nilai sosial terletak di dalam masyarakat itu sendiri, sejauh masyarakat mengetahui dan mengalami kegunaan atau jasa-jasa orang dan barang tersebut. Terdapat dua jenis sumber dalam nilai sosial, ektrinsik dan intrinsik.

  1. Sumber ekstrinsik adalah nilai sosial yang lahir dari luar individu. Nilai ini tertanam di masyarakat, sejauh mana mereka menghargai keberadaan nilai tersebut. Sumber ekstrinsik dapat berupa harta benda yang dimiiki individu tersebut.
  2. Sumber Intrinsik dari nilai sosial adalah harkat dan martabat manusia itu sendiri. Mutu dan nilai manusia diakui lebih tinggi daripada makhluk-makhluk lain karena manusia merupakan makhluk yang berpribadi.

Jenis-jenis Nilai Sosial

Menurut Prof. Dr. Notonagoro, nilai dapat dibagi atas tiga jenis
sebagai berikut.

  1. Nilai material, yaitu segala benda yang berguna bagi manusia.
  2. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat hidup dan mengadakan kegiatan.
  3. Nilai spiritual, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
  4. Nilai kerohanian dibedakan lagi menjadi empat macam, yaitu:
    • Nilai moral  yang bersumber dari unsur kehendak atau kemauan
    • Nilai religius, yang merupakan nilai ketuhanan, kerohanian yang tertinggi
    • Nilai kebenaran yang bersumber dari unsur akal manusia
    • Nilai keindahan, yang bersumber dari unsur rasa manusia atau perasaan

Macam-macam Nilai

Beberapa macam nilai sebagai berikut.

  1. Nilai yang berhubungan dengan kebendaan (bersifat ekonomi). Nilai ini diukur dari kedayagunaan usaha manusia untuk mencukupi kebutuhannya.
  2. Nilai yang berhubungan dengan kesehatan. Nilai ini erat hubungannya dengan unsur biologis, manusia selalu berusaha agar sehat jiwa raganya.
  3. Nilai yang berhubungan dengan undang-undang atau peraturan negara. Nilai ini merupakan pedoman bagi setiap warga negara agar mengetahui hak dan kewajibannya.
  4. Nilai yang berhubungan dengan pengetahuan. Nilai pengetahuan mengutamakan dan mencari kebenaran sesuai konsep keilmuannya.
  5. Nilai yang berhubungan dengan agama atau kepercayaannya. Nilai ini bersumber dari ajaran agama yang menjelaskan tentang sikap, perilaku, perbuatan, dan larangan bagi manusia.
  6. Nilai yang berhubungan dengan keindahan. Nilai keindahan merupakan salah satu aspek kebudayaan, misalnya seni musik, seni tari, seni lukis, dan lain-lainnya

Fungsi Nilai Dalam Interaksi Sosial

Nilai memegang peranan penting dalam setiap kehidupan bermasyarakat sebab nilai-
nilai menjadi orientasi dalam setiap tindakan melalui interaksi sosial. Jika, nilai dalam masyarakat dihapuskan akan terhadi ketidakteraturan dan ketertiban yang akan menganggu  stabilitas sosial masyarakt. Berikut fungsi nilai dalam interaksi sosial.

  1. Nilai berfungsi mengatur cara-cara berpikir dan bertingkah laku secara ideal. Hal ini terjadi karena anggota masyarakat selalu dapat melihat cara bertindak dan bertingkah laku yang terbaik, dan dapat mempengaruhi dirinya sendiri.
  2. Nilai mengembangkan seperangkat alat yang siap dipakai untuk menetapkan harga sosial dari pribadi/grup. Nilai-nilai ini memungkinkan sistem stratifikasi dalam masyarakat.
  3. Nilai dapat berfungsi sebagai alat pengawas dengan daya tahan dan daya mengikat tertentu. Mereka mendorong, menuntun, dan kadang- kadang menekan manusia untuk berbuat yang tidak baik.
  4. Nilai dapat berfungsi sebagai alat solidaritas di kalangan anggota grup dan masyarakat.
  5. Nilai merupakan penentu terakhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosialnya. Mereka menciptakan minat dan memberi semangat pada manusia untuk mewujudkan apa yang diminta dan diharapkan, menuju terciptanya cita-cita.

Posting Komentar

label: 'random', num: 6, showComment: true, showLabel: true, showSnippet: true, showTime: true, showText: 'Show All'