3 Kultum Singkat tentang Sabar dan Syukur dalam Jalani Hidup

Sudah sepatutnya setiap muslim itu bersabar dan bersyukur atas segala hal yang terjadi menimpa dirinya. Untuk membantu Anda mengingatkan sesama, kultum singkat tentang sabar dan syukur ini barangkali akan menjadi hal bermanfaat.

Kultum Singkat tentang Sabar dan Syukur

Ada 3 materi kultum yang sudah kami siapkan. Semoga berkenan untuk Anda gunakan.

Kultum tentang Cara Mensyukuri Nikmat Allah

Hadirin sekalian…

Betapa banyak nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita, mulai dari nikmat hidup, nikmat sehat, nikmat bersilaturahmi, nikmat berkeluarga, nikmat harta, nikmat ilmu, hingga nikmat yang paling tinggi yaitu nikmat iman dan islam. 

Atas semua nikmat dan rahmat-Nya, sudah sepatutnya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat yang Dia berikan. Bersyukur disini bukan sekadar anjuran, tetapi bahkan merupakan kewajiban yang langsung Allah perintahkan kepada kita. Hal ini berdasarkan firman Allah yang artinya: “Allah tidak akan mengazab kalian jika kalian bersyukur dan beriman (kepadaNya). Allah selalu memuji hambaNya (yang gemar bersyukur kepadaNya) dan Dia Maha Mengetahui. (TQS An-Nisa: 147)

Hadirin sekalian…

Bagaimana cara kita mensyukuri nikmat Allah? Setidaknya ada 3 cara kita bersyukur kepada Allah, yaitu:

Pertama: bersyukur dengan lisan, yakni dengan memperbanyak berzikir kepada Allah, memberikan pujian atas nikmat Allah, melantunkan kalimat-kalimat thayyibah yang menunjukkan keagungan Allah, melantunkan shalawat, dan membicarakan kepada orang lain tentang nikmat Allah yang diberikan kepadanya.

Kedua: syukur dengan qalbu (hati), syukur kepada Allah tentu tidak cukup hanya dengan lisan. Karena terkadang apa yang disampaikan lisan tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hati. Syukur dengan qalbu diwujudkan dengan selalu mengingat Zat Allah dimanapun kita berada. Selain itu kita mesti mengakui dalam hati bahwa segala nikmat yang kita miliki saat ini semata-mata berasal dari Allah SWT.

Ketiga: Bersyukur melalui anggota badan dalam bentuk amal perbuatan. Beryukur yang kita lakukan dengan lisan dan qalbu tidak ada apa-apanya jika tidak tanpa disertai syukur menggunakan anggota badan. Syukur dengan anggota badan artinya menggunakan anggota tubuh untuk melaksanakan berbagai ketaatan kepada Allah ta’ala dan tidak menggunakannya untuk kemaksiatan. Seluruh anggota badan digunakan untuk beribadah kepada Allah SWT, melaksanakan perkara-perkara yang telah diwajibkan, dan menjaga sunnah-sunnah Rasulullah.

Hadirin sekalian…

Untuk menutup kultum kali ini, izinkan saya membacakan firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azabKu amat pedih.” (TQS Ibrahim:7). Karenanya, mari kita senantiasa bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan kepada kita. Wallaahu A’lam 

Kultum tentang Sabar Menghadapi Ujian Hidup

Hadirin sekalian…

Dalam kehidupan, setiap manusia akan mengalami yang namanya cobaan dan ujian. Ujian tersebut bisa berupa dengan penyakit, kemiskinan, kesusahan hidup, kematian anggota keluarga, bencana alam atau yang lainnya. 

Sebagai manusia tentu secara fitrah akan merasa tidak terima ketika menerima ujian tersebut. Hingga akhirnya tak sedikit manusia yang meratapi ujian yang dihadapinya dan berpaling dari Allah karena merasa Allah tidak adil terhadapnya. Perbuatan yang demikian ini adalah perbuatan yang tercela. Semestinya sebagai seorang muslim, tentu kita mesti sabar dalam menghadapi ujian yang ditimpakan Allah kepada kita.

Hadirin sekalian…

Sejatinya, ketika Allah menetapkan ujian kepada seorang manusia, sesungguhnya Dia sedang mencintai manusia tersebut. Sebagaimana sabda Nabi: “Sesungguhnya Allah Azza wajalla jika mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa yang sabar, maka dia berhak mendapatkan (pahala) kesabarannya. Dan barangsiapa marah, maka dia pun berhak mendapatkan (dosa) kemarahannya”.(HR Ahmad)

Selain itu ketika Allah memberi ujian pada seorang muslim, itu tandanya Allah memberi kesempatan kepada muslim tersebut agar dosa-dosanya diampuni –dengan catatan bersabar atas ujian tersebut- sebagaimana sabda Nabi: “Seorang muslim yang diuji dengan rasa sakit karena duri atau yang lebih dari itu, maka Allah pasti akan menebus kesalahankesalahannya karena musibah itu, sebagaimana suatu pohon menggugurkan daunnya. (Muttafaq ‘alaih).

Dalam hadits lain disebutkan: “Setiap musibah yang menimpa seorang mukmin, berupa sakit yang berterusan, sakit yang biasa, kebingungan, kesedihan, kegundahan hingga duri yang menusuknya, maka pasti musibah itu akan menjadi penghapus bagi kesalahan-kesalahannya.” (Muttafaq‘alaih).

Selain dosa-dosanya yang diampuni, orang yang bersabar atas ujian yang menimpanya juga akan ditinggikan derajatnya di sisi Allah. Sebagaimana sabda Nabi: “Siapa yang sabar dalam menghadapi musibah sehingga mampu menjalaninya dengan baik, dengan segala kekuatan hatinya, maka Allah akan mencatat untuknya sebanyak 300 derajat yang antara satu derajat dengan derajat yang lain seperti jarak antara langit dan bumi.” (HR Ibnu Hibban).

Bahkan Allah akan memberi pahala yang unlimited bagi siapa saja yang bersabar dalam menghadapi ujian. Sebagaimana firmanNya: “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (TQS. az-Zumar:10)

Hadirin sekalian…

Diakhir kultum ini, saya mengajak kepada hadirin sekalian untuk senantiasa bersabar tatkala menghadapi segala ujian dan tantangan hidup. Seberat apapun ujiannnya, bersabarlah! Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Syukurilah apapun yang kita miliki, dan jangan sampai kita merasa jengkel terhadap Allah, karena itu termasuk dari dosa besar. Wallaahu A’lam.

Kultum tentang Bersabar dan Bersyukur Kepada Allah

Hadirin sekalian…

Rasulullah Saw. pernah bersabda yang artinya: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali orang mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itupun suatu kebaikan baginya.” (HR Muslim)

Betapa besarnya nikmat dan rahmat Allah yang diberikan terhadap orang-orang yang beriman. Bagaimana tidak, seluruh urusan orang beriman akan dianggap baik oleh, asalkan kita senantiasa bersyukur dan bersabar atas urusan yang dilalui. Baik itu nikmat maupun ujian dari Allah.

Hadirin sekalian…

Allah Swt. akan senantiasa memberikan cobaan dan musibah bagi hambaNya. Setiap manusia, dimanapun dan kapanpun akan selalu ada cobaan yang menimpa dirinya. Saat menimpakan musibah, sejatinya Allah sedang menguji keimanan hambaNya. Apakah dia termasuk orang yang beriman ataukah tidak?

Seseorang yang betul-betul beriman kepada Allah, ia akan senantiasa bersabar dalam menghadapi ujian yang menimpanya. Ia tidak akan meracau, berkeluh kesah, dan berburuk sangka kepada Allah. Ia akan selalu berhusnuzhan kepada Allah. Bahkan dia pun akan senantiasa bersyukur kepada Allah, sebab sejatinya ujian yang menimpanya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kenikmatan besar yang sudah Allah berikan.

Selain bersabar atas ujian hidup yang Allah berikan, seorang mukmin pun harus bersabar atas nikmat yang telah Allah berikan. Bersabar atas apa? Bersabar dari segala hal yang dapat menjerumuskan kita ke lubang kemaksiatan. Sebab tak sedikit kenikmatan yang justru menjadi penghancur bagi kehidupan seseorang.

Sebagai contoh, seseorang yang diberikan pangkat dan jabatan yang tinggi di sebuah daerah, maka selain harus bersyukur ia pun harus bersabar. Ia harus bersabar atas segala godaan kemaksiatan yang mungkin akan datang kepadanya. Sebab, saat ini betapa banyak para pemilik kekuasaan yang terjerumus dalam jurang kemaksiatan.

Hadirin sekalian…

Bersabar dan bersyukur merupakan perkara yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya bagaikan dua sisi mata uang yang saling menyatu. Keduanya merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah kepada kita. Karenanya, agar pahala dan nikmat kita bertambah, maka sudah selayaknya kita untuk bersabar dan bersyukur atas segala apapun yang menimpa diri kita. Wallahhu A’lam

Mudah mudahan dengan kultum ini semakin banyak orang yang bersabar dan bersyukur kepada Allah. Aaamin.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like