5 Ceramah Singkat Tentang Ibu yang Menyentuh Kalbu

Salah satu topik ceramah yang dapat menyentuh hati seseorang adalah topik tentang ibu. Membahas sosok yang satu ini, bisa meluluhkan siapa saja. Sehingga wajar jika banyak yang menyiapkan materi ceramah singkat tentang ibu dalam kesempatan berceramah.
Jika Anda juga ingin memilih topik yang satu ini, Kami membantu Anda dengan menyiapkan beberapa contoh teks ceramah tentang ibu. Semoga ini bisa membantu dan memberikan manfaat bagi orang yang membaca atau menyimaknya.

Kewajiban Berbakti kepada Ibu

Assalamualaykum warahmatullahi wa barakatuhu
Hadirin sekalian,
Segala puji marilah Kita panjatkan kehadirat Ilahi Rabbi, Allah SWT, yang telah memberikan nikmat iman dan Islam sehingga Kita bisa berkumpul dalam tempat ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah limpah kepada junjungan alam Baginda Nabi Muhammad Saw.
Hadirin sekalian,
Jika ditanyakan kepada diri Anda semuanya, sosok siapakah yang paling layak dihormati dan dipatuhi dalam kehidupan setelah Allah Swt dan Rasul-Nya? Jawabannya adalah ibu. Mengapa demikian?
Hal pertama karena ini adalah perintah dari Allah Swt. Dalam al-Quran surat al-Isra’, Allah SWT berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya Kamu menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada IBU bapakmu dengan sebaik-baiknya,” (TQS:Al Isra ayat 23)
Hal kedua, hal ini juga disampaikan langsung oleh Nabi Muhammad Saw. Bahwa salah satu bentuk amal yang dicintai oleh Allah adalah berbakti kepada orangtua. Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa Rasul Saw pernah ditanya oleh sahabatnya Abdullah bin Mas’ud.
“Amal apa yang paling dicintai Allah Azza Wa Jalla?” Nabi Saw bersabda: “Shalat pada waktunya,” kemudian Ibnu Mas’ud kembali bertanya,”Lalu apa lagi?”  Rasul Saw kemudian menjawab, “Birrul walidain (berbakti kepada orangtua)…” (HR Bukhori)
Hal yang ketiga, jika dibandingkan antara ayah dan ibu, sosok yang lebih wajib di hormati adalah sosok ibu. Dalam sebuah riwayat, Rasul Saw pernah didatangi oleh seseorang yang bertanya, “Kepada siapakah aku harus berbakti pertamakali?” Rasul Saw menjawab,”Ibumu” Kemudian orang tersebut bertanya (lagi),”Kemudian siapa lagi?” Nabi Saw menjawab, “Ibumu! Ibumu! Ibumu!” kemudian ayahmu.” (HR Bukhori)
Dengan ketiga alasan tersebut, maka tidak ada alasan bagi Kita untuk tidak menghormati sosok ibu. Hormatilah ia sepanjang Kalian hidup di muka bumi.
Semoga, ceramah yang singkat ini memberikan manfaat. 
Billahi taufik wal hidayah, wassalamualaykum wa rahmatullahi wa barakatuhu,

Pentingnya Keridhoan Ibu dalam Kesuksesan

Assalamualaykum wa rahmatullahi wa barakatuhu

Pertama-tama, marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT, yang berkat kuasa-Nya, Kita semua berkesempatan untuk bertemu dalam kesempatan yang berbahagia ini. Tak lupa, shalawat serta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad Saw, keluarganya, sahabatnya, serta para pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Banyak orang yang berkata, kunci kesuksesan adalah bekerja keras untuk mencapai tujuan serta mengimbangi dengan doa. Perkataan ini tidaklah salah. Namun, hal tersebut belumlah bisa dikatakan cukup.
Jika kesuksesan yang Kita inginkan adalah sukses dunia dan akhirat serta hidup diiberkahi oleh Alah SWT, maka ada hal lain yang tidak boleh untuk dilupakan. Apa itu? Jawabannya adalah keridhoan orangtua, salah satunya tentu keridhoan dari ibu Kita semua.
Sungguh percuma jika usaha Kita maksimal, doa Kita optimal, namun ibu yang melahirkan kita justru tak meridhoi urusan yang sedang Kita usahakan. Kalaupun Kita mencapainya, hal itu bisa jadi tak memberikan keberkahan.
Dalam sebuah riwayat yang disampaikan oleh sahabat Nabi Saw, yakni Abdullah bin Umar, ia berkata, “Ridho Allah tergantung ridho orang tua dan murka Allah tergantung murka orangtua,” (Adabdul Mufrod Nomor 2)
Dari hal tersebut, patutnya Kita untuk senantiasa memastikan bahwa setiap apa yang ingin Kita usahakan dalam hidup, agar senantiasa mendapatkan ridho mereka. Terutama ibu Kita. Sebisa mungkin bahkan Kita mengupayakan agar mereka turut mendoakan kesuksesan atas apa yang Kita harapkan.
Ingatlah, bahwa salah satu doa yang mustajab adalah doa dari kedua orangtua untuk anak-anaknya. Pastikan bahwa Kita mendapatkan doa tersebut, sehingga setiap urusan Kita dimudahkan dan diberkahi. 
Semoga, hal singkat yang Saya sampaikan ini dapat memberikan kebaikan untuk Anda semua. Kesalahan pasti dari saya dan kebaikan hanya dari Allah. 
Akhirul kalam, Wassalamu alaykum wa rahmatullahi wa barkatuhu.

Larangan Menyakiti Ibu

Assalamualaykum wa rahmatullahi wa barakatuhu,

Alhamdulillah, puji serta syukur tak bosan-bosannya Kita sampaikan kepada Allah SWT, yang mana atas nikmat iman, Islam, serta sehat yang diberikan-Nya, Kita bisa bertemu di tempat yang insya Allah diridhoi oleh-Nya ini. Tak lupa shalawat dan salam juga mudah-mudahan tercurah selalu kepada Nabi Muhammad Saw yang telah menunjuki manusia dari jalan kegelapan menuju jalan cahaya, jalan Islam.
Sahabat yang dirahmati Allah,
Menyakiti hati sesama manusia tanpa alasan yang dibenarkan adalah sesuatu yang dilarang. Baik itu kepada teman Kita, sahabat Kita, atau bahkan orang yang mungkin baru dikenal. Namun, ada sosok yang paling ditekankan untuk tak boleh disakiti oleh Kita selaku manusia. Sosok itu adalah Ibu Kita. Ya, Ibu.
Sebagai sosok yang pasti telah memberikan segala pengorbanan dan jasanya untuk kehidupan Kita, Ibu adalah makhluk yang terlarang untuk disakiti hatinya. Ancaman yang diberikan oleh agama Islam bagi pendurhaka kepada Ibu, adalah ancaman yang sangat keras.
Rasulullah Saw dalam sebuah riwayat pernah menyampaikan peringatan mengenai hal ini. “Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan Kalian semua durhaka kepada ibu-ibu Kalian,” (H.R. Imam Bukhori)
Oleh karena itu, hendaknya Kita berhati-hati saat berkomunikasi dan bertingkah laku kepada mereka. Pikirkan matang-matang setiap perkataan dan perbuatan yang hendak Kita lakukan. Jangan sampai ada salah ucap atau salah tingkah.
Bahkan, sekalipun mereka berbuat salah, hendaknya cara Kita dalam menasehatinya juga tak sembarangan. Sebisa mungkin jangan sampai membuat mereka tersinggung dan menyimpan rasa kesal kepada Kita.
Jika terlanjur Kita melakukan kesalahan, maka segeralah untuk memastikan bahwa ia memaafkan kesalahan tersebut. Jangan biarkan mereka terus menyimpan sakit hati atas apa yang Kita perbuat.
Demikianlah sedikit yang bisa Saya sampaikan, betapa hati ibu mesti dijaga. Semoga Kita senantiasa bisa melakukannya.
Akhirul kalam, wassalamualaykum wa rahmatullahi wa barakatuhu.

Perintah Membahagiakan Ibu

Assalamualaykum wa rahmatullahi wa barakatuhu

Segala puji Kita limpahkan seluruhnya hanya bagi Tuhan Pencipta Alam, Allah Swt, yang dengan karunia dan kehendak-Nya, Kita bisa berkumpul di tempat yang berbahagia ini. Tak lupa pula, Kita curahkan shalawat dan salam kepada Baginda Nabi Besar Muhammad Saw, sosok yang telah membawa risalah Islam hingga sampai kepada Kita selaku ummatnya.
Hadirin yang berbahagia,
Salah satu anjuran dalam Islam yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah membuat orang lain bahagia. Terutama, saudara-saudara dalam Islam, saudara Kita dalam Iman.
Hanya, dari sekian banyak orang yang layak Kita bahagian, Kita mesti menggarisbawahi satu sosok penting yang tak boleh terlewatkan. Yakni ibu kita. Sosok yang melahirkan dan membesarkan Kita dengan penuh ikhlas dan ketulusan.
Hal ini bukan sesuatu yang tak berdasar. Mengingat Rasululullah Saw sendiri pernah menyampaikannya. Dalam sebuah riwayat, seseorang pernah datang kepada Nabi Saw dan berkata,”Aku akan berbaiat kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orangtuaku dalam keadaan menangis,”
Mendengar hal tersebut, Rasulullah Saw bersabda, “Kembalilah kepada orangtuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis,” (HR Abu Dawud)
Sahabat yang dirahmati Allah,
Sesungguhnya apapun hal yang buruk yang dilakukan oleh Ibu Kita, sudah sepatutnya Kita bersabar dan menahan diri untuk berbuat buruk. Bahkan sebaliknya, berusahalah membahagiakan mereka dan tidak membuat mereka menangis sebagaimana dalam riwayat tersebut.
Sebagai anak, tentu sudah semestinya Kita tahu, apa hal yang bisa membuat mereka bahagia. Jika Kita sudah mengetahuinya, maka lakukanlah itu selama bukan suatu keharaman. Insya Allah, jika mereka bahagia, keberkahan akan menyertai hidup Kita semua.
Akhir kata, semoga Kita semua dimampukan menjadi sosok anak yang senantiasa berbakti dan bisa membahagiakan ibu Kita. 

Wassalamualaykum wa rahmatullahi wa barakatuhu.

Peran Ibu dalam Membangun Peradaban

Assalamualaykum wa rahmatullahi wa barakatuhu

Pertama-tama dan yang paling utama, marilah Kita semua memanjatkan puji dan syukur kepada Allah Swt, yang atas rahmat dan karunia-Nya, Kita bisa berkumpul di majelis yang mudah-mudahan di ridhai oleh Allah. Tak lupa pula shalawat dan salam semoga tercurah limpah selalu kepada Nabi Muhammad Saw.
Hadirin yang diberkahi oleh Allah Swt,
Harus Kita sadari, bahwa peradaban dunia yang tegak hari ini jauh dari kata ideal. Banyak sekali kerusakan dan kemaksiatan yang terjadi dan merajalela dalam setiap sendi kehidupan. Ini adalah fakta yang tak bisa dihindari.
Mengamati apa yang terjadi pada masa ini, sesungguhnya ada salah satu sosok yang perannya sangat penting dalam membuat baik atau buruk peradaban. Sosok itu adalah sosok seorang ibu.
Keberadaan ibu untuk menciptakan peradaban yang hebat tak bisa disepelekan. Hal ini karena ada beberapa faktor penyebabnya.
Pertama, ibu adalah sekolah utama bagi setiap generasi penerus. Setiap generasi baru yang lahir ke muka bumi, pasti akan disentuh oleh sosok Ibu. Bahkan, sosok ibulah yang menjadi sekolah pertama bagi mereka. Sosok ibulah yang bisa membentuk pondasi karakter bagi setiap anak sebelum ia menjadi besar dan berkiprah dalam kehidupan.
Kedua, ibu juga adalah sosok yang paling dekat dengan para generasi penerus. Bisa dikatakan bahwa sosok terdekat bagi generasi penerus adalah ibu-ibunya masing. Setiap ada masalah, ibulah yang menjadi tempat berkeluh kesah. Untuk itu, peran ibu yang bisa mengarahkan anak-anaknya menjadi sangat penting.
Dengan kenyataan tersebut, hendaknya seorang ibu juga mesti melakukan berbagai ikhtiar. Antara lain mengasah kesabaran dalam mendidik anak-anaknya, rajin menambah pengetahuan untuk bisa membimbing anak-anaknya, memberi keteladanan untuk ditiru anak-anaknya, dan berbagai hal lainnya.
Semoga dengan hebatnya para ibu, maka menjadi hebat pula peradaban yang Kita bangun. 
Wassalamualaykum wa rahmatullahi wa barakatuhu.

Nah, demikilanlah 5 buah ceramah singkat tentang ibu. Semoga bisa bermanfaat dan membantu.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like